- Peran Penting Kemitraan dengan BRI Talun Dorong UMKM Usaha Fasiatin Naik Kelas dan Berkembang
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
- Sosialisasi Digital BPJS Ketenagakerjaan Lewat Zoom, Dwi Paparkan Manfaat Program Lapak Asik
- Bupati Blitar Dorong Pelestarian Wisata Budaya Jamasan Gong Kyai Pradah 2026
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
Direktur SLI: Beri Kami Kesempatan Berusaha

Keterangan Gambar : Direktur PT. Sukses Logam Indonesia (SLI) Farid Abdurrahman
MEGAPOLITANPOS.COM, KAB. TANGERANG-Manajemen PT. Sukses Logam Indonesia (SLI) sudah melakukan sejumlah perbaikan dan memenuhi semua perizinan yang ditetapkan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan Direktur PT. Sukses Logam Indonesia (SLI) Farid Abdurrahman terkait penutupan sementara oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid lewat surat bernomor 500.16.6.6/10401/X/DLHK/2025 tanggal 17 Oktober 2025.
Farid juga siap bila DLH Kabupaten Tangerang akan melakukan pengujian laboratorium ulang, terkait baku mutu yang dihasilkan perusahaan ini.
Baca Lainnya :
- Peran Penting Kemitraan dengan BRI Talun Dorong UMKM Usaha Fasiatin Naik Kelas dan Berkembang
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
- Bupati Blitar Dorong Pelestarian Wisata Budaya Jamasan Gong Kyai Pradah 2026
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
Farid mengakui, sebelumnya pada tahun 2022 perusahaan memiliki kekurangan persyaratan, yang membuat pabrik ini ditutup. Namun pada tahun 2024, seiring dengan pergantian pemilik, perusahaan sudah melakukan perbaikan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga sudah melakukan uji laboratorium terhadap kebisingan, kebauan dan pengujian udara (ambien) PT SLI.
Alhasil Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan perusahaan ini dibolehkan untuk kembali beroperasi melalui surat nomor S.s.ab/PSLB3/PLB3/PLB.3/9/2024 perihal Surat Kelayakan Operasi dibidang pengelolaan limbah B3 untuk kegiatan pemanfaatan limbah B3.
" Pada Agustus 2025 SLI kembali beroperasi. Sayangnya pada Oktober 2025, perusahaan didemo hingga muncul surat penutupan sementara dari bupati," papar Farid.
Ironisnya, pada 20 Oktober 2025 juga, UPTD Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang mengeluarkan hasil laboratorium dari uji sample PT SLI. Hasil laboratorium menunjukkan, dari uji bau ternyata sudah tidak bau, uji kebisingan masih dalam batas aman. Dari enam item uji udara hasil produksi seperti sulfur dioksida, karbon monoksida, nitrogen dioksida dan oksidan fotokimia, semua dalam batas aman.
" Namun mikron patikelnya masih sedikit melewati, tapi apa benar sumbernya dari cerobong SLI, ini juga masih jadi pertanyaan. Pasalnya kawasan industri Oleg ini milik enam cerobong milik sejumlah perusahaan," katanya.
Kendati demikian, manajemen SLI siap jika DLH Kabupaten Tangerang akan kembali melakukan pengujian.
Farid mengakui, setelah hampir empat bulan dilakukan penutupan sementara oleh Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid lewat surat bernomor 500.16.6.6/10401/X/DLHK/2025 tanggal 17 Oktober 2025, kondisi perusahaannya dalam kondisi tidak baik-baik saja. Namun katanya, yang lebih memprihatinkan adalah kondisi puluhan karyawan terpaksa tidak data bekerja lagi.
" Mereka datang ke sini dan minta diperkerjakan. Mereka mengaku bingung karena akan menghadapi lebaran, sementara mereka tidak lagi punya sumber pendapatan," kata Farid.
Farid berharap, bupati dapat melihat persoalan PT SLI dengan jernih dan memberikan kesempatan pihak perusahaan untuk dapat beraudinsi.
"Beri kami kesempatan untuk bekerja dan berusaha," katanya.
Lelaki berperawakan tinggi ini menyatakan, pihaknya sudah dua kali meminta untuk audiensi dengan bupati, namun sampai saat ini belum ada balasan. Padahal, tambah Farid, pihak manajemen ingin menjelaskan kondisi perusahaan agar menjadi bahan keputusan untuk pemerintah daerah.
" Saya berharap pemda mendapat informasi berimbang. Kami sudah berusaha membuka komunikasi dan meminta waktu untuk beraudensi dengan pemerintah daerah. Ini untuk menjelaskan kondisi yang ada," katanya.(*)















