- Bukti Peran Aktif Babinsa dan Komduk, Patroli Malam Wujudkan Lingkungan Aman.
- Pemkot Tangerang Wisuda 405 Siswa Sekolah Lansia Angkatan Kedua, Dorong Lansia Mandiri dan Berprestasi.
- Shalahuddin Tegaskan Pendataan dan Verifikasi Pelebaran Jalan Dilakukan Secara Cermat
- Pemkab Barito Utara Percepat Pelebaran Ruas Jalan Dalam Kota Muara Teweh
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM: Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Cetak Wirausaha Baru
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Hari Pramuka ke-65, Dandim 0506/Tgr Hadiri Upacara Kwarcab Tangsel.
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
Wali Kota Monitor Pengawasan Obat Sirop Apotek Wilayah Kecamatan Cempaka Putih

Keterangan Gambar : Wali Kota Jakpus Monitor Pengawasan Obat Sirop Apotek Wilayah Kecamatan Cempaka Putih
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta Pusat-Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat melakukan monitor ke apotik mengenai edaran penarikan beberapa jenis obat yang sudah tidak boleh beredar kembali, di wilayah Kecamatan Cempaka Putih, Kamis (27/10).
Dalam monitor ini, dipimpin Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma didampingi Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Pusat Rismasari berserta jajaran terkait.
"Alhamdulillah apotik sudah melakukan penarikan beberapa jenis obat yang tidak direkomendasikan. Salah satunya di Apotik Ashera yang sudah menarik edar terkait obat sirop yang tidak direkomendasikan," kata Dhany di lokasi.
Baca Lainnya :
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
"Kurang lebih 30 produk sirop, termasuk lima produk yang direkomendasikan untuk ditarik," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Pusat Rismasari mengaku telah rutin melakukan pengawasan bekerja sama dengan BPOM wilayah Jakarta pusat.
"Sudin telah melakukan pengawasan dengan melibatkan aparat di tingkat wilayah, dan juga kita melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan. Karena kalau kita sehat, kita tidak perlu mengkonsumsi obat," jelasnya.
Risma mengungkapkan, pengawasan toko obat dan apotik memang selalu dilakukan Sudin Kesehatan ada atau tidak ada kasus Acute Kidney Injury (AKI). "Kita melakukan pengawasan di 214 apotik se-Jakarta Pusat yang dilakukan secara bergantian setiap hari," tutupnya. ( Ronald )




.jpg)





.jpg)




