- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Edison Siahaan, PWI Gate Antara Malu & Memalukan
.jpg)
SEORANG perwira menengah (Pamen) Polri mengaku sulit makan dan sangat malu khususnya terhadap keluarga besarnya setelah menjadi objek pemberitaan di media massa atas dugaan perbuatan melanggar hukum. Meskipun saat itu sang perwira Polri tersebut belum dijatuhi sanksi sebab masih dalam proses pemeriksaan.
Tetapi, berbeda dengan peristiwa memalukan yang menerpa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Meski angin prahara sudah menyita seluruh kepercaayaan publik terhadap wartawan, disusul merebaknya pemberitaan miring nyaris ke seluruh ruang di negeri ini. Sayangnya, tak ada pihak yang bertanggungjawab dan memberikan penjelasan secara resmi, apa sebenarnya yang terjadi.
Baca Lainnya :
- PWI Jaya Perkuat Profesionalisme Wartawan Lewat OKK Khusus Peningkatan Status
- UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya Digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia di Jakarta
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
Meskipun, lembaga DK yang diberikan wewenang oleh organisasi PWI sudah menjatuhkan sanksi tegas dan jelas. Namun mimik wajah orang-orang yang menjadi objek pemberitaan dan penerima sanksi itu tetap kondusif dan masih mampu mengumbar senyum. Seperti tidak ada peristiwa yang menimpa PWI. Bahkan sosok utamanya masih bicara, akan bertanggungjawab untuk mencari dana UKW. Ah.. entahlah, sulit menterjemahkannya, sepertinya PWI ini hanya milik mereka.
Mendengar dan menyaksikan kondisi seperti ini membuat aku atau mungkin juga sebagian besar anggota PWI menjadi gemas bercampur kesal yang diwarnai aroma jijik. Ngerii sekalipun...
Beruntung, pagi ini ada informasi yang menenangkan hati dan fikiran dari penyidik Bareskrim, katanya akan segera melakukan pengusutan lebih lanjut. Disebutkan, pekan depan akan dimulai pemanggilan pihak-pihak terkait.
Semoga kasus ini menjadi clear dan clean, kemudian PWI dipimpin oleh sosok yang berintegritas, kompenten, cerdas dan populer. Sehingga mampu membangun sinerji yang transparan, akuntable dengan seluruh steakholder. Selamat melaksanakan Konferprov DKI pada 25 April 2024, jangan salah pilih agar peristiwa buruk tidak terjadi lagi... salam Edison Siahaan.(ASl/MP).




.jpg)












