- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
Diduga Pakai Limbah Aspal, Anggota Dewan Provinsi Banten Protes Proyek Jalan Lingkungan

Keterangan Gambar : Pengerjaan Jalan yang diduga 0akai limbah aspal
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Ketua Komisi I DPRD Provinsi Banten, H. A, Jazuli Abdillah mengaku kecewa dengan proyek pengerjaan jalan di lingkungan RW 04 Kelurahan Sudimara Selatan Kecamatan Ciledug Kota Tangerang yang diduga menggunakan bahan limbah dan tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan.
Ia menilai, volume dan kualitas proyek pengerjaan jalan di lingkungan RW 04 tidak sesuai dengan aspirasi yang sudah dianggarkan sebelumnya.
"Berdasarkan laporan dari masyarakat hasil pembangunan fasilitas sarana umum, kita meminta kepada Dinas Perkim untuk betul betul mengontrol dan menegur pelaksana dan konsultan pengawasan dari proyek pembangunan jalan tersebut," ungkap Jazuli kepada wartawan minggu (25/12/2022).
Baca Lainnya :
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
Kondisi proyek jalan lingkungan yang diduga kurang sesuai dengan spesifikasi tersebut, Jazuli mendesak kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk lebih selektif dalam menentukan pelaksana agar kedepan kejadian serupa tidak lagi terjadi.
"Saya malu dengan warga yang kecewa dengan kondisi pembangunan jalan lingkungan yang saya kira tidak sesuai, apalagi berdasarkan laporan yang kami terima bahan baku yang digunakan terindikasi asal asalan," jelas Politisi Partai Demokrat tersebut.
Ia juga mendesak kepada dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk bertanggungjawab atas dugaan kecerobohan dan kelalaian yang disinyalir dilakukan oleh pelaksana proyek jalan lingkungan
"Jangan dibayarkan dulu tagihannya, suruh itu pelaksana untuk memperbaiki pekerjaannya sesuai dengan spesifikasi dan volumenya," jelas dia.
Menurut dia, tidak ada alasan bagi dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman untuk berkilah atas dugaan kecerobohan dan kelalaian yang membuat masyarakat dirugikan.
"Saya mewakili rakyat yang kecewa dengan akibat yang timbul dari dugaan kelalaian dan kecerobohan dari Dinas Perkim yang asal tunjuk pelaksana," ungkap dia.
Sebelumnya, Usulan aspirasi Jalan Lingkungan (Aspal) Anggota DPRD Provinsi A. Jazuli Abdillah di lingkungan RW 04 Kelurahan Sudimara Selatan Kecamatan Ciledug Kota Tangerang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan.
Hal itu diungkapkan Musa Wijaya, Koordinator Aliansi Rakyat Tangerang (Alerta) kepada wartawan menyusul ditemukannya beberapa kejanggalan atas proyek pengerjaan jalan lingkungan.
"Malah jauh darikata aspal, diduga cuman hanya batu kerikil atau scrab (limbah aspal) yang digunakan," kata Musa Wijaya kepada pewarta sabtu (25/12/2022).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, buruknya proyek pengerjaan jalan lingkungan bukan hanya di lingkungan RW 04 Kelurahan Sudimara Selatan Kecamatan Ciledug Kota Tangerang akan tetapi hal yang sama juga terjadi dibeberapa titik lainnya.
"Pelaksana yang sama juga disinyalir mengerjakan lebih dari 5 titik di perkim banten, jika model pengerjaannya seperti ini, maka sudah pasti masyarakat yang dirugikan," ungkap Musa.Jhn

















