- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
Walikota Blitar Tanda Tangani MoU Dengan Unmer Malang Tentang Tiga Hal, Apa Saja

Keterangan Gambar : Penanda tanganan MoU
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Kota Blitar dikenal selain sebagai Kota Pelajar dan juga salah satu kota dimana disemayamkannya Presiden pertama RI, selain dikenal sebagai makamnya para raja. Blitar kiranya juga pantas dijadikan sebuah pengembangan dan kajian ilmiah. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Blitar bekerjasama dengan Universitas Merdeka (Unmer) Malang melakukan kajian menjajaki peluang bidang wisata sejarah, seperti diungkapkan Walikota Blitar Drs.Santoso M.Pd usai menerima tim pengkajian Umer Malang di Kantor Wali Kota Blitar, Selasa (21/02/23).

"Tadi kita menerima kunjungan perwakilan dari Unmer Malang dalam rangka pengembangan destinasi wisata di Kota Blitar bisa dikerjasamakan yang kedepannya bisa dijadikan peluang besar di Bumi Bung Karno.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketum SMSI Sebut Pelaku Usaha Media Perlu Fokus Pada Pengembangan Usaha
Santoso juga mengemukakan, bahwa program ini diinisiasi oleh putra Blitar yakni dr. Rieke putri salah satu pengusaha rumah makan, Dia juga sebagai mantan finalis Kang Mas Diajeng Kota Blitar.

" Beliau dr putri adalah putri Pak Sani Es Mini yang kebetulan membidangi kerjasama di Unversitas Merdeka Malang, tentu ini sangat tepat dengan program Kota Blitar yang sedang membangun wisata di Kota Blitar tidak hanya Makam Bung Karno dan Istana Gebang, Pemkot juga akan mengembangkan wisata sejarah pemberontakan PETA oleh Sdc. Supriadi," tutur Santoso.
Selain itu lanjut Walikota Blitar yang juga mantan guru ini juga menyampaikan, program juga menyangkut bidang pendidikan seperti KIP (Kartu Indonesia Pintar. Red) yang dikoordinasikan dengan Ahmad Basarah, politisi yang sangat concern terhadap pelestarian Pancasila dan membumikan Pancasila yang diupayakan melalui beasiswa.
"Sehingga nantinya anak-anak di Kota Blitar yang memiliki kemampuan tinggi namun orang tuanya tidak mampu bisa mendapatkan beasiswa dengan KIP, masih banyak lagi program lainnya yang bisa dikerjsaamakan, tadi kita sudah lakukan penandatanganan MoU nya" tutur Santoso.

Dilain sisi Wakil Rektor IV bidang kerjasama Unmer Malang, Dr Sunardi kepada wartawan juga menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari silaturahmi dengan Wali Kota Blitar untuk melakukan perjanjian kerjasama dalam 3 bidang yaitu penelitian, pengabdian dan pembelajaran.
"Ini adalah bagian dari kuwajiban perguruan tinggi dalam ikut membangun daerah, termasuk Kota Blitar. Dan ini suatu keharusan Umer Malang untuk menjadikan Kota Blitar agar bisa lebih mandiri, baik pendidikan maupun budaya, misal seperti penguatan di Jalan Pahlawan jalan Mas Trip juga rumah sejarah Supriadi," bebernya.
Pada kesempatan itu Sunardi juga menyampaikan sebagai lembaga pendidikan, Unmer Malang juga akan memberi fasilitas membantu anak-anak Kota Blitar yang kurang mampu tapi punya kemauan kuat bisa melanjutkan ke perguruan tinggi di Unmer Malang.
"Salah satunya ya dengan beasiswa dari negara yaitu KIP. Nanti akan ada seleksi dari putra-putri Kota Blitar yang punya talenta (kemampuan) bisa lolos sehingga tidak ada kesulitan di pembiayaan. Bahwa pendidikan ini tidak hanya monopoli orang kaya tapi juga bagi mereka yang punya kemauan namun kurang mampu," pungkasnya. (adv/za/mp)














