- Sosok Mohammad Novianto, Pebisnis Landscape Muda yang Digadang Jadi Pemimpin Masa Depan Lamongan
- Fauzi Arfan Resmi Jadi Ketum AASI Periode 2026 - 2029
- Polisi Pastikan Tak Ada Korban Tewas Akibat Senpi, Tragedi Berdarah Di Teweh Timur
- Bupati Majalengka Bongkar Dugaan Konstruksi Bermasalah di Balik Ambruknya Atap SD
- Edy Kusnadi Resmi Jadi Calon Dirut Bank Kalbar, Ini Strateginya Perkuat Ekonomi di Kalbar
- KDMP Desa Tegalrejo Selopuro Didukung Msyarakat Perkuat Ekonomi Desa
- Bentengi Barito Utara Dari Konflik Sosial, Kesbangpol Perkuat Deteksi Dini Dan Kolaborasi Lintas Sektor
- Jeritan dari Daerah! H. Iing Misbahuddin, SM, SH Soroti Ketimpangan Nasib Buruh
- Listrik Padam di Tengah Paripurna, DPRD Tetap Gas Kritik Keras Kinerja Pemda 2025
- Ketua Dprd Barito Utara Berikan Apresiasi Dan Tekankan Fungsi Pengawasan Dalam Paparan Skema Pembangunan Multiyears
Antara Kiky Saputri, Ganjar, Dan Anies Baswedan
Agung Nugroho, Aktivis 98

Keterangan Gambar : Kiky Saputri Saat Meroasting Ganjar Dalam Acara LAPOR PAK
Jakarta. BAKAL calon presiden Ganjar Pranowo tampil di program Lapor
Pak yang tayang di Trans7 pada Selasa malam (24/10). Dalam program ini, komika
Kiky Saputri beraksi untuk me-roasting mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Namun Kiky mengaku kecewa gara-gara roasting-annya ke Ganjar
banyak yang dipotong oleh protokoler capres dari PDI Perjuangan ini.
Apa pasal, Kiky Saputri sedemikian kesalnya? Bagi
seorang komika, roasting itu tidaklah sebatas humor yang asal. Seorang komika
harus melakukan riset dan observasi dengan tujuan mengumpulkan data
sebanyak-banyaknya terhadap subjek yang akan di-roasting.
Sehingga pada saat me-roasting, tidak bertendensi
melecehkan tapi merupakan humor yang kritis. Jadi roasting itu basisnya ilmiah.
Sayangnya Ganjar Pranowo bukan tokoh yang update terhadap humor yang disajikan lewat stand up comedy.
Ganjar yang mengklaim dirinya sangat memahami
milenial ternyata pemahamannya tentang humor masih sangat rendah.
Sehingga masih menjaga image dirinya dengan meng-cut punch line roasting-an yang dibawakan Kiky Saputri.
Sepanjang sejarah Kiky me-roasting tokoh, mungkin
baru kali ini tokohnya baperan dan menganggap konten roastingan bisa menurunkan
citra si tokoh.
Disini kita bisa melihat sosok Ganjar yang
dianggap demokratis ternyata represif terhadap kebebasan berbicara.
Berbeda dengan Anies Baswedan yang pernah
di-roasting Kiky Saputri di acara yang sama. Semua punch line yang dilepaskan Kiky ke Anies justru direspons
oleh Anies dengan tawa lepas dan terbahak-bahak.
Anies begitu memahami bahwa salah satu skill yang
harus dimiliki oleh komika adalah roasting. Tentu Anies sebelum tampil
melakukan riset dan observasi juga untuk memahami apa itu roasting.
Sehingga pada saat tampil Anies bisa demikian menikmati
roastingan Kiky Saputri.
Bahkan Kiky menceritakan ketika protokoler Anies
meminta TV untuk memotong beberapa bagian roastingan, Anies justru melarang dan
memperbolehkan semua konten roastingan terhadap dirinya tayang semuanya.
Buat Anies, sebuah kritik yang disampaikan dengan
cara apapun adalah bagian dari demokrasi, dan demokrasi haruslah melindungi
kebebasan berbicara dan berpendapat.
Dari kejadian ini kita bisa melihat siapa tokoh
yang mempraktikkan demokrasi secara langsung dalam interaksi sosial. Ini bukan
pencitraan, tapi ini watak seseorang yang demokratis.
Bisa dibayangkan jika kelak Ganjar menjadi
presiden dan sikapnya dalam menghadapi kritik seperti yang ditunjukan pada
roastingan Kiky Saputri, akan banyak rakyat yang mengkritik dipotong
(baca: represif) kebebasannya dalam berbicara dan berpendapat.

















