- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Marsiana Muhlis,PAUD Fondasi Utama Pembentukan Karakter dan Kesiapan Belajar Anak
- Ribuan Pengunjung Serbu Jakarta Fair 2026, Penyelenggara Perkuat Pengamanan Area Pameran
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
- Legalitas dan Sertifikasi Jadi Kunci UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Usaha
- Bogor Bersih dari Angkot Tua, Pemkot Siapkan Langkah Peremajaan Armada
- Warga Modernland Mengeluhkan Jalan Rusak dan PSU Yang Belum Diserah Terima Ke Pemkot Tangerang
- DPMPTSP-KADIN Barito Utara Satukan Langkah Tarik Investasi,Hilirisasi Jadi Prioritas
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
Wamen UMKM Tekankan Peran Penting Kampus dalam Pengembangan Kewirausahaan

Keterangan Gambar : Wamen UMKM Helvi saat membuka acara Entrepreneur Hub Terpadu Banyumas 2025
MEGAPOLITANPOS.COM, Purwokerto, - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menekankan, kampus memiliki peran penting dalam pengembangan kewirausahaan, khususnya dalam konteks transformasi digital para pengusaha UMKM.
"Di era sekarang wirausahawan tak cukup bermodalkan berani tapi juga harus bertransformasi digital, dan kampus punya peranan penting dalam ranah tersebut," ujar Wamen UMKM Helvi saat membuka acara Entrepreneur Hub Terpadu Banyumas 2025 'Entrepreneur Journey - Scalling Up' bekerja sama dengan Lazada di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Kamis (8/5).
Di hadapan ratusan peserta dan wirausahawan muda, Wamen Helvi menyampaikan bahwa ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam mengurus UMKM yaitu pelatihan kewirausahaan, permodalan, dan perluasan pasar.
Baca Lainnya :
- Menteri UMKM Apresiasi KURDA Bunga 0 Persen untuk Pengusaha UMKM Sragen
- Menteri Maman Siapkan Aturan Pelindungan dan Perkuatan Ekosistem Digital UMKM
- Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
"Hal ini sesuai dengan pesan Presiden Prabowo Subianto untuk sektor UMKM yaitu perkuat kelembagaan, fasilitasi iptek, dan fasilitasi pembiayaan. Untuk itu kita semua harus berkolaborasi di segala aspek, termasuk mengoptimalkan teknologi," katanya.
Menurutnya, Kabupaten Banyumas memiliki potensi luar biasa dalam mendukung pengembangan kewirausahaan nasional, melalui pengembangan UMKM termasuk yang bergerak di bidang kuliner, batik, kerajinan bambu, hingga agrowisata.
Namun, Wamen melanjutkan, yang paling penting bukan sekadar potensi, melainkan gerakan bersama mengoptimalkan potensi itu untuk pemerataan dan mengentaskan ketimpangan ekonomi.
"Kami ingin memotivasi para wirusahawn muda khususnya para mahasiswa, agar jangan takut berwirausaha. Karena wirausaha bukan jalan cadangan, melainkan jalan utama membangun Indonesia. Dan hari ini, generasi muda hadir bukan hanya sebagai penerus, tetapi sebagai pemimpin perubahan," katanya.
Wamen Helvi menuturkan, ada empat kunci utama yang harus ditanamkan dalam jiwa seorang wirausaha yang produktif, mandiri, dan berdaya saing yaitu Loyalitas, Integritas, Disiplin, dan Inovasi atau yang bisa disingkat LIDI.
Pada kesempatan ini Wamen Helvi juga menyaksikan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian UMKM dan Universitas Jenderal Soedirman, yang mengedepankan peluang kerja sama strategis terkait pendidikan, penelitian, dan pengabdian untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.
Pada akhir sesi, Wamen juga berdiskusi dengan tiga wiirausahawan jagoan lokal, yang telah menunjukkan ketangguhan, kreativitas, dan dampak nyata di lingkungan masing-masing yaitu owner Tococo Indonesia Alfito Yuro Yudistiro, owner Okazakki Farm Muzakki Lazuardy, dan owner ZEE Coll Riene Mahardiani.
Turut hadir dalam kesempatan ini Sekretaris Kementerian UMKM Arif Rahman Hakim, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti, Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah, Rektor Universitas Jenderal Soedirman Akhmad Sodiq, beserta stakeholder terkait.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)












