Breaking News
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
Disbudpar Kota Tangerang Selenggarakan Sosialisasi Standarisasi Jasa Usaha Disvudpar

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-WaliKota Tangerang, Arief R. Wismansyah meminta kepada para stakeholder pariwisata di Kota Tangerang untuk lebih kreatif dalam menarik wisatawan datang ke kota yang terbatas potensi alamnya. “Kota ini tidak mempunyai potensi alam yang bisa menjadi tujuan wisata. Namun banyak yang datang ke Kota Tangerang untuk merasakan kuliner Tangerang. Dan ini harus bisa dimanfaatkan,” papar Arief saat memberikan sambutan secara daring pada Sosialisasi Standarisasi Usaha Pariwisata bagi pelaku usaha pariwisata yang digelar di Aula Kecamatan Tangerang. Oleh karenanya, Arief berharap agar para pelaku wisata bisa memanfaatkan kegemaran orang menikmati kuliner khas Kota Tangerang untuk memajukan industri wisata. “Kalau bicara pariwisata itu harus memunculkan kreativitas atau suatu hal yang baru untuk bisa menarik masyarakat atau wisatawan untuk berkunjung ke kota kita,” ucap Arief di acara yang diikuti oleh 200 orang pelaku usaha hotel, restoran, cafe, taman rekreasi, travel dan M.I.C.E (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition).
“Misalkan untuk restoran, bisa hadirkan menu makanan khas Kota Tangerang, terlebih kota kita disebut kota jajan jadi menunya ada ciri khas Kota Tangerang,” sambungnya.
Arief juga menuturkan, pembangunan kepariwisataan memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di bidang pariwisata. Sehingga industri wisata bisa tumbuh di kota berjuluk kota seribu industri sejuta jasa.
“Dengan adanya kegiatan ini, para pelaku usaha juga bisa turut mempromosikan produk – produk asli Kota Tangerang sebagai bentuk semangat kita memajukan Kota Tangerang yang berahklakul karimah dan berdaya saing,” tutur Arief.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, SE, M.Si menerangkan kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Pariwisata RI.
“Maksud dan tujuan dari kegiatan sosialisasi standarisasi jasa usaha pariwisata ini untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat dan dunia usaha pariwisata dalam upaya peningkatan pelayanan, sumber daya manusia dan kualitas sarana penunjang,” tukas Mugiya.
Sebagai informasi, kunjungan wisatawan ke Kota Tangerang pada tahun 2022 sampai bulan Juni mencapai 538.988 wisatawan. Angka ini diharapkan akan terus naik mengingat berbagai kelonggaran pasca pandemi Covid-19.Adv


.jpg)














