Breaking News
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
Adara, Masalah Palestina Adalah Persoalan Kemanusiaan

Jakarta,MegapolitanPos.com: Serangan Rusia ke Ukraina membuat banyak pihak Internasional bereaksi, akan tetapi lebih dari 70 tahun pendudukan Zionis Israel terhadap Palestina dengan tindakannya yang semakin biadab banyak negara terdiam. Memang persoalan Palestina menjadi perhatian internasional. Namun tidak sedikit informasi media tentang tindakan Israel yang dibungkam bahkan wartawannya ditembak. Demikian yang terungkap dalam acara Media Gathering Adara di Jakarta, Rabu 23 Maret 2022. Turut hadir dalam acara tersebut Sheikh Shady Al Sheikh : Chairman of the Board of Directors of Al Imam Al-Shatebi Association, Sheikh Dr. Mahmoud Ahmad Samhoun : Executive manager of Al-Imam Al Shatiby Association dan Mohammad Saleh Abo Tayoun : Al-Shatiby Coordinator at South East Asia. Adapun tujuan acara ini yaitu untuk memberikan gambaran utuh dan langsung dari sumbernya tentang kondisi pengungsi Palestina dan pelanggaran kemanusiaan yang dialami di pengungsian. " Masalah Palestina sudah menjadi perhatian internasional, Kita tidak perlu ragu lagi bahwa masalah Palestina bukan masalah orang Islam saja, bukan persoalan RAS, tetapi persoalan kemanusiaan yang harus kita kutuk bersama," ujar Direktur Eksekutif Adara Relief Internasional Sri Vira Chandra dalam sambutannya. Sri Vira berharap visi Adara dalam membantu anak dan perempuan Palestina menjadi referensi dan Adara report menjadi bahan bagi tulisan dimedia. " 40 orang perempuan bekerja untuk membantu Perempuan dan Anak Palestina bukan hal yang mudah," katanya. Sementara itu Sheikh Dr. Mahmoud Ahmad Samhoun : Executive manager of Al-Imam Al Shatiby Association, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, nasib pengungsi Palestina di Lebanon sangat memprihatinkan, Mereka dilarang mendapatkan hak haknya, baik secara ekonomi dan sosial. " Ada aturan dari Lebanon bahwa 70 jenis pekerjaan tidak boleh dipegang pengungsi Palestina. Mereka yang lulusan kedokteran tidak diperbolehkan praktek tidak diperbolehkan oleh undang-undang Lebanon," kata Dr. Mahmoud Ahmad. Kebijakan Pemerintah Lebanon lanjutnya terhadap pengungsi Palestina diantaranya tidak memperbolehkan bahan bangunan masuk ke kamp pengungsian, kemudian para pengungsi juga tidak mendapatkan kepemilikan atas kendaraan mobil kecuali atas nama orang Lebanon. " Berikutnya kondisi sekolah satu kelas dengan ruang yang sempit terdapat 60 orang siswa," ungkapnya. Selanjutnya 53 persen pengungsi adalah perempuan di kamp pengungsian Lebanon. Perempuan dianggap tulang punggung keluarga.mereke(kaum perempuan) Lebanon turun tangan membantu ekonomi keluarga. " Selain itu anak - anak Palestina yang masih berusia15 tahun juga sudah bekerja, kita bayangkan mereka tidak merasakan masa kecil untuk bermain dan tidak mendapatkan pendidikan yang layak," tuturnya. Namun tambahnya keinginan para pengungsi ingin kembali ke Palestina agar mereka mendapatkan haknya secara utuh. Indonesia menurutnya punya andil besar terhadap para pengungsi Palestina di Lebanon" Salah satu lembaga kemanusiaan yang mempunyai andil besar dalam membantu Palestina adalah Adara," tutupnya.(ASl/Red/MP).


.jpg)






.jpg)






