- Aliansi Blitar Bersatu Bakal Gelar Tandingan Apel Akbar Dukung Program MBG
- Persoalan PETI Akan Jadi Agenda RDP DPRD Barito Utara
- BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Modus Penipuan BNIdirect
- Hadir di Pernikahan Bupati Sampaikan Doa dan Harapan bagi Kehidupan Rumah Tangga Pengantin
- Bandung Zoo Punya Pengelola Baru, Fauna Land Siap Ubah Wajah Kebun Binatang Legendaris
- Jalur Laut Malaysia-Indonesia Digagalkan, TNI AL Selamatkan 12 Ribu Generasi Muda dari Narkoba
- Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia Berbuah Manis, Dua Tunggal Putra Muda Melaju ke Semifinal Australian Open
- DPRD Harapkan Pelibatan Warga dan Penegakan RT-RW dalam Penataan Permukiman
- Kejelasan Aturan dalam Raperda Perumahan dan Permukiman Kumuh Jadi Sorotan DPRD
- DPRD Dorong Raperda Wujudkan Kawasan Permukiman Berkelanjutan
Diduga Sejumlah Kontrakan di Sepatan Dijadikan Wisata Lendir

Keterangan Gambar : Ilustrasi sumber google
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- Sejumlah rumah kontrakan di RW 04 Kp Pisangan Talang, Sepatan Kabupaten Tangerang diduga dijadikan destinasi wisata lendir.
Berdasarkan penelusuran wartawan pada selasa dinihari (13/12/2022), sejumlah rumah kontrakan tersebut juga diduga menjadi lokasi peredaran minuman keras.
Dari pantauan di lokasi, para pengedar minuman keras tersebut sengaja memperkerjakan wanita - wanita berbusana seksi sebagai umpan agar lebih menarik lelaki hidung belang yang menjadi target pasarnya.
Baca Lainnya :
- Aliansi Blitar Bersatu Bakal Gelar Tandingan Apel Akbar Dukung Program MBG
- Ribuan Relawan Penggiat MBG Blitar Raya Akan Melakukan Aksi Damai
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
- DPRD Apresiasi Fasilitas Kontingen POPDA Banten 2026
- Mohammad Zainul Ichwan Resmi Pimpin DPC PKB Kota Blitar
Kepada wartawan, salahseorang pelayan wanita berinisial LS (26) mengaku dari setiap botol minuman yang berhasil dijualnya dirinya mendapatkan bagian dua puluh ribu rupiah.
"Tugas kita nemenin tamu syukur syukur tamunya bae dikasih dah uang tips, ya cuma gitu ngobrol ngobrol gitu tapi kan tau sendiri kebanyakan tamunya mabok terus ya agak nakal nakal gitu dah tangannya," jelas LS
LS yang mengaku baru beberapa bulan bekerja di kontrakan tersebut mengaku, tidak sungkan untuk memberikan layanan kehangatan, asalkan tarif yang disepakati sesuai.
"Paling minim 350 karna yang 50 ribu buat bayar kamar sama keamanan," ungkap LS.
Ia berujar, uang keamanan yang dimaksud adalah jaminan agar dirinya dan perempuan - perempuan lain yang bekerja dikontrakan tersebut tidak terjaring razia, dari pihak terkait.
"Kalau mau ada razia kita dikasih info, jadi keamanan ya kayak gitu," ujar LS.
Meski menjual kehangatan kepada pria hidung belang, dengan alasan keamanan LS mengaku menolak berkencan diluar kontrakan tersebut kendati harga yang dijanjikan lebih besar.
"Kalau yang lain mungkin mau, kalau saya ngga ah takut," kata LS.(**)

















