- Ghost Buzzer Siap Warnai Liburan Sekolah, Horor Anak Penuh Pesan Persahabatan dan Keberanian
- PTPN Group Gelar Donor Darah dan Edukasi Kesehatan, Wujud Nyata Kepedulian Sosial
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah
- Militansi KONI Kota Blitar Baru Tetap Kompak Bina Prestasi Semua Cabor
- Kementerian UMKM Perkuat Promosi Wastra Kalimantan Timur
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Marsiana Muhlis,PAUD Fondasi Utama Pembentukan Karakter dan Kesiapan Belajar Anak
- Ribuan Pengunjung Serbu Jakarta Fair 2026, Penyelenggara Perkuat Pengamanan Area Pameran
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
Dengan Kerjasama Lintas Kementerian KemenKopUKM Optimis Target 4 Persen Wirausaha Dapat Tercapai
.jpg)
Keterangan Gambar : Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah dalam Konprensi Pers di Jakarta, Senin, (14/10).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Indonesia masih membutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha baru untuk mencapai target 4 persen atau setara dengan 5,7 juta orang dari total angkatan kerja agar dapat disebut sebagai negara maju.
Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,94 persen atau sekitar 4,9 juta orang.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- KemenUMKM Tegaskan SMESCO sebagai Rumah UMKM dengan Beragam Layanan Terpadu
- Kementerian UMKM Lampaui Target Rasio Kewirausahaan Nasional 2025
- Kemenkop–Apdesi Merah Putih Sepakat Bangun 80 Ribu Kopdes, Target Rampung Maret 2026
.jpg)
Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah, mengaku keyakinannya bahwa target 4 persen wirausaha dapat tercapai dengan kerja sama lintas kementerian.
“Masih dibutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha untuk mencapai target negara maju. Saya optimis target tersebut bisa tercapai,” ungkap Siti Azizah saat jumpa pers di KemenkopUKM, Senin (14/10/2024).
Meski demikian, Siti Azizah mengakui bahwa pertumbuhan wirausaha di Indonesia belum sepenuhnya pulih ke level prapandemi.
.jpg)
Pada 2019, persentase wirausaha mencapai 3,2 persen atau 5,07 juta orang, namun turun drastis sebesar 7,16 persen menjadi 2,93 persen pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Sejak 2022, pemerintah telah meningkatkan upaya untuk mendorong pertumbuhan wirausaha. Hasilnya, pada tahun 2023, jumlah wirausaha meningkat menjadi 3,04 persen.
Siti Azizah juga menjelaskan bahwa wirausaha yang tercipta dalam tiga tahun terakhir telah memiliki rencana bisnis yang matang di sektor riil, dan diharapkan mampu menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia.
Namun, ia menyoroti bahwa capaian ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, bahkan Amerika Serikat yang memiliki 12 persen wirausaha dari populasi angkatan kerjanya.
Selain itu, Siti Azizah menyebutkan bahwa hingga Juli 2024, sebanyak 25,5 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah berhasil bertransformasi ke ekosistem digital.
Digitalisasi ini mencakup penggunaan e-katalog, media sosial, optimalisasi e-commerce lokal, serta digitalisasi pendataan anggota dan pelaporan keuangan bagi usaha menengah.
Transformasi digital ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan pentingnya Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan perdagangan digital, tetapi juga harus mengisi marketplace dengan produk-produk UMKM dalam negeri.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 32 juta merchant telah menggunakan QRIS, dengan 95 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Digitalisasi ini tidak hanya menyentuh aspek pemasaran online, tetapi juga mencakup seluruh aspek bisnis UMKM, mulai dari produksi, manajemen sumber daya manusia, hingga sistem pembayaran
Pungkas Siti Azizah. ( Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)












