- BIMA Apresiasi DPR dan Botok, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026
- Peran Penting Kemitraan dengan BRI Talun Dorong UMKM Usaha Fasiatin Naik Kelas dan Berkembang
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
- Sosialisasi Digital BPJS Ketenagakerjaan Lewat Zoom, Dwi Paparkan Manfaat Program Lapak Asik
- Bupati Blitar Dorong Pelestarian Wisata Budaya Jamasan Gong Kyai Pradah 2026
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Korban Bencana Sumatera hingga 2028
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
Bertemu Para Guru di Rakernas Pergunu ke-V, Berbincang Tentang Perjuangan Alm. KH. Abdul Chalim Leuwimunding

Keterangan Gambar : Sahabat dari Pimpinan Ponpes Al Mizan Jatiwangi, KH. Maman Imanulhag. Diantaranya, Wamenag RI KH. Zainut Tauhid Sa'adi datang ke Rumah Makan Langensari, Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM Majalengka - Tiba-tiba datang kabar sahabat dari Pimpinan Ponpes Al Mizan Jatiwangi, KH. Maman Imanulhag. Diantaranya, Wamenag RI KH. Zainut Tauhid Sa'adi datang ke Rumah Makan Langensari, Majalengka. Kebetulan ditempat itu adalah restoran yang dikelola keluarga besar kami, lokasinya berada di kompleks Ponpes Al Mizan Jatiwangi.
Diketahui bahwa, kedatangan Wamenag ke Majalengka ini untuk menghadiri Rakernas Pergunu ke-V. Selain Wamenag tentu banyak pejabat lainnya yang datang ke acara tersebut.
Ia yakinkan, benar saja usai itu, Gubernur Jawa Timur pun turut mampir di Langensari. Sebisanya kami menjamunya. Dan tentu kami menyuguhkan kopi khas MCC, cafe yang dikelola para santri Al Mizan.
Baca Lainnya :
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
Di Lokasi kegiatan, di Alun-alun Leuwimunding Maalengka saya banyak bertemu para guru, salah satunya yakni Menkopolhukam Prof Mahfud MD.

Setelah Prof Mahfudz memberi pengarahan, saya didaulat memberi Materi di acara yang dihadiri para Guru NU se Indonesia itu.
"Jadi di Komplek Pesantren Amanatul Ummah, Saya banyak berbincang dengan Prof Mahfud dan beberapa tokoh lain. Apalagi jarang rasanya saya berkesempatan untuk bertemu dengan Prof Mahfud yang tentunya begitu sibuk sebagai pejabat tinggi negara," ungkap, KH Maman dalam keterangan persnya. Sabtu, (17/06/2023)
Dikesempatan itu, hadir pula Kiai Asad Said Ali, beliau merupakan Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU 2010-2015.
Juga nampak sahabat saya di Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto yang juga merupakan Wakil Ketua MPR RI. Saya kerap bertemunya di rapat-rapat komisi baik pembahasan haji, bencana, sosial, atau topik-topik yang berurusan dengan mitra Komisi VIII DPR RI.
Dalam Rakernas itu, tentunya saya bertemu shohibul bait, Ketua Pergunu Prof. KH Asep Saifuddin Chalim, kiai miliarder ini juga seorang guru besar bidang Sosiologi oleh Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Beliau merupakan anak bungsu dari KH. Abdul Chalim, juga pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah Surabaya, Majalengka, Mojokerto, dan Banyuwangi.
Kehadiran banyak tokoh tersebut, juga sebagai penghormatan atas perjuangan Alm. KH. Abdul Chalim Leuwimunding. Saya dari awal terus mendukung KH Abdul Chalim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Beliau adalah seorang pejuang pada perintisan kemerdekaan Indonesia. Beliau punya sejarah panjang dalam menentang penjajahan yang dilakukan oleh Belanda.
Sekilas, Ia mengapresiasi sosok tokoh sejarah tersebut, tak hanya tentang usahanya menentang kolonialisme, cerita perjuangan tokoh kelahiran Leuwimunding Majalengka ini pun kentara pada peran-perannya atas terselenggaranya Komite Hijaz pada 31 Januari 1926 yang kemudian melahirkan NU, ormas Islam terbesar di Indonesia.

"Belum lagi soal sepak terjangnya di dunia politik, KH Abdul Chalim Leuwiminding adalah politisi ulung, ia sempat mewakili Partai NU sebagai Anggota DPR tahun 1955. Sepak terjang kehidupannya memberikan inspirasi kepada warga NU agar tak alergi pada politik sehingga segala aspirasi bisa tersalurkan melalui wakilnya di parlemen," ujarnya.
Diakhir, Ia mengucapkan terimakasih serta rasa syukur Alhamdulillah berkah NU. Saya banyak bertemu para para guru. ** (Agit)
















