AC Mobil yang Tak Terawat Bisa Ganggu Kesehatan Penumpang, Ini Paparan Pemilik Bengkel Spesialis Wijaya AC Mobil

By Achmad Sholeh(Alek) 24 Jan 2026, 21:41:16 WIB UMKM
AC Mobil yang Tak Terawat Bisa Ganggu Kesehatan Penumpang, Ini Paparan Pemilik Bengkel Spesialis Wijaya AC Mobil

Keterangan Gambar : Bengkel spesialis Wijaya AC Mobil menjangkau wilayah Jabodetabek


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta— Sistem pendingin udara atau air conditioner (AC) mobil berfungsi menjaga kenyamanan selama berkendara. Namun, kondisi AC yang tidak terawat ternyata berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, bahkan disebut-sebut dapat menyebabkan penumpang mengalami gejala keracunan.

Pemilik bengkel spesialis Wijaya AC Mobil, Rediansyah, memaparkan bahwa istilah “keracunan” dalam konteks AC mobil umumnya berkaitan dengan kualitas udara di dalam kabin yang tercemar, bukan karena freon yang terhirup secara langsung.

 “AC mobil yang jarang dirawat bisa menjadi sarang bakteri, jamur, dan kotoran di evaporator serta saluran udara. Udara kotor inilah yang dihirup terus-menerus dan bisa menimbulkan pusing, mual, hingga sesak napas,” ujar Rediansyah.

Baca Lainnya :

Menurut dia, evaporator yang lembap dan kotor sangat rentan ditumbuhi mikroorganisme. Ketika AC dinyalakan, kuman tersebut akan ikut tersebar ke seluruh kabin bersama hembusan udara.

Selain itu, kebocoran gas buang dari mesin juga dapat menjadi faktor berbahaya. Pada kondisi tertentu, terutama jika sistem ventilasi dan AC bermasalah, gas karbon monoksida (CO) dari knalpot berpotensi masuk ke dalam kabin.

“Karbon monoksida itu tidak berbau dan tidak berwarna. Kalau masuk ke kabin dan terhirup dalam jumlah besar, bisa menyebabkan pusing, mual, bahkan kehilangan kesadaran,” kata Rediansyah.

Ia menegaskan, freon AC mobil sebenarnya tidak beracun jika sistem dalam kondisi normal dan tertutup rapat. Namun, apabila terjadi kebocoran besar di ruang tertutup, paparan freon dapat menyebabkan iritasi pernapasan dan gangguan kesehatan.

Gejala yang sering dirasakan akibat kualitas udara kabin yang buruk antara lain mata perih, tenggorokan kering, sakit kepala, mual, hingga rasa lelah berlebihan saat berkendara jarak jauh.

Untuk mencegah risiko tersebut, Wijaya AC Mobil menyarankan pemilik kendaraan melakukan perawatan AC secara rutin, mulai dari pembersihan evaporator, penggantian filter kabin, pengecekan kebocoran AC, hingga memastikan sirkulasi udara bekerja normal.

“Minimal enam bulan sekali AC dicek. Jangan tunggu bau tidak sedap atau badan sudah terasa tidak enak saat di mobil,” ujarnya.

Rediansyah menambahkan, menjaga kebersihan dan kesehatan sistem AC mobil tidak hanya berpengaruh pada kenyamanan, tetapi juga keselamatan pengemudi dan penumpang selama perjalanan.

Dengan layanan perawatan dan perbaikan AC mobil untuk berbagai jenis kendaraan, Wijaya AC Mobil menjadi salah satu bengkel rujukan masyarakat Jabodetabek untuk memastikan sistem AC tetap bersih, aman, dan bekerja optimal.

Informasi & Media Sosial Bengkel WIjaya AC Mobil 

Website:

https://wijayaacmobil.com/

https://wijayaacmobil.co.id

Instagram: @wijayaacmobil

https://www.instagram.com/wijayaacmobil

TikTok: @wijayaacmobil

https://www.tiktok.com/@wijayaacmobil

YouTube: Wijaya AC Mobil

https://youtube.com/@wijayaacmobil

Facebook: Wijaya AC Mobil

https://facebook.com/wijayamotoracmobil

Dengan layanan lengkap, spesialisasi luas, serta jangkauan area yang kuat, Bengkel Wijaya AC Mobil terus mempertegas posisinya sebagai bengkel AC mobil terdekat dan terpercaya untuk kendaraan pribadi maupun alat berat di Jabodetabek.(AS).




  • BNI Tutup 2025 dengan Kinerja Solid, Kredit Tumbuh 15,9% dan Laba Rp20 Triliun

    🕔11:27:07, 03 Feb 2026
  • Rayakan Tahun Ke-4 SimInvest, Simversary Investors League 2025 Sukses Digelar

    🕔16:03:51, 02 Feb 2026
  • Kementerian UMKM Raih Predikat Kualitas Tertinggi Ombudsman RI 2025

    🕔00:11:23, 30 Jan 2026
  • Kementerian UMKM Gandeng BP Batam dan BRI Perkuat UMKM di Ekosistem Industri

    🕔13:52:47, 30 Jan 2026
  • BNI Perkuat Peran Agen46 lewat Program Apresiasi SPEKTA 2025

    🕔19:02:16, 29 Jan 2026