- Hasil Pemilihan RW 02 Tirtajaya, Sugianto Menang dan Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah.
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
Bapanas-Kementan dan Bulog Siap Jalankan Visi Presiden Perkuat Swasembada Pangan

Keterangan Gambar : Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA),Arief Prasetyo Adi
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta-- Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi memastikan pihaknya akan melakukan penyerapan hasil panen petani dengan menugasi Bulog pada panen raya besar yang akan berlangsung pada Februari dan Maret 2025 mendatang.
Menurut Arief, penyerapan ini merupakan bagian dari tugas Bapanas dan Bulog sebagai Standby Buyer dalam memenuhi kebutuhan nasional melalui hasil produksi dalam negeri. Dengan begitu, kata Arief, Bapanas siap menjalankan visi Presiden dalam memperkuat swasembada pangan.
“Pemerintah sudah menyiapkan oplah (optimasi lahan) dan juga cetak sawah yang nanti bisa memperkuat produksi kita. Kemudian Februari dan Maret saat panen raya tiba pembelian gabah tidak boleh dibawah HPP. Jadi sekarang semua kerja keras, misalnya dryer nya kita siapkan, silo nya kita siapkan dan kita siapkan juga penghilangan padi yang kecil-kecil karena kita lagi mau menggerakkan ekonomi,” ujar Arief dalam Forum Business Summit bertajuk Redefining Food Sovereignty for Indonesia’s Future yang diselenggarakan oleh CNN Indonesia, Jumat kemarin.
Baca Lainnya :
- Komisi II DPRD Kota Blitar Panggil Suplayer dan Toko Mitra KKMP Atas Temuan Beras Apeg di Masyarakat.
- Prabowo Tunjuk Suahasil Nazara sebagai Menkeu Baru, Ini Rekam Jejaknya
- Prabowo Resmi Tutup Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
Sebenarnya, kata Arief, kebutuhan beras untuk memenuhi masyarakat Indonesia sudah cukup mengingat cadangan beras yang ada di Bulog saat ini mencapai 2 juta ton. Angka sebesar itu pasti akan bertambah banyak pada saat panen raya berlangsung di tahun depan.
“Dan kalaupun kemarin kita ada importasi itu sebenarnya untuk cadangan pangan pemerintah karena pemerintah harus punya cadangan. Kemudian ada juga impor beras untuk kategori beras khusus seperti beras basmati dan juga beras untuk kebutuhan restoran,” katanya.
Selain beras, Arief memastikan bahwa Indonesia sudah mencapai swasembada untuk komoditas ayam, telur dan sejumlah komoditas lain yang sampai saat ini produksinya dalam posisi surplus.
“Yang pertama pangan kita itu sebenarnya sudah banyak yang swasembada. Misalnya ada ayam potong dan telur produksinya sudah surplus. Nah tinggal kita sesuai arahan bapak Presiden untuk meningkatkan produksi beras nasional dan kita optimis bisa mewujudkannya,” jelasnya.( Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)








.jpg)




