- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Hanya di Jakarta Fair 2026, Produk Furniture Diskon hingga 60 Persen
- Terkait Isu Dugaan Penyekapan dan Pemerasan di Percetakan “Mau Print”, Pemilik Percetakan Memberikan Klarifikasi dan Memohon Masyarakat Jangan Mudah Terbawa Opini Sesaat
- Dari Pupuk Bersubsidi hingga Klinik Kesehatan, KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju

Keterangan Gambar : Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pilkades Serentak 2026 direncanakan berlangsung di 30 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Blitar. Sebelum tahapan dibuka secara resmi, pemerintah daerah telah melakukan sejumlah persiapan, mulai dari penyesuaian Peraturan Daerah tentang Desa pasca terbitnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024, penetapan tahapan Pilkades Serentak 2026, hingga sosialisasi kepada desk Pilkades, Forkopimcam, dan pemerintah desa.
Dari 30 desa di 17 Kecamatan yang bakal menggelar Pilkades serentak salah satunya adalah Desa Sumberboto Kecamatan Wonotirto, santer kabar diluaran bakal ada dua kandidat yang akan masuk di bursa Pilkades desa Sumberboto, sosok Incumbent Petahana adalah Panggih Riadi salah satunya.
Dari penelusuran media ini melalui beberapa tokoh menyampaikan, sosok Panggih Riadi cukup di kenal oleh semua kalangan, Panggih dikenal sebagai orang yang meniti perjalanan kariernya diawali sebagai pamong desa, dan kariernya melejit menjadi Kepala Desa Sumberboto yang amanah dan disiplin ramah dan supel.
Baca Lainnya :
- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
Kepada media ini Panggih Riadi menyampaikan bahwa Pilkades merupakan perwujudan demokrasi di tingkat desa yang harus dijalankan dengan penuh kedewasaan, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi norma dan semangat persaudaraan.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta turut menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses Pilkades berlangsung. "Saya berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan secara jujur, adil, transparan, aman, dan kondusif. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat," Ungkap Panggih.
Pengabdian Panggih di Pemerintahan Desa Sumberboto selama ini telah menorehkan prasasti yang patut di banggakan, berbagai pembangunan sarana prasarana desa, peningkatan ekonomi pertanian menjadi parameter keberhasilan selama dalam masa jabatan sebagai kepala desa Sumberboto.
Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serantak bakal berlangsung pada 23 November 2026, semangat demokrasi yang sehat dan bermartabat terus digaungkan oleh seluruh elemen masyarakat desa. Pilkades menjadi momentum penting untuk memilih pemimpin yang mampu membawa kemajuan, kesejahteraan, dan pelayanan terbaik bagi warga desa. Tahapan Pilkades telah dilalui apa lagi sebagian serentak di Kabupaten Blitar sendiri telah mulai dipersiapkan sejak pertengahan tahun 2026. Pada 22 Juni 2026, ajang kontestasi Pillades, diungkapkan oleh pria bertubuh tambun berkumis Panggih Riadi, “Pilkades sebagai wujud menjalankan amanah Undang - Undang dan Pancasila, dinamika berdemokrasi tetap satu bingkai persatuan meski berbeda pilihan, Pilkades bukan ajang untuk memecah belah masyarakat,"tuturnya
Panggih Riadi sangat berharap, penyelenggaraan Pilkades nanti akan semakin membuka kedewasaan sudut pandang dan prilaku masyarakat dalam berdemokrasi, tetap menjunjung adab gotong royong.
Pilkades Sumberboto pada 23 November 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan menghasilkan pemimpin yang benar-benar mampu mengemban amanah rakyat demi kemajuan desa Sumberboto mendatang.
" Perbedaan pilihan bagian dari melaksanakan demokrasi yang harus dijunjung tinggi dan dihormati bersama mulai dari pendukung dan seluruh elemen masyarakat desa Sumberboto,"imbuhnya
Ditekankan pula oleh Panggih Riadi, bahwa semua kandidat dalam Pilkades harus mampu menunjukan simpati propaganda visi missi, program kerja yang dapat mendorong pertumbuhan peningkatan perekonomian di desa Sumberboto, sehingga Pilkades dapat dimaknai tidak hanya sebagai ajang seremoni perebutan kekuasaan, ajang kontestasi politik, terlebih dari itu juga sebagai sarana menuangkan gagasan program memajukan wilayah di Kabupaten Blitar.
“Masyarakat monggo datang nanti menggunakan hak pilihnya Pilkades 23 November 2026 dengan Jurdil, pilih pemimpin jangan salah demi kemajuan Desa Sumberboto, siapapun yang terpilih adalah yang dikehendaki rakyat dan harus kita hargai, ojo lali panggah milih bolone dewe sing enek butinya,"tandasnya.
Sementara itu Bupati Blitar Rijanto di Pendopo Ronggo Hadinegoro usai melantik Kepala Desa Jambewangi mengatakan Pilkades merupakan perwujudan demokrasi di tingkat desa yang harus dijalankan dengan penuh kedewasaan, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi semangat persaudaraan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta turut menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama proses berlangsung.
"Saya berharap seluruh tahapan Pilkades dapat berjalan secara jujur, adil, transparan, aman, dan kondusif. Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun jangan sampai menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat," kata Rijanto.
Muncul pertanyaan di tengah masyarakat, apakah kondisi ini berkaitan dengan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya perhatian terhadap fasilitas umum. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang tidak bertahan lama.
Jl. Batanghari sebagai jalur vital seharusnya mendapat prioritas perbaikan, mengingat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga Kota Blitar. Hingga kini, masyarakat masih menunggu respons dan tindakan nyata dari pihak terkait agar kondisi jalan kembali layak.
Menurutnya, Pilkades bukan sekadar ajang memilih pemimpin desa, melainkan momentum untuk memberikan arah pembangunan daerah ke depan. ( za/mp )









.jpg)





