- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- Ditbinmas Polda Metro Perkuat Sinergi Jaga Jakarta Bareng Ormas
- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Lala Sunara Resmi Pimpin KONI, Target Porprov Jadi Prioritas
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
- Pari Purna DPRD Kota Blitar Pilih Sabotase Absen, Ini Alasannya
- Bupati Eman Ajak KAHMI Bersatu, Kolaborasi Jadi Kunci Majalengka SAE
- Agung Nugroho, Direktur Jakarta Institute: Kemerdekaan Pers Indonesia Bukan Lagi Sensor Negara, Tapi Tekanan Ekonomi
- Sinergi Fiskal Moneter: Arah Baru Industri Jasa Keuangan
- Bupati Majalengka Ultimatum KONI Majalengka: Saatnya Bangkit Raih Prestasi
Wamenkop Ferry Sebut, Kopdes Merah Putih itu Wujud Pemikiran Ekonomi Pancasila Dari Margono Joyohadikusumo

Keterangan Gambar : Wamenkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Banyumas - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih di seluruh Indonesia bakal menjadi pilar utama ekonomi Pancasila yang inklusif, seperti pemikiran Margono Joyohadikusumo, yang menjadi salah satu peletak sistem ekonomi Pancasila di Tanah Air.
"Bapak Margono Joyohadikusumo adalah perumus rencana pembangunan semesta berencana, pembangunan desa dan koperasi terlibat industri dari hulu hingga hilir," ucap Wamenkop pada acara Talkshow Tribute To Margono dengan tema Menyambut Koperasi Desa Merah Putih di Banyumas Dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan”, di Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/6).
Selain itu, lanjut Wamenkop yang juga sebagai Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/kel Merah Putih itu, juga merupakan wujud nyata dari sinergi lintas Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah, yang dilandasi Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Optimistis Petani Lebih Sejahtera Lewat KUR dan Penguatan Kelompok Tani
- Kemenkop Dukung Penghargaan Koperasi Berkelanjutan, 34 Koperasi Terbaik Terima Award 2026
- Realisasi Anggaran Kemenkop Lampaui Rp1 Triliun, Penguatan KDKMP Jadi Prioritas Nasional
- SAPA UMKM Siap Perluas Akses Pengadaan Pemerintah melalui Integrasi Layanan
- Petani Tebu Dapat Kepastian Pasar, Pemerintah Perkuat Koperasi Menuju Swasembada Gula
"Presiden Prabowo Subianto ingin koperasi menjadi solusi nyata di desa, untuk mengurangi kemiskinan, menghapus praktik rentenir, menyediakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi rakyat dari akar rumput," ucap Wamenkop.
Lebih dari itu, Wamenkop mengungkapkan, Margono Joyohadikusumo adalah salah satu peletak dasar pemikiran sistem ekonomi Pancasila. "Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem yang sejalan dengan semangat Pasal 33 Undang Undang Dasar 1945. Tentu Pak Margono bersama dengan Bung Hatta pada saat itu," kata Wamenkop.
Bahkan, di mata Wamenkop, sosok Margono Joyohadikusumo adalah peletak pondasi yang menjelaskan pentingnya pembangunan berbasis desa. Wamenkop menyampaikan dalam ekonomi desa itu, Margono Joyohadikusumo meletakkan demokrasi ekonomi muncul di tengah masyarakat, khususnya di pedesaan dalam wadah koperasi.
"Semua pemikiran dari Margono Joyohadikusumo tertuang dalam naskah konstitusi kita dan pola rencana pembangunan semesta berencana. Dari situlah dimulailah pembangunan desa," jelas Wamenkop.
Lebih dari itu, kata Wamenkop, dalam perencanaan tersebut sudah meletakkan pokok-pokok pikiran tentang membangun ekonomi dan keuangan yang inklusif. Pemikiran Margono Joyohadikusumo dilanjutkan putranya, yaitu Prof Sumitro Joyohadikusumo yang merupakan salah satu pendiri Induk Koperasi Pegawai Negeri.
Kemudian, saat ini, putra Prof Sumitro yaitu Presiden Prabowo Subianto, bikin program strategis yakni Kopdes Merah Putih. "Disinilah benang merah antara pemikiran Margono Joyohadikusumo, Prof Sumitro, dan Presiden Prabowo," ujar Wamenkop.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).
















