- Estafet Kepemimpinan PBM, Gus Nuril Percayakan Tongkat Nagasari kepada Gus Radit
- Revitalisasi SDN Sukasari Kidul Rp 769 Juta, Mutu Bangunan Dipertanyakan
- Kementerian UMKM Percepat Pemulihan Wirausaha Terdampak Bencana di Sumatera
- Kinerja Solid dan Sehat, BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi dalam Sejarah Sebesar Rp27,5 Triliun
- Rp 13 Miliar Digelontorkan, Majalengka Bidik Panen 3 Kali Setahun
- Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi.
- Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI.
- PWI Jaya Gelar OKK Angkatan 25, 29 Wartawan Ikuti Pembekalan Organisasi dan Jurnalistik
- Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM Perluas Akses Modal dan Pasar di Kalimantan Selatan
- Kapolda Metro Komjen Dadang Hartanto Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026
Estafet Kepemimpinan PBM, Gus Nuril Percayakan Tongkat Nagasari kepada Gus Radit
.jpg)
Keterangan Gambar : Rd Aditya damar wijaya(Gus Radit) diberikan estafet komando oleh Gus Nuril sebagai penerus menjalankan amanah menjadi Panglima Pasukan Berani Mati.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– KH Nuril Arifin atau Gus Nuril menyerahkan tongkat kayu nagasari kepada Rd Aditya Damar Wijaya yang dikenal sebagai Gus Radit. Penyerahan simbolis yang disebut berlangsung pada 7 Juni 2026 itu menjadi tanda estafet kepemimpinan Pasukan Berani Mati (PBM) kepada Gus Radit.
Gus Nuril sebelumnya dikenal sebagai Panglima Pasukan Berani Mati Pembela Gus Dur pada 2001. Kini, ia memberikan kepercayaan kepada Gus Radit untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi tersebut dengan membawa misi persatuan bangsa, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta menghormati ulama Nusantara.
Dalam keterangannya, Gus Nuril menjelaskan bahwa tongkat tersebut terbuat dari kayu nagasari yang menurut penuturannya berasal dari cabang pohon di kawasan makam Panembahan Senopati, Kotagede.
Baca Lainnya :
“Barangkali di tangan Aditya lebih bermanfaat karena saya sudah sepuh, sudah fokus pada ibadah saja. Saya serahkan tongkat dari kayu nagasari ini yang dulu selalu menemani saya selama menjadi Panglima Pasukan Berani Mati Pembela Gus Dur,” ujar Gus Nuril, dikutip Selasa(27/10/2026).
Sementara itu, Gus Radit menyampaikan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari perjalanan Gus Nuril. Ia menyatakan siap meneruskan perjuangan dan amanah yang diberikan kepadanya.
“Saya bangga sekali menjadi bagian dari perjalanan Abah (Gus Nuril), sebagai patriot sejati, dan akan meneruskan perjuangannya Abah,” kata Gus Radit.
Klaim Keterlibatan dalam Pengamanan Pesantren
Dalam keterangannya, pihak PBM juga menyebut keterlibatan sejumlah anggotanya dalam menghadapi situasi di Pondok Pesantren Darun Naim, Bogor. Peristiwa itu disebut terjadi ketika sekelompok massa dari sejumlah aliansi mendatangi dan melakukan penyegelan terhadap pesantren tersebut.
Menurut keterangan pihak PBM, delapan anggotanya berada di lokasi ketika massa yang jumlahnya disebut mencapai ratusan orang mendatangi pondok pesantren. Setelah massa meninggalkan lokasi, Gus Radit dikabarkan menemui para santri untuk membantu menenangkan suasana.
Usung Persatuan dan Konstitusi
Pasukan Berani Mati(PBM) Jilid 2 disebut dideklarasikan pada 2026 di bawah kepemimpinan Rd Aditya Damar Wijaya sebagai panglima. Pihak organisasi menyatakan gerakannya berorientasi pada menjaga NKRI, menjunjung Pancasila, menghormati ulama Nusantara, serta merawat persatuan dan kesatuan bangsa.
Pengurus PBM juga menyatakan bahwa kegiatan organisasi dijalankan dalam koridor hukum dan konstitusi serta tidak mengusung misi teror, kebencian, ataupun permusuhan.
Selain dukungan simbolis dari Gus Nuril, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin disebut memberikan dukungan dalam kapasitasnya sebagai Dewan Kehormatan Pasukan Berani Mati.
Melalui kepemimpinan baru tersebut, PBM menyatakan ingin melanjutkan kiprahnya melalui kegiatan nyata yang berorientasi pada persatuan bangsa dan penghormatan terhadap ulama Nusantara.(AS/MP)

.jpg)













