- Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
- Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan
- Kementerian UMKM Tegaskan KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan Tambahan
- Dari Kebun ke Rak Retail, PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Teh, Kopi, dan Gula
- Kementerian UMKM Luncurkan Arah Baru Kewirausahaan, Fokus Naik Kelas dan Daya Saing Global
- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Barito Utara Perkuat Mitigasi Karhutla dan Hidrometeorologi
- Wisuda XIII BKPRMI Barito Utara, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qur\\
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
Pemdes Selorejo Wujudkan Komitmen Membangun Desa Melalui Koperasi Desa Merah Putih

Keterangan Gambar : Pemdes Selorejo Wujudkan Komitmen Membangun Desa Melalui Koperasi Desa Merah Putih
MEGAPOLITANOS.COM, Blitar - Dalam rangka mensuksekan program nasional masa pemerintahan presiden Prabowo Subianto, prgram nasional pembangunan Koperasi Desa Merah Putih atau Kopdes Merah Putih, pemerintahan desa Selorejo Kecamatan Selorejo sangat merespon positif, mengingat untuk desa Selorejo berdirinya KDMP adalah langkah penting untuk membangun kemandirian ekonomi desa.
Diungkapkan Suwadi Kades Selorejo kepada media ini Selasa ( 28/01/26)
Dengan dilandasi penuh semangat gotong royong dan inklusivitas, koperasi desa dapat menjadi pilar penggerak kesejahteraan masyarakat desa Selorejo,"ungkap Suwadi.
Baca Lainnya :
- Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati Blitar Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahap 2
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
Seperti halnya desa lain di Kabupaten Blitar, pemerintahan desa Selorejo telah melakukan pembentukan koperasi merah putih baru baru ini yang diawali dengan musyawarah desa yang melibatkan komponen maayarakat dan lembaga desa BPD.
Kepala Desa Selorejo jug mengatakan melalui platform Kopdesa, proses pendirian koperasi menjadi lebih mudah, terarah, dan legal. " Untuk itu kami telah melakukan tahapan lengkap yang perlu dilalui untuk mendirikan Koperasi Desa Merah Putih, mulai dari musyawarah desa hingga digitalisasi dan pelatihan,"jelasnya
Pendirian Kopdesa merah putih sangat penting sebagai perwujudan kegotongroyongan, karena Koperasi Desa Merah Putih adalah bagian penting memberikan solusi lengkap, legal, dan modern. Sehingga atas dasar kegotongroyongan ini merupakan bagian dari gerakan ekonomi desa Merah Putih yang kuat dan mandiri.
1. Musyawarah Desa (Pra-Pendirian)
Tahap pertama dalam pendirian Kopdes adalah musyawarah desa. Ini merupakan forum penting yang melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan calon anggota koperasi untuk membahas rencana pendirian. Dalam musyawarah ini, warga desa menyepakati jenis koperasi yang akan dibentuk (konsumsi, simpan pinjam, atau serba usaha), visi-misi koperasi, serta tujuan jangka panjang. Hasil dari musyawarah ini menjadi dasar untuk melanjutkan ke proses pembentukan resmi.
2. Pembentukan Struktur dan Penyusunan AD/ART
Setelah kesepakatan terbentuk, langkah berikutnya adalah membentuk kepengurusan koperasi. Struktur organisasi koperasi biasanya terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Pengawas. Bersamaan dengan itu, disusun Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) koperasi. AD/ART mencakup aturan dasar, hak dan kewajiban anggota, mekanisme pengambilan keputusan, serta sistem pelaporan dan pertanggungjawaban. Dokumen ini sangat penting karena akan digunakan dalam proses legalisasi ke notaris dan instansi pemerintah.
3. Pembuatan Akta Notaris
Langkah selanjutnya adalah membuat akta pendirian koperasi melalui notaris. Dalam hal ini, Kopdesa akan membantu seluruh proses administrasi dan komunikasi dengan notaris yang telah bekerja sama. Akta ini memuat identitas koperasi, struktur kepengurusan, dan AD/ART secara resmi. Akta notaris menjadi dokumen utama untuk mengurus legalitas koperasi secara nasional.
4. Pengurusan Legalitas (AHU, NPWP, NIK, dan NIB)
Setelah akta notaris selesai, proses berlanjut ke tahap pengurusan legalitas koperasi:
AHU (Administrasi Hukum Umum) dari Kementerian Hukum dan HAM sebagai bukti bahwa koperasi telah terdaftar secara resmi.
NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) koperasi untuk keperluan perpajakan dan administrasi keuangan.
NIK Koperasi, yang akan menjadi identitas koperasi dalam sistem nasional.
NIB (Nomor Induk Berusaha) melalui sistem OSS sebagai izin operasional koperasi dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Semua proses ini akan dibantu dan difasilitasi oleh tim profesional Kopdesa agar berjalan lancar dan cepat tanpa harus repot.
5. Digitalisasi Koperasi
Setelah koperasi resmi berdiri secara hukum, tahap selanjutnya adalah digitalisasi. Kopdesa menyediakan sistem manajemen koperasi berbasis aplikasi yang memudahkan pencatatan keuangan, pengelolaan anggota, transaksi unit usaha, serta pembuatan laporan keuangan secara otomatis. Dengan sistem digital ini, koperasi menjadi lebih transparan, efisien, dan siap bersaing di era modern. Pengurus tidak perlu lagi membuat laporan manual, semua bisa dilakukan secara online.(**)
6. Pelatihan dan Pendampingan
Tak hanya berhenti di pendirian, Kopdesa juga memberikan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Mulai dari pelatihan manajemen koperasi, strategi pengembangan usaha, penggunaan aplikasi digital, hingga edukasi tentang regulasi dan pelaporan. Setiap koperasi yang tergabung dalam Kopdesa akan mendapatkan akses ke komunitas, modul pelatihan, dan dukungan langsung dari tim ahli. Dengan pendampingan ini, koperasi bisa terus berkembang dan mandiri.
Pendirian Koperasi Desa Merah Putih kini tidak lagi rumit. Dengan dukungan penuh dari platform Kopdesa, seluruh proses mulai dari musyawarah, legalisasi, hingga digitalisasi bisa dilakukan secara terstruktur dan efisien. Kopdesa hadir untuk mendampingi setiap langkah koperasi desa menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Desa Selorejo adalah bagian intergral, membangun soko guru perekonomian di tingkat desa, sehingga azas manfaat akan lebih dapat dirasakan oleh para pelaku UMKM, pertanian dan sektor lainnya. (za/mp )














