- Anggota DPRD H. Parmana Setiawan Ikut Gowes Bersama Bupati, Perkuat Sinergi untuk Kota Bersih
- Kayuh Sepeda Keliling Kota, Bupati Pastikan Muara Teweh Tetap Bersih dan Nyaman
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang
- Jatmiko Adik Bupati Tulungagung Siap Proaktif Dukung Penyidikan KPK
- Parmana Setiawan Soroti PBG dan Solusi Warga MBR dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Dewan Gun Sriwitanto Tekankan Sosialisasi hingga Tingkat RT dalam Raperda Permukiman Kumuh
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Pemkab Barito Utara Perkuat Tata Kelola Keuangan, LKPD Disampaikan ke BPK
- Dua Raperda Krusial Dibahas, DPRD Bersama Pemkab Barito Utara Siapkan Langkah Kaji Banding
Wujudkan Zero Stunting di Kabupaten Blitar, Bupati Rini Syarifah Apresiasi kinerja Baznas Kabupaten Blitar

Keterangan Gambar : Bupati Blitar apresiasi kinerja Baznas dalam membantu mengatasi stunting di Kabupaten Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitrar - Dalam rangka menekan anka penderita Stunting di Indonesia kususnya di wilayah Kabupaten Blitar, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus berupaya membantu pemerintah menekan angka Stunting dan menjadikan prioritas pembangunan, seperti diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021. Target prevalensi stunting Nasional tahun 2024 adalah 14%. Terkait dengan hal tersebut Baznas Kabupaten Blitar pada Senin (26/06/23) bertempat di pendopo Kantor Kecamatan Sanankulon yang dihadiri oleh Bupati Blitar Rini Syarifah.
Pentasarufan disampaikan kepada.... anak stunting secara simbolis oleh Bupati disaksikan pejabat tehnis terkait, Forkopimcam Sanankulon tokoh agama dan tokoh masyarakat. Dihadapan para undangan orang nomor satu di Pemkab Blitar ini menyebutkan,"Salah satu peran serta Baznas menurunkan angka stunting di Kabupataen Blitar. Karena berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kabupaten Blitar tahun 2021 sebesar 14,5% dan pada tahun 2022 turun 0,2% atau menjadi 14,3%. Sementara target Kabupaten Blitar di tahun 2024 adalah sebesar 8,6%," Ujar Bupati Rini Syatifah.

Baca Lainnya :
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Dies Natalis ke-20 UNMA, Bupati Eman : Kampus Harus Jadi Motor Solusi di Era Tantangan Kompleks
- Suara dari Hutan Majalengka : Ketua Komisi III DPRD Ingatkan Arah Pembangunan Harus Tunduk pada SDGs
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
Dalam rangka mewujudkan program nasional ini, seoanjutnya Rini atas nama Pemerintah Kabupaten Blitar menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Baznas atas komitmennya untuk menurunkan angka stunting. "Untuk itu Saya mengajak seluruh stakeholder, agar memberikan dukungan melalui aksi nyata disektor masing-masing dalam rangka menekan angka stunting di Kabupaten Blitar,"harapnya.
Disampaikan pula oleh Syarifah ada indikator penyebab anak balita mengalami stunting adalah gizi buruk pada ibu hamil dan bayi. Untuk itu sangat dibutuhkan peran ibu agar kreatif meningkatkan ketahanan pangan keluarga, wajib menyediakan bahan makanan bagi keluarga yang cukup, aman, dan bergizi dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari , sehingga hidup aktif dan sehat dengan memaksimalkan sejengkal lahan untuk ditanami.

Untuk itu, saya mengingatkan agar panjenengan semua agar mengoptimalkan lahan ditanami sayur-sayuran, buah-buahan, dan sumber makanan nabati lainnya. Dan bantuan dari Baznas ini benar-benar bisa bermanfaat, menambah gizi keluarga. Saya ingin, penurunan angka stunting pada tahun 2024 tidak hanya sebesar 8,6% namun harus zero. Kabupaten Blitar harus bebas stunting,"tuturnya.
Dilain sisi Drs. Achmat Husein selaku ketua Badan asmil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blitar menyebutkan, pentasarufan di Kecamatan Sanankulon sebanyak 205 anak, yang mendapat bantuan tambahan Gisi dari BAZNAS Kabupaten Blitar 150 anak berupa telur 60 butir per anak selama 6 bulan.
" Itu bagian dari kegiatan Baznas Kabupaten Blitar, selain membantu penanganan Stunting, kami juga bergerak di bidang pendidikan, bedah rumah dan masalah kegiatan sosial lainnya yang belum tersentuh oleh Pemerintah, Baznas berupaya membantu Pemkab Blitar," pungkas Husein. (adv/za/mp)
















