- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
DPR Ingatkan Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Untuk Masyarakat

MEGAPOLITANPOS COM, Jakarta- Komisi XI DPR RI menyelenggarakan rapat kerja bersama Menteri Keuangan dalam rangka Evaluasi Fiskal Triwulan 1 tahun 2024 pada Selasa (19/3/2024). Rapat kerja ini dilangsungkan di komplek DPR RI, Senayan Jakarta. Hadir dalam rapat ini anggota komisi XI DPR RI dari fraksi PKS, Anis Byarwati.
Menyampaikan tanggapannya, Anis menyampaikan harapan dan optimisme untuk tumbuhnya ekonomi nasional dengan lebih baik di tahun 2024. Iapun mengingatkan bahwa seluruh kerja-kerja dalam bernegara memiliki tujuan untuk mensejahterakan rakyat. "Hasil pembangunan itu harus kembali kepada rakyat dan dinikmati oleh rakyat," ungkapnya.
Ketua DPP PKS ini menyoroti tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat cukup baik di tengah pertumbuhan ekonomi global yang terus menurun. Namun menurutnya, 5,02 persen pertumbuhan ekonomi saat ini, harus dikomparasikan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan Indonesia berdasar data terakhir BPS mencapai 25,9 juta orang, ketika Presiden Jokowi dilantik pada tahun 2014, angka kemiskinan sebanyak 27,75 juta orang. “Artinya hanya turun 1 persen tingkat kemiskinannya,” tegas Anis. Padahal angka kemiskinan dalam target RPJMN 2015-2019 yang dicanangkan pemerintah sebesar 7-8%, dan dalam RPJMN 2020-2024 targetnya 6-7%, Tapi hingga tahun 2023 lalu, tingkat kemiskinan masih di angka 9,22 persen. Lalu tingkat kemiskinan ekstrem di Indonesia kini mencapai 1,12% pada Maret 2023, sementara Pemerintah memiliki target 0% masyarakat miskin ekstrem pada 2024.
Baca Lainnya :
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar Aktif Kelola Pertanian, Peternakan Kambing dan Perikanan Untuk ini.
- Sebanyak 19 Ribu keluarga Miskin PBP Kota Blitar Menerima Bantuan
- Komisi II DPRD Minta Kemarau Agar Bupati Blitar Fokus Pola Pertanian Gogorancah
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Pangan dan Perdagangan Global
Wakil ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini juga memberi catatan atas realisasi APBN sampai dengan 29 Februari dan 15 Maret 2024. Dalam pemaparannya, Menkeu menyampaikan pendapatan negara mengalami penurunan 4,5% dan 5,4% sedangkan belanja negara mengalami peningkatan sampai 30,1% dan 18,1%. Hal ini dikarenakan adanya Pemilu dan datangnya bulan Ramadhan. Konsumsi rumah tangga selama ini menjadi penyumbang terbesar untuk ekonomi Indonesia yang saat ini mencatat angka 53%. Artinya hubungannya sangat erat dengan daya beli Masyarakat. Anis menegaskan agar Pemerintah segera melakukan langkah mitigasi risiko atas potensi terjadinya gejolak harga pangan, terutama selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri nanti. “Pemerintah harus konsisten berupaya untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga yang terjangkau oleh masyarakat”, tegas Anis.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)

.jpg)
.jpg)











