- Generasi Nias Melek Teknologi, PRSI Sumut dan BINUS Medan Gelar Workshop Robotika
- Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta Barat, 12 RT Terendam dan Sejumlah Jalan Lumpuh
- Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola
- Pesan Paskah 2026, Menag Tekankan Harmoni dan Persaudaraan Bangsa
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
Edison Siahaan, PWI Gate Antara Malu & Memalukan
.jpg)
SEORANG perwira menengah (Pamen) Polri mengaku sulit makan dan sangat malu khususnya terhadap keluarga besarnya setelah menjadi objek pemberitaan di media massa atas dugaan perbuatan melanggar hukum. Meskipun saat itu sang perwira Polri tersebut belum dijatuhi sanksi sebab masih dalam proses pemeriksaan.
Tetapi, berbeda dengan peristiwa memalukan yang menerpa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Meski angin prahara sudah menyita seluruh kepercaayaan publik terhadap wartawan, disusul merebaknya pemberitaan miring nyaris ke seluruh ruang di negeri ini. Sayangnya, tak ada pihak yang bertanggungjawab dan memberikan penjelasan secara resmi, apa sebenarnya yang terjadi.
Baca Lainnya :
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Ramadan Penuh Makna, BRI Life Gandeng Yayasan Sosial Tebar Kepedulian
- PWI Majalengka Apresiasi Sikap Terbuka Kapolri Layani Doorstop di Tengah Sorotan Kasus Oknum
Meskipun, lembaga DK yang diberikan wewenang oleh organisasi PWI sudah menjatuhkan sanksi tegas dan jelas. Namun mimik wajah orang-orang yang menjadi objek pemberitaan dan penerima sanksi itu tetap kondusif dan masih mampu mengumbar senyum. Seperti tidak ada peristiwa yang menimpa PWI. Bahkan sosok utamanya masih bicara, akan bertanggungjawab untuk mencari dana UKW. Ah.. entahlah, sulit menterjemahkannya, sepertinya PWI ini hanya milik mereka.
Mendengar dan menyaksikan kondisi seperti ini membuat aku atau mungkin juga sebagian besar anggota PWI menjadi gemas bercampur kesal yang diwarnai aroma jijik. Ngerii sekalipun...
Beruntung, pagi ini ada informasi yang menenangkan hati dan fikiran dari penyidik Bareskrim, katanya akan segera melakukan pengusutan lebih lanjut. Disebutkan, pekan depan akan dimulai pemanggilan pihak-pihak terkait.
Semoga kasus ini menjadi clear dan clean, kemudian PWI dipimpin oleh sosok yang berintegritas, kompenten, cerdas dan populer. Sehingga mampu membangun sinerji yang transparan, akuntable dengan seluruh steakholder. Selamat melaksanakan Konferprov DKI pada 25 April 2024, jangan salah pilih agar peristiwa buruk tidak terjadi lagi... salam Edison Siahaan.(ASl/MP).









.jpg)

.jpg)





