Dengan Kerjasama Lintas Kementerian KemenKopUKM Optimis Target 4 Persen Wirausaha Dapat Tercapai

By Achmad Sholeh(Alek) 14 Okt 2024, 23:14:16 WIB UMKM
Dengan Kerjasama Lintas Kementerian KemenKopUKM Optimis Target 4 Persen Wirausaha Dapat Tercapai

Keterangan Gambar : Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah dalam Konprensi Pers di Jakarta, Senin, (14/10).


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Indonesia masih membutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha baru untuk mencapai target 4 persen atau setara dengan 5,7 juta orang dari total angkatan kerja agar dapat disebut sebagai negara maju.


Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,94 persen atau sekitar 4,9 juta orang.

Baca Lainnya :








Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM), Siti Azizah, mengaku keyakinannya bahwa target 4 persen wirausaha dapat tercapai dengan kerja sama lintas kementerian.


“Masih dibutuhkan sekitar 800 ribu wirausaha untuk mencapai target negara maju. Saya optimis target tersebut bisa tercapai,” ungkap Siti Azizah saat jumpa pers di KemenkopUKM, Senin (14/10/2024).


Meski demikian, Siti Azizah mengakui bahwa pertumbuhan wirausaha di Indonesia belum sepenuhnya pulih ke level prapandemi.








Pada 2019, persentase wirausaha mencapai 3,2 persen atau 5,07 juta orang, namun turun drastis sebesar 7,16 persen menjadi 2,93 persen pada 2020 akibat pandemi Covid-19.


Sejak 2022, pemerintah telah meningkatkan upaya untuk mendorong pertumbuhan wirausaha. Hasilnya, pada tahun 2023, jumlah wirausaha meningkat menjadi 3,04 persen.


Siti Azizah juga menjelaskan bahwa wirausaha yang tercipta dalam tiga tahun terakhir telah memiliki rencana bisnis yang matang di sektor riil, dan diharapkan mampu menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di seluruh Indonesia.


Namun, ia menyoroti bahwa capaian ini masih tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, bahkan Amerika Serikat yang memiliki 12 persen wirausaha dari populasi angkatan kerjanya.


Selain itu, Siti Azizah menyebutkan bahwa hingga Juli 2024, sebanyak 25,5 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah berhasil bertransformasi ke ekosistem digital.


Digitalisasi ini mencakup penggunaan e-katalog, media sosial, optimalisasi e-commerce lokal, serta digitalisasi pendataan anggota dan pelaporan keuangan bagi usaha menengah.


Transformasi digital ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menegaskan pentingnya Indonesia tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan perdagangan digital, tetapi juga harus mengisi marketplace dengan produk-produk UMKM dalam negeri.


Hingga saat ini, tercatat sebanyak 32 juta merchant telah menggunakan QRIS, dengan 95 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.


Digitalisasi ini tidak hanya menyentuh aspek pemasaran online, tetapi juga mencakup seluruh aspek bisnis UMKM, mulai dari produksi, manajemen sumber daya manusia, hingga sistem pembayaran

Pungkas Siti Azizah. ( Reporter: Achmad Sholeh Alek).




  • Kemenkop dan Kemensos Rencanakan Penerima PKH Jadi Karyawan KDKMP

    🕔04:17:36, 14 Apr 2026
  • LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas

    🕔03:48:06, 11 Apr 2026
  • Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global

    🕔11:09:20, 07 Apr 2026
  • Kemenkop Teken MoU Bersama BPJS Kesehatan untuk Akselerasi Layanan Kesehatan di Desa

    🕔18:05:11, 07 Apr 2026
  • Wamen UMKM Sebut Kewirausahaan Jadi Kunci Keberhasilan Hadapi Puncak Demografi

    🕔21:32:32, 06 Apr 2026