- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
- Tampilkan Tokoh Wayang Bima dan Gatut Kaca Satlantas Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 .
- Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Majalengka Dorong Atap Genting sebagai Kebijakan Ekonomi Rakyat
- BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun
- Pimpin Cabor Percasi Kota Blitar Ini Pesan Mohammad Trijanto Kepada Atlit
- Hari Jadi Majalengka ke-186, Puluhan Anak Ikuti Sunatan Massal di Puskesmas Leuwimunding
- Polemik Kepemimpinan PPP Jawa Barat Memanas: Pepep Saeful Hidayat Gugat SK Plt Uu Ruzhanul ke Mahkamah Partai
- Pemkot Depok dan Bogor Bersinergi, Underpass Citayam Ditargetkan Tuntas 2027
- Operasi Keselamatan Jaya 2026 Berlangsung Hingga 15 Februari 2026
- Rayakan Tahun Ke-4 SimInvest, Simversary Investors League 2025 Sukses Digelar
Dewan Soroti Kenirja Eksekutif Belum Ada Gebrakan Prestasi Menonjol Selama TA 2022

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto Terkait LKPJ Bupati Blitar.
MEGALPOLITANPOS.COM, Blitar - Atas laporan LKPJ Bupati Blitar tahun 2022 di Kantor DPRD Kabupaten Blitar pada Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi Fraksi, LKPJ Bupati Blitar Rini Syarifah banyak mendapat tanggapan pro dan kontra.
Salah satunya dikemukakan oleh Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto Terkait LKPJ Bupati Blitar, Suwito Saren Satoto politisi dari PDIP ini mengatakan, bahwa dalam LKPJ yang disampaikan oleh Bupati Blitar belum ada gebrakan prestasi yang luar biasa, semua penghargaan yang diperoleh masih biasa biasa saja.

Baca Lainnya :
- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
- Ikuti Arahan Presiden Prabowo, Pemkab Majalengka Dorong Atap Genting sebagai Kebijakan Ekonomi Rakyat
- Sejarah Kabupaten Majalengka: Dari Kerajaan Kuno hingga Perubahan Nama dan Hari Jadi Resmi
- AI Mengubah Dunia Jurnalisme: Peluang Efisiensi vs Ancaman Keberlanjutan Media di 2026
- Bupati Eman Suherman Resmikan Pustu Garawastu, Solusi Kesehatan untuk Warga Sekitar
"Ya secara umum kami mencermati bahwa capaian-capaian nya dari target dan kemudian juga disampaikan penghargaan-penghargaan, cuma penghargaan kok tidak ada yang bergengsi,” ungkap, Suwito Saren Satoto (09/04/23).
Momentum yang sangat pas dalam Pandangan Umum (PU) Fraksi Fraksi untuk menyampaikan saran usulan dan pendapat oleh masing - masing juru bicara Fraksi dengan diawali oleh Fraksi Golkar-Demokrat, kemudian fraksi PDIP, PKB, Fraksi PAN, dan Fraksi GPN (Gerakan Pembangunan Nasional).
Selanjutnya Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto kepada media mengatakan, bahwa apa yang telah dikemukakab oleu lima fraksi sehingga masing-masing menyampaikan pandangan Umum atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati tahun 2022.
"Kita ikuti bersama dan mengamati bagaimana sikap politik atau pandangan umum dari masing-masing Fraksi yang ada, dokumennya ada, dan semua itu harus menjadi pegangan dan catatan Bupati terhadapat capaian kinerja dalam satu tahun anggaran," ucap Suwito.
Perlu juga diketahui PU yang disajikan Fraksi fraksi sebagaimana berikut dari fraksi Demokrat – Golkar yang disampaikan juru bicaranya Sri Indah Setijaningsih, bahwa pemberian beasiswa pada mahasiswa berprestasi di Kabupaten Blitar sangat penting namun, Pemkab Blitar harus tepat sasaran, dan juga harus ada kontrol yang dilakukan oleh pemerintah terhadap penerima bantuan.

Fraksi PDIP disampaikan Budi Susila mengatakan, kegiatan sambang Desa harus dievaluasi karena Pemkab Blitar belum ada tindak lanjut yang dilakukan.
Dilanjutkan Fraksi PKB yang di bacakan Isnadi yang mengapresiasi kinerja Bupati Blitar dan jajaran yang telah menjalankan pemerintahan dengan baik.
Fraksi PAN disampaikan oleh Joko Santosa yang mengatakan, Agar Pemkab Blitar memperhatikan wilayah Blitar bagian Selatan agar tidak terjadi kesenjangan dengan bagian Utara.
Lalu terakhir Fraksi GPN yang di bacakan oleh Sunarto, dengan menyampaikan, Apresiasi terhadap kinerja Pemkab Blitar yang mengukir sejumlah prestasi.
"Namun Fraksi GPN tetap mengajak Pemkab Blitar berkerja keras dalam membangun Kabupaten Blitar, mengingat masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran." tutupnya. ** (adv/za/mp)
















