- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
- Clarks Flagship Store Blibli : Menjamin Keaslian Produk Dan Koleksi Lengkap
Usai Mutasi Jabatan Awal Tahun 2023, Wabup Blitar Tersinggung Ancam Berhenti

Keterangan Gambar : Wabup Blitar, Rahmat Santoso
MEGAPOLITANPOS.COM Blitar,- Diduga Mutasi Ajudan Tanpa Koordinasi. Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Rahmat Santoso ambil keputusan akan mengundurkan diri dari jabatan.
Tak hanya Rahmat yang mengancam akan mengundurkan diri atas mutasi yang dialami oleh Riana, Riana sendiri merupakan ASN yang bertugas sebagai ajudan istri Wabup Rahmat Santoso (Venina Puspitasari. Red) saat roda mutasi besar besaran di pendopo Sasana Adi Praja, Kantor Pemkab Kanigoro Blitar. Senin, siang (02/01/2023).
Ajudan istri Wabup dipindah tugaskan dengan dalih promosi jabatan, atas pemindahan itu langsung mendapat reaksi dari Istri Wabup Rahmat Santoso, Dia mengajukan permohonan mundur sabagai ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar.
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- Target Pertahankan Gelar Juara Umum Pepaperda, Sachrudin Siap Berikan Bonus
- Kapolri: Ziarah ke Makam Bung Karno Sebagai Bentuk Penajaman Presisi Polri
- Hari Lingkungan Hidup 2026: Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Aksi Nyata Penanaman Pohon
Bupati Blitar, Rini Syarifah memutasi ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari beberapa unsur jabatan pimpinan, jabatan tinggi pratama, jabatan administrator dan jabatan pengawas.
Santernya kabar mutasi ajudan Istri Wakil Bupati Blitar, nampaknya dibarengi dengan munculnya permohonan pengunduran diri Venina Puspitasari (istri Wabup Rahmat Santoso. Red) sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blitar yang diajukan kepada Bupati Blitar Rini Syarifah.
Perempuan kelahiran Tulungagung 17 September 1982 menyatakan, pengunduran diri saya yang saat ini sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Blitar 2021-2024 dikarenakan saya fokus mengurus anak-anak dan bisnis keluarga yang tidak dapat ditinggalkan," kutipan surat Venina yang terkirim ke media ini dari LP- KPK Blitar.
Mutasi yang diduga tanpa koordinasi dengan Rahmat Santoso hingga akhirnya berbuntut panjang, bukan Venina saja yang mengundurkan diri sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, namun hal itu juga akan dibarengi dengan ancaman pengunduran diri Rahmat Santoso.
Dia mengultimatum bila dalam jangka waktu 24 jam ajudan istrinya tidak dikembalikan, Rahmat Santoso yang juga sebagai ketua DPP IPHI juga akan mundur dari jabatan sebagai wakil Bupati Blitar.
"Saya tidak pernah kecewa dengan yang lain-lain tapi ajudan istri saya tau-tau dipindah dan tidak pernah membicarakan dengan saya dulu tau-tau digeser padahal Riana tidak mau digeser. Dan itu sebetulnya masalah sepele," ujar, wabup saat di konfirmasi melalui sambungan ponselnya. Selasa, (03/01/2023).
Rahmat Santoso dalam penuturannya menegaskan akan sikapnya bahwa selama ini tidak pernah ikut campur tangan soal yang lain lain.
"Tapi kenapa Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sudah di luar batas. Riana itu ikut aku, kemudian tanpa pemberitahuan dipindah. Saya Wakil Bupati lho, masak saya kalah sama Fikri sama Biyan, jika sampai ajudan gak balik hari ini aku mundur. Buat saya gak ada perlunya saya disini. (menjadi wakil bupati. Red) Kalau gak balik hari ini, saya akan langsung mengundurkan diri," ungkapnya.
Selanjuntnya atas pegunduran diri istrinya (Venina Puspitasari.Red) Rahmat membenarkan perihal mengundurkan diri sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Blitar diduga kecewa karena ajudannya dimutasi.
Kali pertama di awal tahun 2023 dilakukan mutasi yang Bupati Blitar Rini Syarifah, pada Senin siang itu ada 605 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah dilantik dan diambil sumpah atau janji jabatan.
Menurut Bupati Rini mutasi di awal tahun 2023 ini untuk pengembangan karir dan penyegaran, mutasi hal yang biasa terjadi dilingkup ASN. Dalam acara siang itu juga disaksikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Rifai, Sekda Izul Marom serta Forkopimda dan segenap kepala OPD pemkab Blitar. ** (ZA/MP)
















