- BAZNAS Majalengka Perkuat Sinergi dengan Kemenag, Dorong Program SIGAP di 300 Sekolah
- Kemhan RI dan Departemen War AS Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan, MDCP
- Walkot Munjirin Dorong Gerakan Pilah Sampah Perkantoran
- Viral Sekolah Rusak di Majalengka! Kadisdik Buka Fakta : Sudah Diusulkan, Tapi Terbentur Aturan Pusat
- Apel Pagi di PUPR, Bupati Barito Utara Dorong Kinerja Responsif dan Profesional
- Pemkab Barito Utara Dorong Literasi Keuangan Syariah Lewat SICANTIKS 2026
- Bupati Shalahuddin Buka Kegiatan SICANTIKS 2026, Dorong Literasi Keuangan Syariah di Barito Utara
- TPAKD Jadi Kunci, Pemkab Barito Utara Percepat Akses Keuangan hingga Pelosok
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi Dorong Inklusi Keuangan Daerah
- KH Maman Imanulhaq : Jangan Mainkan Tiket Haji, Ini Soal Keadilan Umat!
Dengan Kerjasama Lintas Kementerian KemenKopUKM Optimis Target 4 Persen Wirausaha Dapat Tercapai
.jpg)
Keterangan Gambar : Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah dalam Konprensi Pers di Jakarta, Senin, (14/10).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Indonesia masih membutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha baru untuk mencapai target 4 persen atau setara dengan 5,7 juta orang dari total angkatan kerja agar dapat disebut sebagai negara maju.
Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,94 persen atau sekitar 4,9 juta orang.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025
- BNI Dorong UMKM Manfaatkan AI, Perkuat Daya Saing Digital hingga Ekspor
- KemenUMKM Tegaskan SMESCO sebagai Rumah UMKM dengan Beragam Layanan Terpadu
- Kementerian UMKM Lampaui Target Rasio Kewirausahaan Nasional 2025
- Kemenkop–Apdesi Merah Putih Sepakat Bangun 80 Ribu Kopdes, Target Rampung Maret 2026
.jpg)
Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah, mengaku keyakinannya bahwa target 4 persen wirausaha dapat tercapai dengan kerja sama lintas kementerian.
“Masih dibutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha untuk mencapai target negara maju. Saya optimis target tersebut bisa tercapai,” ungkap Siti Azizah saat jumpa pers di KemenkopUKM, Senin (14/10/2024).
Meski demikian, Siti Azizah mengakui bahwa pertumbuhan wirausaha di Indonesia belum sepenuhnya pulih ke level prapandemi.
.jpg)
Pada 2019, persentase wirausaha mencapai 3,2 persen atau 5,07 juta orang, namun turun drastis sebesar 7,16 persen menjadi 2,93 persen pada 2020 akibat pandemi Covid-19.
Sejak 2022, pemerintah telah meningkatkan upaya untuk mendorong pertumbuhan wirausaha. Hasilnya, pada tahun 2023, jumlah wirausaha meningkat menjadi 3,04 persen.
Siti Azizah juga menjelaskan bahwa wirausaha yang tercipta dalam tiga tahun terakhir telah memiliki rencana bisnis yang matang di sektor riil, dan diharapkan mampu menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia.
Namun, ia menyoroti bahwa capaian ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, bahkan Amerika Serikat yang memiliki 12 persen wirausaha dari populasi angkatan kerjanya.
Selain itu, Siti Azizah menyebutkan bahwa hingga Juli 2024, sebanyak 25,5 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah berhasil bertransformasi ke ekosistem digital.
Digitalisasi ini mencakup penggunaan e-katalog, media sosial, optimalisasi e-commerce lokal, serta digitalisasi pendataan anggota dan pelaporan keuangan bagi usaha menengah.
Transformasi digital ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan pentingnya Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan perdagangan digital, tetapi juga harus mengisi marketplace dengan produk-produk UMKM dalam negeri.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 32 juta merchant telah menggunakan QRIS, dengan 95 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.
Digitalisasi ini tidak hanya menyentuh aspek pemasaran online, tetapi juga mencakup seluruh aspek bisnis UMKM, mulai dari produksi, manajemen sumber daya manusia, hingga sistem pembayaran
Pungkas Siti Azizah. ( Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)














