- Kapolda Metro Cek Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2026 serta Kesiapsiagaan Personel di Terminal Bus dan Stasiun KA
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
Warga di 10 Wilayah Kota Tangsel Terdampak Kekeringan Dapat Pasokan Air Bersih

Keterangan Gambar : Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) membagikan air bersih pada 10 lokasi
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangsel - Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) membagikan air bersih pada 10 lokasi wilayah rawan kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebanyak 1 unit mobil tangki dan 10 set toren turut disuplai ke lapangan.
Seperti diketahui kini ada 10 lokasi di wilayah Tangsel yang terdampak kekeringan, yakni Kelurahan Setu, Keranggan, Muncul, Babakan, Kademangan, Buaran, Ciater, Jurang Mangu Barat, Pakualam dan Pakulonan.
Kepala Bidang Air Minum dan Air Limbah DCKTR Kota Tangsel, Budi Rachmat, mengatakan, pihaknya berperan aktif mengatasi dampak kekeringan. Pasokan air bersih serta unit pendukung seperti mobil tangki khusus air bersih dan toren telah dioperasionalkan sejak beberapa pekan lalu.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
"Sepuluh titik itu berdasarkan informasi dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), karena BPBD lah yang sementara ini leading sektornya. Kita saling gotong royong membantu dalam rangka membantu masyarakat mengatasi kekurangan air bersih," katanya. Senin, (06/11/2023).
Dalam perjalanannya, ucap Budi, BPBD telah menginformasikan bahwa kebutuhan air bersih kian meluas ke berbagai wilayah lain. Karena keterbatasan anggaran, DCKTR lantas mengajukan tambahan sekira 100 set toren pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2023.
"ABT kan baru kemarin diketoknya. Kita sedang pengadaan pakai e-Katalog, kurang lebih 100 toren," jelasnya.
Menurutnya, penambahan sekira 100 toren itu untuk mengantisipasi dampak kekeringan ke depan. DCKTR sendiri telah bekerjasama dengan Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) PT PITS serta pihak swasta dalam menyuplai air bersih.

"Kan waktu pengajuannya kita belum tahu dampak el nino kemarau ini meluasnya seperti apa, sehingga kita ajukan sebanyak itu. Kalau sumber airnya kita ngambil air bersih dari PT PITS, ngambil dari BSD, pakai mobil tangki kita," ucapnya.
Pada pelaksanaannya, penempatan toren-toren pada 10 titik itu disesuaikan pada area yang mudah dijangkau masyarakat setempat. Pihak kelurahan dan pengurus lingkungan dilibatkan dalam serah terima toren oleh DCKTR.
"Jadi dengan adanya toren ini lebih efektif, sehingga mobil tangki tinggal datang dan isi. Nanti untuk lokasinya bisa cek ke kecamatan dan kelurahan untuk penempatan toren-toren itu," terangnya.
Toren-toren itu sendiri berkapasitas 2 ribu liter. Seunit mobil tangki milik DCKTR disiagakan guna menyuplai air bersih kembali jika persediaan air dalam toren habis. ** (AdV)

















