- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
- FPPM dan Konsultan Hukum Desak Negara Harus Segera Hadir Atasi Konflik Pertanahan
- Pelebaran Jalan Yetro Sinseng dan Tumenggung Ditargetkan Selesai Desember 2026
- Usung Semangat Sportivitas, Endriansyah Siap Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum The Jakmania
- Pembangunan Jalan Daerah di 37 Provinsi Rampung dan Diresmikan Presiden, Total 1.151 Km
Gendro Wulandari, Akhirnya Berhasil Luluhkan Bupati Blitar Ditemui di Pendopo RHN

Keterangan Gambar : Bupati Blitar didampingi oleh Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono, Sekda Izul Marom dan unsur pejabat teras Pemkab Blitar termasuk Kasatpol PP, dan Kepala Kesbang.
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar,- Ibarat bagai menetesnya air di batu cadas, ahirnya perjuangan aktifis perempuan Gendro Wulandari, akhirnya Kamis (22/12/22) Bupati Blitar berkenan memenuhi harapan perwakilan masyarakat Perkebunan Karangnongko desa Modangan Kecamatan Nglegok.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, pertemuan antara Gendro Wulandari yang didampingi ayahnya ini berlangsung siang itu, sayangnya tidak ada satupun awak media yang meliput moment penting, pertemuan antara pejabat dengan masyarakat, Bupati Blitar didampingi oleh Kapolres Blitar AKBP Argo Wiyono, Sekda Izul Marom dan unsur pejabat teras Pemkab Blitar termasuk Kasatpol PP, dan Kepala Kesbang.
Melansir Cakrawala.co Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kabupaten Blitar, Rustin Tri Setyo Budi menyebutkan, bahwa pertemuan antara Bupati Blitar Rini Syarifah dan Gendro Wulandari masih terbatas untuk kalangan media dan belum bisa dikonsumsi publik. Rustin enggan berkomentar alasan pertemuan itu tertutup. "No comment mas," kata Rustin singkat.
Baca Lainnya :
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
Sedang diberitakan sevelumnya, persoalan Gendro Wulandari melakukan aksi tidur di aloon - aloon Pemkab Blitar depan Kantor Pemkab Blitar di Kanigoro sejak Senin (19/12) hingga Bupati Blitar berkenan menemui sebatas persoalan tanah redis dan tidak ada kepentingan lain dluar itu termasuk kepentingan politik.
Menurut Gendro apa yang terjadi atas redis itu, Bupati Blitar sebagai orang yang dianggap bertanggungjawab atas persoalan redistribusi (redis) tanah di Karangnongko yang carut marut.
"Saya tidak akan meninggalkan tiang bendera ini sampai Bupati Blitar mau menemui saya di sini. Saya meminta bupati bertanggungjawab atas redis di Karangnongko," ujarnya kala itu kepada sejumlah awak media.
Masih ungkap Gendro masalah redis tanah perkebuna di Karangnongko adalah contoh redis tanah yang carut-marut tidak karuan dan mengadu domba warga satu kampung.
"Bupati Blitar harus tahu bahwa redis di Karangnongko Modangan Blitar carut-marut sehingga masalah tersebut harus menjadi bahan evaluasi," ujar dia.
“Selama kasus Karangnongko mencuat, belum satu kali pun saya ditemui oleh ibu bupati. Belum pernah,” lanjutnya.
Dengan pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, sangat diharapkan oleh Gendro Wulandari yang lainnya yang memiliki hak yang sama sebagai masyarakat, kedepan Pucuk pemangku kebijakan akan lebih arif dan bijakasana, untuk mewujudkan sistem Pemerintahan di Kabupaten Blitar yang Baldatun Toyibatun Warobun Qofur,(za/mp)














