Breaking News
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
Dinilai Tak Transparan, Warga dan Lembaga Desa Kritisi Kades Kramat Palasah

MEGAPOLITANPOS.COM, Majalengka - Disinyalir tak transparan dalam setiap pelaksanaan program, warga Desa Kramat Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sesalkan masa kepemimpinan kepala desa dari awal dilantik hingga sekarang. Hal tersebut, warga mengungkap bahwa sekira 10 bulan menjabat sebagai kedes tak pernah mengundang ataupun mengajak musyawarah dengan warga dan lembaga yang ada di desa dalam setiap turun program anggaran. "Sebagai warga sekaligus pengurus kepemudaan karang taruna merasa sangat prihatin dan perlu untuk di ingatkan, menjadi bagian dari masyarakat kami harus juga mengetahui dari program yang belum atau telah dilaksanakan," kata, Ketua Karang Taruna Desa Kramat Rukman. Selasa, (12/04/2022) Disebutkan, semisal program rencana tahun anggaran atau setiap pelaksanaan pembangunan maupun bentuk kegiatan sosial bantuan pemerintah. "Kami mengkritisi bahwa kepala desa harus dapat membangun sinergitas dengan melibatkan semua lapisan masyarakat, karena hanya itu bentuk kepedulian kami dalam mendukung program pemerintah yang telah direncanakan," tegasnya. Ditempat yang sama, Herdis selaku ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kramat membenarkan dengan mengakui bahwa selama ini kepala desa tidak pernah mengundang unsur lembaga desa yakni LPM. "Sehingga setiap kali ada pembangunan di desa kami atau turunnya bantuan pemerintah tidak pernah mengetahui dari sejak masa pelantikan kepala desa hingga sekarang, sekira telah 10 bulan menjabat sampai tahun ini," ungkapnya. Didampingi warga, Herdis menilai bahwa penerapan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) tidak diperhatikan oleh kepala desa yang bernama Ade Sonjaya. "Sehingga memunculkan ungkapan ungkapan warga yang negatif atas kinerja kepala desa tersebut, ironisnya lagi infrastruktur yang sudah di kerjakan terlihat tanpa adanya papan informasi untuk diketahui warga juga tak terpasang," tuturnya. Diakhir, Herdis dan juga warga berharap agar ini harus jadi perhatian pemerintah yang berwenang guna memberikan arahan agar dapat menjadi perhatian selanjutnya. "Kami terkesan dibuat tidak nyaman menjadi bagian dari lembaga desa dan telah mengetahui maksud dan tujuannya, oleh karena kami akan terus memantau kinerja kepala desa dengan tujuan kearah yang lebih baik," tutupnya. ** (Agit)


.jpg)














