- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
- Kemenkop Fasilitasi MoU Koperasi Gambir & ID FOOD untuk Ekspor ke India-Pakistan
Detikom Regional Summit di BIJB Kertajati, Ungkap Investasi dan Investor Kawasan Rebana

MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kawasan Rebana merupakan wilayah di Bagian Utara dan Timur Provinsi Jawa Barat yang meliputi 7 (tujuh) daerah Kabupaten/Kota, yaitu Kabupaten Majalengka, Sumedang, Cirebon, Subang, Indramayu dan Kuningan serta Kota Cirebon.
Dalam hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai bahwa kawasan yang dikatakan strategis tersebut hingga sampai saat ini realisasi investasi belum maksimal dan bisa dibilang masih tertinggal jauh dari kawasan industri lama seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
"Tercatat, investasi di Jawa Barat pada triwulan pertama tahun 2025 total investasi yang masuk mencapai Rp. 68 triliun. Sebagian besar investasi yang masuk berada di luar Kawasan Rebana," kata, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pada acara detikom Regional Summit yang ini digelar di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka. Senin, (19/05/2025).
Baca Lainnya :
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
Dedi menjelaskan, dengan daya serap tenaga kerja sebanyak 91.082 ribu. Disebutkan, investasi yang masuk seperti Kabupaten Cirebon Rp. 878,31 miliar, Kota Cirebon Rp. 252,46 miliar, Majalengka Rp. 699,57 miliar, Kuningan Rp. 67,54 miliar, Indramayu Rp. 362,33 miliar, dan Subang Rp. 2,39 triliun.
"Hal yang menjadi faktor menghambat masuknya investor Rebana, pertama karena masalah infrastruktur atau konektivitasnya yang belum terbangun dengan baik. Di contohkan misalnya Patimban yang progresnya belum sesuai dengan harapan. Kedua adalah sarana dan prasarana misalnya ketersediaan listrik, jaringan air bersih, jalan yang memadai serta penunjang lainya," tuturnya.
Ditempat yang sama, Bupati Majalengka, H Eman Suherman pun mengakui keberadaan BIJB sebagai simpul konektivitas utama di wilayah Rebana belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Seperti halnya pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Menyikapi keprihatinan pemerintah dari adanya keluhan dari para jemaah haji Majalengka harus tetap melalui embarkasi yang berada di Indramayu meski bandara ada di Majalengka," ungkapnya.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat diperlukan dalam mengembangkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Dengan adanya dukungan dari semua pihak baik pusat dan provinsi diharapkan keberadaan bandara bisa ramai.
Diakhir, bupati berharap dengan adanya detikom Regional Summit para kepala daerah dan tokoh nasional bisa mewujudkan kawasan Rebana sebagai metropolitan Jawa Barat.
Adapun narasumber, pembicara utama adalah Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekjen Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Dedi Latip serta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan moderator pimpinan redaksi Alfito Deannova Gintings. ** (Agit)

















