- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Dulu Pemohon yang Cari Petugas Ukur, Sejak Ada Pengukuran Terjadwal Kini Tanah Diukur Lebih Pasti dan Cepat.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Patroli Malam Babinsa dan Komduk, Bentuk Nyata Kemanunggalan TNI Dengan Rakyatnya.
- Dorong Wartawan Berkualitas, PWI Jaya Gelar UKW Angkatan ke-66, di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana
- Status Tanggap Darurat Karhutla Barito Utara Diperpanjang hingga 15 Oktober
- Pemkab Barut Tegaskan Arah Kebijakan RAPBD 2027
- Sport City Jadi Strategi Baru Kota Tangerang Gerakkan Hotel, UMKM dan Tingkatkan Ekonomi.
- Melihat Lebih Dekat Batik Khas Kota Tangerang dan Upaya Pelestariannya.
Wujudkan Kepedulian Pengawasan Pondok Pesantren 24 Jam, Ketua Koni Tonny Andreas Berikan Bantuan CCTV

Keterangan Gambar : Ketua KONI Kab Blitar, Tonny Andreas
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Untuk mewujudkan pengawasan terhadap santriwan santriwati di Kabupaten Blitar Ketua Koni Kabupaten Blitar merasa terpanggil untuk membantu pengawasan dilingkungan pondok pesantren agar terpantau 24 jam dengan merogoh kocek pribadi Tonny Andreas membantu membelikan CCTV yang sangat dibutuhkan untuk pengawasan santri.
Kepada wartawan Tonny Andreas Kamis siang bertempat di Kantor Koni menyampaikan, keprihatinan yang mendalam atas musibah yang terjadi menimpa salah satu santri di salah satu pondok hingga meninggal dunia.
"Kami sebagai umat beragama ada wujud kepedulian membantu mengadakan alat pantau CCTV yang ternyata sangat dibutuhkan pondok pesantren untuk mengawasi santriwan santriwati, agar kedepan tidak terjadi hal serupa, ini juga sesuai pesan Gus Iqdam karena CCTV sangat penting," ungkapnya.
Baca Lainnya :
- Polisi Bongkar Curanmor Majalengka, Motor Korban Ditemukan di Garut
- Sulthan Saddan Buka Kartu di Musda KNPI : 1000 Persen Maju!
- Babak Baru DPRD Majalengka, Sandi Fahmi Resmi Jadi Wakil Rakyat
- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
Dalam pertemuan dengan pengasuh pondok Ketua KONI Kabupaten Blitar sangat mendorong adanya perbaikan pada sistem pembinaan dan pengawasan di dalam lingkup pondok pesantren untuk menghindari buliying.
"Meski berbeda agama kami sangat dekat dengan tokoh agama seperti Gus Iqdam kami ingin membantu kesulitan yang dihadapi pondok, beda agama bukan penghalang bersama-sama membantu menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat, ya saya rasa demi kemanusiaan kami tergerak," tuturnya.
Masalah yang paling sering dihadapi soal pengawasan adalah, keterbatasan akan tenaga dan biaya, yang sering dialami banyak pondok pesantren. Pasalnya, mayoritas pesantren di Kabupaten Blitar, pondok tidak pernah memasang tarif dalam setiap penerimaan santri, hedaknya persoalan ini dapat diambil hikmahnya.
“Saya usul harus adanya CCTV, untuk mengawasi 24 jam. Tadi sempat dengar kalau untuk pemasangan CCTV gak ada dananya. Kalau begitu saya siap bantu untuk pengadaan dan pemasangan CCTV tersebut,” imbuhnya.
Yang terpenting adalah, bagaimana menjaga keamanan dan kenyamanan santri dalam nemempuh ilmu di pondok pesantren. Tony tak menghendaki kejadian yang sama terulang, yang nantinya akan berdampak buruk pada kepercayaan orang tua terhadap pondok pesantren.
“Dalam persoalan ini kita harus sama sama saling membantu, gotong royong, kami lebih terdorong dari rasa kemanusiaan, jika ada yang kurang, manusia punya keterbatasan, mari kita saling asah, asah asuh dalam binkai Bhineka Tunggal Ika NKRI harga mati, Ing Ngarso Sung Tuladha Tutwuri Handayani" pungkasnya. ** (za/mp)


.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)







