- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- OJK Luncurkan ETF Emas, Investasi Aman di Bursa Saham
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Dari Sampah Jadi Energi: Bank Jakarta Perluas Program Biodigester di Jakarta Utara
- EDRR Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Mitigasi Bencana dan Penyelamatan Global di JIExpo Kemayoran
- Hambatan Administratif Kepailitan Tekan Produksi dan Ekspor, PT Dua Kuda Indonesia Minta Operasional Tetap Berjalan
Detikom Regional Summit di BIJB Kertajati, Ungkap Investasi dan Investor Kawasan Rebana

MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kawasan Rebana merupakan wilayah di Bagian Utara dan Timur Provinsi Jawa Barat yang meliputi 7 (tujuh) daerah Kabupaten/Kota, yaitu Kabupaten Majalengka, Sumedang, Cirebon, Subang, Indramayu dan Kuningan serta Kota Cirebon.
Dalam hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai bahwa kawasan yang dikatakan strategis tersebut hingga sampai saat ini realisasi investasi belum maksimal dan bisa dibilang masih tertinggal jauh dari kawasan industri lama seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
"Tercatat, investasi di Jawa Barat pada triwulan pertama tahun 2025 total investasi yang masuk mencapai Rp. 68 triliun. Sebagian besar investasi yang masuk berada di luar Kawasan Rebana," kata, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada acara detikom Regional Summit yang ini digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka. Senin, (19/05/2025).
Baca Lainnya :
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
Dedi menjelaskan, dengan daya serap tenaga kerja sebanyak 91.082 ribu. Disebutkan, investasi yang masuk seperti Kabupaten Cirebon Rp. 878,31 miliar, Kota Cirebon Rp. 252,46 miliar, Majalengka Rp. 699,57 miliar, Kuningan Rp. 67,54 miliar, Indramayu Rp. 362,33 miliar, dan Subang Rp. 2,39 triliun.
"Hal yang menjadi faktor menghambat masuknya investor Rebana, pertama karena masalah infrastruktur atau konektivitasnya yang belum terbangun dengan baik. Di contohkan misalnya Patimban yang progresnya belum sesuai dengan harapan. Kedua adalah sarana dan prasarana misalnya ketersediaan listrik, jaringan air bersih, jalan yang memadai serta penunjang lainya," tuturnya.
Ditempat yang sama, Bupati Majalengka, H Eman Suherman pun mengakui keberadaan BIJB sebagai simpul konektivitas utama di wilayah Rebana belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Seperti halnya pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Menyikapi keprihatinan pemerintah dari adanya keluhan dari para jemaah haji Majalengka harus tetap melalui embarkasi yang berada di Indramayu meski bandara ada di Majalengka," ungkapnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam mengembangkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dengan adanya dukungan dari semua pihak baik pusat dan provinsi diharapkan keberadaan bandara bisa ramai.
Diakhir, bupati berharap dengan adanya detikom Regional Summit para kepala daerah dan tokoh nasional bisa mewujudkan kawasan Rebana sebagai metropolitan Jawa Barat.
Adapun narasumber, pembicara utama adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip serta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan moderator pimpinan redaksi Alfito Deannova Gintings. ** (Agit)



.jpg)













