- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
- Pemkab Barito Utara Matangkan Program Pembangunan, Bupati Tekankan Efektivitas dan Ketepatan Sasaran
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
Bapanas-Kementan dan Bulog Siap Jalankan Visi Presiden Perkuat Swasembada Pangan

Keterangan Gambar : Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA),Arief Prasetyo Adi
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta-- Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi memastikan pihaknya akan melakukan penyerapan hasil panen petani dengan menugasi Bulog pada panen raya besar yang akan berlangsung pada Februari dan Maret 2025 mendatang.
Menurut Arief, penyerapan ini merupakan bagian dari tugas Bapanas dan Bulog sebagai Standby Buyer dalam memenuhi kebutuhan nasional melalui hasil produksi dalam negeri. Dengan begitu, kata Arief, Bapanas siap menjalankan visi Presiden dalam memperkuat swasembada pangan.
“Pemerintah sudah menyiapkan oplah (optimasi lahan) dan juga cetak sawah yang nanti bisa memperkuat produksi kita. Kemudian Februari dan Maret saat panen raya tiba pembelian gabah tidak boleh dibawah HPP. Jadi sekarang semua kerja keras, misalnya dryer nya kita siapkan, silo nya kita siapkan dan kita siapkan juga penghilangan padi yang kecil-kecil karena kita lagi mau menggerakkan ekonomi,” ujar Arief dalam Forum Business Summit bertajuk Redefining Food Sovereignty for Indonesia’s Future yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Jumat kemarin.
Baca Lainnya :
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
- Dukung Program Prabowo Dapur MBG Blitar Garum Tawangsari II Kerja Keras Sepenuh Hati
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
Sebenarnya, kata Arief, kebutuhan beras untuk memenuhi masyarakat Indonesia sudah cukup mengingat cadangan beras yang ada di Bulog saat ini mencapai 2 juta ton. Angka sebesar itu pasti akan bertambah banyak pada saat panen raya berlangsung di tahun depan.
“Dan kalaupun kemarin kita ada importasi itu sebenarnya untuk cadangan pangan pemerintah karena pemerintah harus punya cadangan. Kemudian ada juga impor beras untuk kategori beras khusus seperti beras basmati dan juga beras untuk kebutuhan restoran,” katanya.
Selain beras, Arief memastikan bahwa Indonesia sudah mencapai swasembada untuk komoditas ayam, telur dan sejumlah komoditas lain yang sampai saat ini produksinya dalam posisi surplus.
“Yang pertama pangan kita itu sebenarnya sudah banyak yang swasembada. Misalnya ada ayam potong dan telur produksinya sudah surplus. Nah tinggal kita sesuai arahan bapak Presiden untuk meningkatkan produksi beras nasional dan kita optimis bisa mewujudkannya,” jelasnya.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)














