- PRSI dan PT Angri Pangan Indonesia Maju Teken MoU Dukung Program Robotika untuk Negeri
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- Hingga Juni 2026 Polda Metro Berhasil Ungkap 3.809 Kasus dan Sita 17,45 Ton Narkotika
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Ribuan Relawan MBG Tasikmalaya Turun ke Jalan, Tegaskan Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
- Jakarta Fair 2026 Hadirkan Berbagai Booth Laptop Best Seller, Keluaran Terbaru, Dapat Voucher Servis Rp550.000
- Bupati Serap Aspirasi dan Perkuat Silaturahmi dengan Masyarakat, Saat Safari Jumat Di Gunung Purei
- Apa Instruksi Bupati Saat Tinjau Jalan Km 30 Menuju Desa Jamut Teweh Timur
Walikota Blitar: Festival Jaranan Barong Wujud Implementasi Ajaran Bung Karno Tri Sakti

Keterangan Gambar : Walikota Blitar memukul gong tandai pembukaan festival jaranan puncak HUT kota ke 117
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pemerintah kota Blitar bersama para seniman se kota Blitar diprakarsai Dinas Pariwisata Kota Blitar tetap eksis mempertahankan kelestarian kesenian, salah satunya adalah kesenian jaranan. Untuk mewujudkan itu, pada acara puncak peringatan hari jadi kota Blitar ke 117, Pemerintah kota Blitar menggelar ivent bergengsi, yakni festival menari jaranan barong yang diikuti oleh 1.117 seniman se kota Blitar.
Festival menari jaranan barong berlangsung dari tanggal 27 hingga 29 April 2023, adapun pembukaan festival dilakukan oleh Walikota Blitar Drs.Santoso bertempat di museum Pembela Tanah Air (PETA) depan TMP Raden Wijaya. Dari tanggal tersebut selama tiga hari masyarakat bisa menyaksikan paradenya.

Baca Lainnya :
- Majalengka Gaspol PAD, Retribusi TKA Tembus Target 5,6 Miliar
- Baznas-Polres Sumedang Khitan Massal, 82 Anak Terbantu Warga
- Polres Majalengka Bongkar Jaringan Tembakau Sintetis, 1 Ditangkap
- LKPM Soroti RTRW Majalengka, Ancaman Nyata bagi Investor
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
Walikota Blitar Drs. Santoso M.Pd didepan para seniman, Forkopimda dan masyarakat mengatakan, festival ini adalah sebuah bentuk bangsa ini mempertahankan adat budaya, agar kesenian seperti jaranan tidak diklaim sebagai kesenian negara lain seperti halnya kesenian reog Ponorogo.
"Bangsa kita adalah sebuah bangsa yang berbudaya sebagaimana dalam ajaran Bung Karno yakni Tri Dharma, melalui moment ini kita bertekad mempertahankan budaya kesenian jaranan agar mendapat HAKI," kata Walikota Blitar.
Dengan festival yang melibatkan generasi muda pecinta kesenian jaranan di kota Blitar ini, upaya lain untuk mendapatkan pengakuan dunia, tarian barong klasik mode kreasi barong condromowo akan pentas selama 48 jam, hal ini dilakukan agar seni tari jaranan bisa kembali masuk rekor Muri.

"Untuk itu Saya sangat mengapresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan oleh semua pihak untuk mempertahankan agar kesenian jaranan tidak diaku sebagai kesenian dari negara mereka, seperti reog Ponorogo yang tiba tiba jadi milik Malaysia," pungkasnya.
Perlu diketahui untuk kegiatan festival tarian jaranan sesuai jadwalnya pada tanggal 27 hingga 29 April festival dilaksanakan di lokasi museum PETA dari pukul 08.00 WIB hingga selesai, sedangkan pada tanggal 29 April pawai barongan digelar mulai pukul 19.00 WIB start dari Kantor BRI Cabang Blitar jalan Merdeka menuju aloon - aloon kota Blitar. (adv/za/mp)









.jpg)






