- Kemenkes Ungkap 1.527 Kasus Influenza, H1N1pdm09 Paling Banyak Ditemukan
- Kementerian UMKM dan Barantin Permudah Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- IPSI Kota Blitar Rampung Inisiasi Pasar Apung Karplos Dongkrak Ekonomi UMKM.
- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
Diduga Sejumlah Kontrakan di Sepatan Dijadikan Wisata Lendir

Keterangan Gambar : Ilustrasi sumber google
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- Sejumlah rumah kontrakan di RW 04 Kp Pisangan Talang, Sepatan Kabupaten Tangerang diduga dijadikan destinasi wisata lendir.
Berdasarkan penelusuran wartawan pada selasa dinihari (13/12/2022), sejumlah rumah kontrakan tersebut juga diduga menjadi lokasi peredaran minuman keras.
Dari pantauan di lokasi, para pengedar minuman keras tersebut sengaja memperkerjakan wanita - wanita berbusana seksi sebagai umpan agar lebih menarik lelaki hidung belang yang menjadi target pasarnya.
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
Kepada wartawan, salahseorang pelayan wanita berinisial LS (26) mengaku dari setiap botol minuman yang berhasil dijualnya dirinya mendapatkan bagian dua puluh ribu rupiah.
"Tugas kita nemenin tamu syukur syukur tamunya bae dikasih dah uang tips, ya cuma gitu ngobrol ngobrol gitu tapi kan tau sendiri kebanyakan tamunya mabok terus ya agak nakal nakal gitu dah tangannya," jelas LS
LS yang mengaku baru beberapa bulan bekerja di kontrakan tersebut mengaku, tidak sungkan untuk memberikan layanan kehangatan, asalkan tarif yang disepakati sesuai.
"Paling minim 350 karna yang 50 ribu buat bayar kamar sama keamanan," ungkap LS.
Ia berujar, uang keamanan yang dimaksud adalah jaminan agar dirinya dan perempuan - perempuan lain yang bekerja dikontrakan tersebut tidak terjaring razia, dari pihak terkait.
"Kalau mau ada razia kita dikasih info, jadi keamanan ya kayak gitu," ujar LS.
Meski menjual kehangatan kepada pria hidung belang, dengan alasan keamanan LS mengaku menolak berkencan diluar kontrakan tersebut kendati harga yang dijanjikan lebih besar.
"Kalau yang lain mungkin mau, kalau saya ngga ah takut," kata LS.(**)








1.jpg)
.jpg)





