- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
- Dandim 0506/Tgr Pimpin Momen Kenaikan Pangkat Personel Bintara dan Tamtama.
- Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti.
- Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.
Dengan Kerjasama Lintas Kementerian KemenKopUKM Optimis Target 4 Persen Wirausaha Dapat Tercapai
.jpg)
Keterangan Gambar : Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah dalam Konprensi Pers di Jakarta, Senin, (14/10).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Indonesia masih membutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha baru untuk mencapai target 4 persen atau setara dengan 5,7 juta orang dari total angkatan kerja agar dapat disebut sebagai negara maju.
Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,94 persen atau sekitar 4,9 juta orang.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- KemenUMKM Tegaskan SMESCO sebagai Rumah UMKM dengan Beragam Layanan Terpadu
- Kementerian UMKM Lampaui Target Rasio Kewirausahaan Nasional 2025
.jpg)
Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah, mengaku keyakinannya bahwa target 4 persen wirausaha dapat tercapai dengan kerja sama lintas kementerian.
“Masih dibutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha untuk mencapai target negara maju. Saya optimis target tersebut bisa tercapai,” ungkap Siti Azizah saat jumpa pers di KemenkopUKM, Senin (14/10/2024).
Meski demikian, Siti Azizah mengakui bahwa pertumbuhan wirausaha di Indonesia belum sepenuhnya pulih ke level prapandemi.
.jpg)
Pada 2019, persentase wirausaha mencapai 3,2 persen atau 5,07 juta orang, namun turun drastis sebesar 7,16 persen menjadi 2,93 persen pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Sejak 2022, pemerintah telah meningkatkan upaya untuk mendorong pertumbuhan wirausaha. Hasilnya, pada tahun 2023, jumlah wirausaha meningkat menjadi 3,04 persen.
Siti Azizah juga menjelaskan bahwa wirausaha yang tercipta dalam tiga tahun terakhir telah memiliki rencana bisnis yang matang di sektor riil, dan diharapkan mampu menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia.
Namun, ia menyoroti bahwa capaian ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, bahkan Amerika Serikat yang memiliki 12 persen wirausaha dari populasi angkatan kerjanya.
Selain itu, Siti Azizah menyebutkan bahwa hingga Juli 2024, sebanyak 25,5 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah berhasil bertransformasi ke ekosistem digital.
Digitalisasi ini mencakup penggunaan e-katalog, media sosial, optimalisasi e-commerce lokal, serta digitalisasi pendataan anggota dan pelaporan keuangan bagi usaha menengah.
Transformasi digital ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan pentingnya Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan perdagangan digital, tetapi juga harus mengisi marketplace dengan produk-produk UMKM dalam negeri.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 32 juta merchant telah menggunakan QRIS, dengan 95 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Digitalisasi ini tidak hanya menyentuh aspek pemasaran online, tetapi juga mencakup seluruh aspek bisnis UMKM, mulai dari produksi, manajemen sumber daya manusia, hingga sistem pembayaran
Pungkas Siti Azizah. ( Reporter: Achmad Sholeh Alek).





.jpg)









