- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Gendro Wulandari, Akhirnya Berhasil Luluhkan Bupati Blitar Ditemui di Pendopo RHN

Keterangan Gambar : Bupati Blitar didampingi oleh Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono, Sekda Izul Marom dan unsur pejabat teras Pemkab Blitar termasuk Kasatpol PP, dan Kepala Kesbang.
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar,- Ibarat bagai menetesnya air di batu cadas, ahirnya perjuangan aktifis perempuan Gendro Wulandari, akhirnya Kamis (22/12/22) Bupati Blitar berkenan memenuhi harapan perwakilan masyarakat Perkebunan Karangnongko desa Modangan Kecamatan Nglegok.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, pertemuan antara Gendro Wulandari yang didampingi ayahnya ini berlangsung siang itu, sayangnya tidak ada satupun awak media yang meliput moment penting, pertemuan antara pejabat dengan masyarakat, Bupati Blitar didampingi oleh Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono, Sekda Izul Marom dan unsur pejabat teras Pemkab Blitar termasuk Kasatpol PP, dan Kepala Kesbang.
Melansir Cakrawala.co Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Blitar, Rustin Tri Setyo Budi menyebutkan, bahwa pertemuan antara Bupati Blitar Rini Syarifah dan Gendro Wulandari masih terbatas untuk kalangan media dan belum bisa dikonsumsi publik. Rustin enggan berkomentar alasan pertemuan itu tertutup. "No comment mas," kata Rustin singkat.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
Sedang diberitakan sevelumnya, persoalan Gendro Wulandari melakukan aksi tidur di aloon - aloon Pemkab Blitar depan Kantor Pemkab Blitar di Kanigoro sejak Senin (19/12) hingga Bupati Blitar berkenan menemui sebatas persoalan tanah redis dan tidak ada kepentingan lain dluar itu termasuk kepentingan politik.
Menurut Gendro apa yang terjadi atas redis itu, Bupati Blitar sebagai orang yang dianggap bertanggungjawab atas persoalan redistribusi (redis) tanah di Karangnongko yang carut marut.
"Saya tidak akan meninggalkan tiang bendera ini sampai Bupati Blitar mau menemui saya di sini. Saya meminta bupati bertanggungjawab atas redis di Karangnongko," ujarnya kala itu kepada sejumlah awak media.
Masih ungkap Gendro masalah redis tanah perkebuna di Karangnongko adalah contoh redis tanah yang carut-marut tidak karuan dan mengadu domba warga satu kampung.
"Bupati Blitar harus tahu bahwa redis di Karangnongko Modangan Blitar carut-marut sehingga masalah tersebut harus menjadi bahan evaluasi," ujar dia.
“Selama kasus Karangnongko mencuat, belum satu kali pun saya ditemui oleh ibu bupati. Belum pernah,” lanjutnya.
Dengan pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, sangat diharapkan oleh Gendro Wulandari yang lainnya yang memiliki hak yang sama sebagai masyarakat, kedepan Pucuk pemangku kebijakan akan lebih arif dan bijakasana, untuk mewujudkan sistem Pemerintahan di Kabupaten Blitar yang Baldatun Toyibatun Warobun Qofur,(za/mp)















