- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
Usai Mutasi Jabatan Awal Tahun 2023, Wabup Blitar Tersinggung Ancam Berhenti

Keterangan Gambar : Wabup Blitar, Rahmat Santoso
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar,- Diduga Mutasi Ajudan Tanpa Koordinasi. Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Rahmat Santoso ambil keputusan akan mengundurkan diri dari jabatan.
Tak hanya Rahmat yang mengancam akan mengundurkan diri atas mutasi yang dialami oleh Riana, Riana sendiri merupakan ASN yang bertugas sebagai ajudan istri Wabup Rahmat Santoso (Venina Puspitasari. Red) saat roda mutasi besar besaran di pendopo Sasana Adi Praja, Kantor Pemkab Kanigoro Blitar. Senin, siang (02/01/2023).
Ajudan istri Wabup dipindah tugaskan dengan dalih promosi jabatan, atas pemindahan itu langsung mendapat reaksi dari Istri Wabup Rahmat Santoso, Dia mengajukan permohonan mundur sabagai ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
Bupati Blitar, Rini Syarifah memutasi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari beberapa unsur jabatan pimpinan, jabatan tinggi pratama, jabatan administrator dan jabatan pengawas.
Santernya kabar mutasi ajudan Istri Wakil Bupati Blitar, nampaknya dibarengi dengan munculnya permohonan pengunduran diri Venina Puspitasari (istri Wabup Rahmat Santoso. Red) sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar yang diajukan kepada Bupati Blitar Rini Syarifah.
Perempuan kelahiran Tulungagung 17 September 1982 menyatakan, pengunduran diri saya yang saat ini sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Blitar 2021-2024 dikarenakan saya fokus mengurus anak-anak dan bisnis keluarga yang tidak dapat ditinggalkan," kutipan surat Venina yang terkirim ke media ini dari LP- KPK Blitar.
Mutasi yang diduga tanpa koordinasi dengan Rahmat Santoso hingga akhirnya berbuntut panjang, bukan Venina saja yang mengundurkan diri sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, namun hal itu juga akan dibarengi dengan ancaman pengunduran diri Rahmat Santoso.
Dia mengultimatum bila dalam jangka waktu 24 jam ajudan istrinya tidak dikembalikan, Rahmat Santoso yang juga sebagai ketua DPP IPHI juga akan mundur dari jabatan sebagai wakil Bupati Blitar.
"Saya tidak pernah kecewa dengan yang lain-lain tapi ajudan istri saya tau-tau dipindah dan tidak pernah membicarakan dengan saya dulu tau-tau digeser padahal Riana tidak mau digeser. Dan itu sebetulnya masalah sepele," ujar, wabup saat di konfirmasi melalui sambungan ponselnya. Selasa, (03/01/2023).
Rahmat Santoso dalam penuturannya menegaskan akan sikapnya bahwa selama ini tidak pernah ikut campur tangan soal yang lain lain.
"Tapi kenapa Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sudah di luar batas. Riana itu ikut aku, kemudian tanpa pemberitahuan dipindah. Saya Wakil Bupati lho, masak saya kalah sama Fikri sama Biyan, jika sampai ajudan gak balik hari ini aku mundur. Buat saya gak ada perlunya saya disini. (menjadi wakil bupati. Red) Kalau gak balik hari ini, saya akan langsung mengundurkan diri," ungkapnya.
Selanjuntnya atas pegunduran diri istrinya (Venina Puspitasari.Red) Rahmat membenarkan perihal mengundurkan diri sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Blitar diduga kecewa karena ajudannya dimutasi.
Kali pertama di awal tahun 2023 dilakukan mutasi yang Bupati Blitar Rini Syarifah, pada Senin siang itu ada 605 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah dilantik dan diambil sumpah atau janji jabatan.
Menurut Bupati Rini mutasi di awal tahun 2023 ini untuk pengembangan karir dan penyegaran, mutasi hal yang biasa terjadi dilingkup ASN. Dalam acara siang itu juga disaksikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Rifai, Sekda Izul Marom serta Forkopimda dan segenap kepala OPD pemkab Blitar. ** (ZA/MP)
















