- 7 Tersangka Diciduk, Narkoba Diduga Menyasar Pekerja Industri
- Knalpot Brong Disulap Jadi Patung Maung, Pesan Polisi untuk Warga
- Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT
- Kantah Kabupaten Tangerang Laksanakan Pembayaran Ganti Kerugian 27 Bidang Tanah
- Wujud Nyata Jaga Keamanan Warga, Babinsa Patroli Malam.
- SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global
- Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra
- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Menyambut Program Penanganan Kasus Stunting Oleh Pemkot

Keterangan Gambar : Riyanto Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Riyanto menyambut sederet program Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam rangka menekan dan mencegah stunting di Kota Tangerang, Minggu (21/5/23).
Menurutnya kasus stunting harus dicegah dengan intervensi pemerintah. Terutama memberikan perhatian dan membina ibu hamil.
"Program penanganan stunting terintegrasi antar OPD harus terus dilakukan pemkot, agar angka stunting terus turun, kalau dilihat data angka stunting di kota masih di bawah kota Tangsel," ujar Riyanto.
Baca Lainnya :
- Nurhadi Anggota Komisi IX DPR RI Kawal Percepatan Penurunan Stunting di Desa Slorok, Garum.
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
Wakil rakyat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, stunting tidak sama dengan gizi buruk. Stunting identik dengan perkembangan anak di bawah normal yang disebabkan sang ibu tidak memiliki akses makanan yang sehat dan bergizi.
"Untuk itu penanganan utamanya dengan membina kesehatan dan gizi para ibu hamil dan bayi yang dilahirkan pada masa 1000 hari pertama kehidupan," ujar dia.
Ia pun mengapresiasi sederet program yang dijalankan oleh Dinkes Kota Tangerang sehingga angka stunting mengalami penurunan dari tahun sebelumnya.
"Harapannya Dinkes harus memberikan perhatian penuh kepada ibu hamil di kota Tangerang. Selain itu juga kepada anak- anak balita agar terhindar dari gizi buruk dan berbagai penyakit lainnya," katanya.
Sebelumnya diketahui Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni menyatakan Dinkes telah menggunakan aplikasi SiData untuk melakukan pendataan anak berstatus stunting dengan terinci, yakni by name by address. Sehingga, intervensi yang disiapkan akan lebih sesuai target yang dibutuhkan mereka anak, keluarga atau lingkungan berstatus stunting.
Program yang dikerahkan Dinkes, kata dr Dini dalam penanganan kasus stunting cukup banyak. Diantaranya, dalam konsumsi pangan dilakukan promosi dan konseling menyusui, pemberian makanan bayi anak pada masa 1000 hari pertama kehidupan, sumplementasi gizi makro, suplementasi tablet penambah darah, suplemen ibu hamil, vitamin A, kalsium dan zinc serta fasilitas Pos Gizi.Jhn




.jpg)



.jpg)







