- Sidak di RW 05 Poris Gaga, Komisi I : Para Pengembang di Kota Tangerang Harap Berikan Akses Jalan Untuk Warga
- Panggih Riadi, Kembali Mengabdi untuk Desa Sumberboto Maju
- Hanya di Jakarta Fair 2026, Produk Furniture Diskon hingga 60 Persen
- Terkait Isu Dugaan Penyekapan dan Pemerasan di Percetakan “Mau Print”, Pemilik Percetakan Memberikan Klarifikasi dan Memohon Masyarakat Jangan Mudah Terbawa Opini Sesaat
- Dari Pupuk Bersubsidi hingga Klinik Kesehatan, KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
Dari Pupuk Bersubsidi hingga Klinik Kesehatan, KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
.jpg)
Keterangan Gambar : KDMP Tamanmartani Hadirkan Solusi Nyata bagi Warga
MEGAPOLITANPOS.COM, Sleman– Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membuktikan bahwa koperasi desa mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus penyedia layanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan dukungan pembiayaan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi, KDMP Tamanmartani berhasil mengembangkan berbagai unit usaha produktif, mulai dari sektor pertanian, perikanan, perdagangan kebutuhan pokok, hingga layanan kesehatan yang kini menjadi andalan masyarakat setempat.
Ketua KDMP Tamanmartani, Mawardi, mengatakan koperasi yang berdiri pada 2025 tersebut kini telah memiliki 1.118 anggota dan terus berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa.
Baca Lainnya :
"Kami ingin koperasi hadir sebagai solusi bagi masyarakat. Bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga pelayanan dasar yang dibutuhkan warga desa," ujar Mawardi.
Salah satu unit usaha unggulan koperasi adalah penyaluran pupuk bersubsidi. KDMP Tamanmartani dipercaya sebagai penyalur pupuk bersubsidi dengan volume sekitar 400 ton per tahun sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Dalam enam bulan terakhir saja, koperasi telah menyalurkan lebih dari 200 ton pupuk kepada kelompok tani di wilayah Tamanmartani.
Selain pupuk bersubsidi, koperasi juga menyediakan benih, pestisida, serta berbagai sarana produksi pertanian lainnya. Ke depan, koperasi menargetkan pengembangan ekosistem pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, pendampingan budidaya, hingga penyerapan hasil panen petani.
"Petani kini lebih mudah mendapatkan pupuk dan kebutuhan pertanian lainnya secara tepat waktu dan tepat sasaran. Kami ingin koperasi menjadi bagian dari solusi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani," kata Mawardi.
Tak hanya fokus pada sektor pertanian, KDMP Tamanmartani juga menghadirkan layanan kesehatan melalui klinik yang telah mengantongi izin operasional dari Dinas Kesehatan. Klinik tersebut menyediakan layanan Poli Umum, Poli Gigi, Poli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta farmasi dengan dukungan 10 tenaga kesehatan dan tenaga pendukung.
Menurut Mawardi, keberadaan klinik koperasi menjadi jawaban atas keterbatasan akses layanan kesehatan masyarakat yang sebelumnya harus menempuh jarak lebih dari enam kilometer menuju puskesmas. Saat ini, koperasi juga tengah menyelesaikan proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar dapat melayani lebih banyak peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dukungan LPDB Percepat Pengembangan Koperasi
Mawardi mengungkapkan, pembiayaan dana bergulir dari LPDB Koperasi menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan berbagai unit usaha koperasi. Selain memperkuat modal kerja, LPDB juga memberikan pendampingan agar koperasi dapat tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
"LPDB sangat membantu kami, bukan hanya melalui pembiayaan tetapi juga pendampingan dalam pengembangan usaha. Dukungan ini membuat koperasi semakin optimistis untuk memperluas manfaat bagi anggota dan masyarakat," ujarnya.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menilai keberhasilan KDMP Tamanmartani menjadi bukti bahwa koperasi desa mampu berkembang sebagai pusat kegiatan ekonomi sekaligus layanan sosial apabila dikelola secara profesional dan didukung akses pembiayaan yang memadai.
Menurutnya, model bisnis yang diterapkan KDMP Tamanmartani sejalan dengan semangat pemerintah dalam membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat berbasis gotong royong.
"KDMP Tamanmartani menunjukkan bahwa koperasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha, tetapi juga mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat. Dari sektor pertanian yang membantu petani memperoleh sarana produksi hingga layanan kesehatan yang mendekatkan akses pelayanan kepada warga. Inilah wajah koperasi modern yang produktif, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," kata Krisdianto.
Ia menegaskan LPDB Koperasi akan terus memperkuat pembiayaan dan pendampingan kepada koperasi produktif di seluruh Indonesia agar mampu memberikan manfaat ekonomi maupun sosial yang lebih luas.
"Kami berharap keberhasilan KDMP Tamanmartani menjadi inspirasi bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di seluruh Indonesia. Dana bergulir LPDB tidak hanya memperkuat usaha koperasi, tetapi juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat kemandirian desa," tegasnya.
Keberhasilan KDMP Tamanmartani mengintegrasikan sektor pertanian, kesehatan, perikanan, dan perdagangan menjadikan koperasi ini sebagai salah satu model pengembangan Koperasi Desa Merah Putih yang mulai banyak dijadikan rujukan.
Dengan dukungan anggota, pemerintah daerah, serta pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi, KDMP Tamanmartani terus berkembang sebagai contoh nyata bagaimana koperasi desa mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus menghadirkan layanan publik yang dibutuhkan masyarakat.(AS/MP).










.jpg)





