- Kinerja Solid dan Sehat, BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi dalam Sejarah Sebesar Rp27,5 Triliun
- Rp 13 Miliar Digelontorkan, Majalengka Bidik Panen 3 Kali Setahun
- Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi.
- Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI.
- PWI Jaya Gelar OKK Angkatan 25, 29 Wartawan Ikuti Pembekalan Organisasi dan Jurnalistik
- Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM Perluas Akses Modal dan Pasar di Kalimantan Selatan
- Kapolda Metro Komjen Dadang Hartanto Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026
- Andi Lala Kembali Nahkodai Forwat, Tekankan Indipenden dan Solidaritas Wartawan.
- Jalan Sehat HPN 2026 Wujudkan Kebulatan Tekad Bina Jasmani dan Rokhani .
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
Kapolda Metro Komjen Dadang Hartanto Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026
Operasi Patuh Jaya 2026

Keterangan Gambar : Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 di Lapangan Ditlantas PMJ.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto memimpin apel gelar pasukan Operasi Patuh Jaya 2026, di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Senin (26/10/2026).
Operasi Patuh Jaya 2026 melibatkan sebanyak 2.938 personel gabungan, terdiri atas 2.798 personel Polri, 80 personel TNI, 30 personel Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan 30 personel Satpol PP.
Operasi akan berlangsung hingga 8 November 2026, dengan mengedepankan edukasi dan pencegahan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat serta keselamatan pengguna jalan.
Baca Lainnya :
- Kinerja Solid dan Sehat, BNI Catat Laba Operasional Sebelum Pencadangan Kuartal III Tertinggi dalam Sejarah Sebesar Rp27,5 Triliun
- Rp 13 Miliar Digelontorkan, Majalengka Bidik Panen 3 Kali Setahun
- Kementerian ATR/BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi.
- Wamen ATR/Waka BPN Bahas Pentingnya UU Pengaturan Reforma Agraria dalam Diskusi Publik Ombudsman RI.
- PWI Jaya Gelar OKK Angkatan 25, 29 Wartawan Ikuti Pembekalan Organisasi dan Jurnalistik
Adapun sasaran operasi meliputi pengendara yang tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melanggar rambu dan marka jalan, menerobos lampu merah, melebihi batas kecepatan, serta melawan arus.

Kapolda menegaskan, bahwa tertib berlalu lintas harus tumbuh dari kesadaran masyarakat, bukan semata-mata karena pengawasan atau penindakan petugas. Dengan mengusung tema Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman, dan Berkeselamatan, Komjen Dadang Hartanto mengajak seluruh pihak berperan aktif membangun budaya keselamatan.
"Terdapat kebutuhan sinergi dan kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk instansi terkait, tokoh masyarakat, orang tua, guru, dan masyarakat itu sendiri," papar Komjen Dadang Hartanto.
Dia juga menginstruksikan jajarannya memetakan titik rawan pelanggaran dan kecelakaan dengan mengidentifikasi faktor penyebabnya, mulai dari kondisi jalan, penerangan, rambu, hingga pengawasan lalu lintas. Ia juga menekankan pentingnya dokumentasi tindakan petugas melalui rekaman video serta pengawasan melekat oleh Provos untuk menjaga akuntabilitas dan profesionalisme selama operasi berlangsung.
Selain penegakan hukum, Kapolda meminta agar pelanggar berulang atau berisiko tinggi mendapat pembinaan melalui pendekatan edukatif oleh Bhabinkamtibmas dan fungsi Pendidikan Masyarakat Lalu Lintas (Dikmas Lantas). Pembinaan dapat dilakukan melalui kunjungan ke rumah atau sekolah dengan melibatkan personel terkait, khususnya bagi pelanggar yang berdomisili di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Kunjungan ini bukan untuk mengintimidasi masyarakat, melainkan sebagai bentuk pembinaan agar pelanggar memahami risiko dari perbuatannya dan tumbuh kesadaran untuk tidak mengulangi pelanggaran," lugasnya.
Kapolda juga meminta setiap jajaran menentukan sasaran dan wilayah prioritas secara terukur agar pelaksanaan operasi dapat dievaluasi, terutama dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat, mencegah pelanggaran berulang, dan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengajak masyarakat menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya selama operasi berlangsung.
"Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk saling mengingatkan dan mengutamakan keselamatan. Tertib berlalu lintas dimulai dari diri sendiri, karena keselamatan kita juga menyangkut keselamatan orang lain. Inilah semangat yang terus kami dorong melalui Kerja Melayani Jakarta," tutupnya.(***)













