- Maman Imanul Haq Ungkap Alasan Rocky Gerung Layak Dekat Prabowo
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
BEP Kurang Dari 1 Tahun, Nona Manis Makin Diminati Diaspora

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Bisnis kuliner merupakan bisnis yang banyak diminati oleh pengusaha termasuk pengusaha pemula. Tentunya, jenis hidangan yang disajikan harus menyesuaikan dengan cita rasa masyarakat yang bermukim di sekitar area bisnis kuliner tersebut.
Dengan jumlah diaspora Indonesia yang banyak, Belanda menjadi negara yang potensial sebagai lokasi bisnis kuliner masakan Indonesia.
Diaspora Indonesia Renu Lubis menikah dengan Eduard Roesdi dan kemudian sama-sama mendirikan restoran Nona Manis di Oegstgeest, Belanda. Renu lebih banyak berperan untuk managerial restoran, sedangkan Eduard adalah chef yang bertugas untuk menjaga cita rasa dan kualitas hidangan.
Baca Lainnya :
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Hari Batik Nasional, BNI Dorong Perajin dan UMKM Batik Naik Kelas hingga Pasar Global
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
Renu mengatakan bahwa Nona Manis memiliki konsep unik dibandingkan dengan restoran makanan Indonesia lainnya.
"Konsep hidangan masakan Indonesia dengan set course menu yang biasa digunakan oleh restoran-restoran Barat menjadi daya tarik tersendiri di sini. Menunya pun jarang ditemui di Belanda seperti misalnya Karedok, Soto Kudus, Ikan Arsik, Ikan Mangut, Nasi Ulam hingga Siomay Bandung," ujar Renu.
Bahkan Renu mengaku kalau Nona Manis telah mencapai Break Event Point (BEP) atau titik impas dalam waktu kurang dari satu tahun. Hal tersebut tidaklah mudah untuk segmen bisnis restoran.
"Tentunya, keberhasilan kami ini tidak lepas dari dukungan diaspora loan BNI, terutama untuk biaya sewa tempat di era pandemi lalu dan operasional restoran. Bahkan, BNI juga membantu kami untuk mendapatkan bahan baku dan kudapan dari Indonesia," ujarnya.
Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas turut memberikan apresiasi positif terhadap langkah BNI tersebut.
"KBRI menghimbau para diaspora di Belanda untuk dapat memanfaatkan peluang bisnis terutama di bidang kuliner. Sebagai bank milik pemerintah yang Go Global, BNI memberikan respon positif dengan semakin banyak membiayai usaha-usaha restoran milik diaspora di Belanda," ujar Mayerfas.
Mayerfas juga mengatakan, "Bu Renu dan Pak Eduard dengan restoran Nona Manis hanya satu dari sekian keberhasilan BNI dalam membantu diaspora Indonesia di Belanda. Semakin diaspora yang merasakan manfaat sejak BNI hadir di Belanda."
Mayerfas menambahkan dukungan BNI tidak terbatas pada kredit semata, bahkan hingga membantu dalam mendapatkan bahan baku dari Indonesia hingga berbagai keperluan transaksi perbankan antar negara.
"Kami dari KBRI berharap BNI dapat terus mengintegrasikan produk dan layanan perbankannya dengan program business matching agar diaspora pengusaha di luar negeri semakin terbantu," tutup Mayerfas.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)






.jpg)






