- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
Edison Siahaan, PWI Gate Antara Malu & Memalukan
.jpg)
SEORANG perwira menengah (Pamen) Polri mengaku sulit makan dan sangat malu khususnya terhadap keluarga besarnya setelah menjadi objek pemberitaan di media massa atas dugaan perbuatan melanggar hukum. Meskipun saat itu sang perwira Polri tersebut belum dijatuhi sanksi sebab masih dalam proses pemeriksaan.
Tetapi, berbeda dengan peristiwa memalukan yang menerpa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Meski angin prahara sudah menyita seluruh kepercaayaan publik terhadap wartawan, disusul merebaknya pemberitaan miring nyaris ke seluruh ruang di negeri ini. Sayangnya, tak ada pihak yang bertanggungjawab dan memberikan penjelasan secara resmi, apa sebenarnya yang terjadi.
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- PWI Banten Doakan Keselamatan Lima Jurnalis yang Dilaporkan Hilang saat Liputan GAK
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Dari UMKM hingga Pantai Teluk Nipah, Relawan Bakti BUMN Tinggalkan Manfaat untuk Desa Bulok
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
Meskipun, lembaga DK yang diberikan wewenang oleh organisasi PWI sudah menjatuhkan sanksi tegas dan jelas. Namun mimik wajah orang-orang yang menjadi objek pemberitaan dan penerima sanksi itu tetap kondusif dan masih mampu mengumbar senyum. Seperti tidak ada peristiwa yang menimpa PWI. Bahkan sosok utamanya masih bicara, akan bertanggungjawab untuk mencari dana UKW. Ah.. entahlah, sulit menterjemahkannya, sepertinya PWI ini hanya milik mereka.
Mendengar dan menyaksikan kondisi seperti ini membuat aku atau mungkin juga sebagian besar anggota PWI menjadi gemas bercampur kesal yang diwarnai aroma jijik. Ngerii sekalipun...
Beruntung, pagi ini ada informasi yang menenangkan hati dan fikiran dari penyidik Bareskrim, katanya akan segera melakukan pengusutan lebih lanjut. Disebutkan, pekan depan akan dimulai pemanggilan pihak-pihak terkait.
Semoga kasus ini menjadi clear dan clean, kemudian PWI dipimpin oleh sosok yang berintegritas, kompenten, cerdas dan populer. Sehingga mampu membangun sinerji yang transparan, akuntable dengan seluruh steakholder. Selamat melaksanakan Konferprov DKI pada 25 April 2024, jangan salah pilih agar peristiwa buruk tidak terjadi lagi... salam Edison Siahaan.(ASl/MP).

.jpg)

.jpg)
.jpg)











