- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Anggaran Kementerian dan Lembaga Dipotong 30 Persen per 8 Oktober, Begini Instruksi Menkeu!
- Koramil 09/Mauk Gelar Patroli Malam, Antisipasi Daerah Rawan Begal.
- Wujud Sinergi TNI dan Komduk, Dibangun Dengan Jaga Keamanan .
- Transformasi Bank DKI Jadi Bank Jakarta, Pemprov DKI Dorong Ekspansi Bisnis
- Kisah Inspiratif Dwi Suswanti Raih Gelar Doktor, Meski Sang Ibu Tak Lulus SD
- 174 Pelajar Ikuti Persami KKRI 2026 di Menarhanud 10/ABC.
- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
Breaking News ; Hembusan Suhu Panas Politik Diduga Ada Mantan Asisten Stafsus Jokowi Bermain Rekom Pilkada Blitar 2024

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Isu panas menerpa dunia politik di negeri ini, disebut ada nama mantan asisten staf khusus Presiden Jokowi inisial YN viral di medsos, karena komentarnya dinilai arogan oleh warganet. Ternyata juga diduga bermain rekomendasi calon Bupati Blitar, pada Pilkada Kabupaten Blitar 2024.
Mengutip dari media lentera today. com, dugaan ini mencuat, berdasarkan informasi dari salah satu sumber yang dekat dengan petinggi Partai Gerindra. Menurut sumber yang minta namanya tidak disebutkan ini, kalau YN adalah pihak yang menghubungkan salah satu calon Bupati Blitar pada Pilkada 2024 ini. Untuk bisa mendapatkan rekomendasi dari Partai Gerindra, padahal YN itu cuman mantan asisten stafsus Jokowi.
"Jadi cuman mantan asisten stafsus, bukan stafsus Jokowi lho ya. Diduga kuat, YN memanfaatkan posisi itu untuk melobi Partai Gerindra, agar bisa mendapatkan rekom salah satu cabup di Blitar," ungkap sumber tadi kepada wartawan. Senin, (9/9/24).
Baca Lainnya :
- Bupati Eman Hadir, Makom Albab Majalengka Siap Tancap Gas 2026-2031
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
Dalam laman ini juga menyampaikan adapun hubungan YN dengan cabup Blitar tersebut, hingga diduga kuat melobi rekomendasi Partai Gerindra. Terungkap jika YN ternyata isteri dari salah satu orang dekat cabup Blitar tersebut, yaitu seorang gus dari pondok pesantren yang selama ini mendukung cabup tersebut.
Sehingga ditegaskan sumber tadi, Partai Gerindra tertipu sampai mau mengeluarkan rekomendasi untuk salah satu cabup Blitar yang dibawa oleh YN.
"Kabar ini bahkan sudah sampai ke kalangan DPR di Senayan, jadi pembahasan ramai," tegasnya.
Kabar YN ikut bermain rekomendasi Pilkada semakin menguat, karena hingga saat ini ada salah satu partai besar pengusung calon Bupati Blitar yang belum mengeluarkan rekomendasi.
"Bahkan turunnya rekomendasi Partai Gerindra kepada salah satu calon Bupati Blitar inilah, yang juga diduga menyebabkan perpecahan di internal Gerindra Blitar," bebernya.
Secara terpisah, Sekretaris DPC Partau Gerindra Kabupaten Blitar, Sugianto ketika dikonfirmasi mengenai kabar ini mengaku belum tahu, jika rekomendasi partainya diduga dimainkan oleh mantan asisten stafsus Jokowi.
"Kami belum dengar, karena terkait rekomendasi adalah kewenangan penuh DPP jadi kami pengurus di daerah sama sekali tidak tahu," kata Sugik panggilan Sugianto.
Diungkapkan Sugik kalau selama proses rekomendasi, pihak DPC Gerindra Kabupaten Blitar hanya sebatas mengusulkan nama-nama yang memiliki potensi.
"Sifatnya hanya mengusulkan nama-nama saja, ada sekitar 6-7 nama dan keputusan sepenuhnya ada di DPP. Termasuk mengusulkan kader Gerindra, sesuai dengan keputusan Rapimnas untuk mengutamakan kader sendiri," tegasnya.
Disinggung kalau Partai Gerindra pecah akibat turunnya rekomendasi kepada salah cabup Blitar, yang diatur oleh YN dengan mengaku asisten stafsus Jokowi.
"Kalau soal itu sebenarnya tidak ada perpecahan partai, hanya perbedaan pendapat saja. Karena DPC Gerindra Kabupaten Blitar, patuh terhadap keputusan DPP partai," pungkas Sugik.
Sementara itu terkait inisial YN yang viral di medsos, ketika ditelusuri ternyata merujuk pada nama Yasmin Nur yang mengaku asisten stafsus Presiden Jokowi.
Nama Yasmin Nur viral, setelah menanggapi cuitan Cahyo di media sosial X yang menyebut seorang yang kurang kompeten, menduduki posisi penting sebagai asisten staf khusus presiden. Yasmin merespons gaji seorang asisten stafsus, bisa mencapai Rp 23 juta per bulan.
"Gue kasih paham Asisten Staf Khusus Presiden bukan pekerjaan remeh kaya yang lu tuduhkan. Asisten di Staf Khusus Presiden setara jabatan struktural Eselon 2 dan gue diberi mandat negara boleh milih 2 Pembantu Asisten setara Eselon 3. Mana ada gue pamerin di medsos. Gue ga ugal2an..,” cuit Yasmin dalam akun X yang sempat di tangkapan layar X sebelum akunnya dideaktivasi.
Merasa diserang secara pribadi, Yasmin merespons dengan tegas di media sosial. Ia mengancam akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi yang dianggapnya tidak benar dan merugikan reputasinya.
"Laporin bareskrim ga yah udh pernah sih menjarain org kasian bgt tapi abis gtu nasib2 mereka yg kena opsus," tulis Yasmin di Instagram Story dikutip, Minggu(8/9/2024).
Respon ini memicu berbagai reaksi dari netizen, ada yang mendukungnya namun banyak juga yang mengkritik cara Yasmin menangani situasi tersebut. ** (za/mp)



.jpg)

.jpg)



.jpg)
.jpg)





