- BNI Tawarkan SBR015 lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% dan Cashback hingga Rp15 Juta
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Laporan Korps Rapor Kenaikan Pangkat Prajurit: Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Tanggung Jawab.
UMKM: Inovasi Bahan Karung Goni Pikat Buyer dan Pengunjung TEI 2023

MEGAPOLITANPOS.COM, Tangerang- Inovasi dan kreativitas tinggi dalam mengolah kerajinan tangan Indonesia dapat menghasilkan produk yang menarik. Salah satu peserta Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 yaitu Ethneeq yang berbasis di Denpasar, Bali, mampu mengkreasikan hal tersebut dengan menghasilkan produk tas, sandal, dan sepatu berbahan karung goni yang berpadu kain endek khas Bali.
Desain-desain tas dan produk lainnya diproduksi dengan apik sehingga tidak terlihat jika bahan yang digunakan berasal dari karung goni. Pada TEI ke-38 ini, stan Ethneeq berlokasi di Hall 8 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Kabupaten Tangerang, Banten.
Pemilik Ethneeq Dian Susanti bercerita, dirinya sering mengikuti berbagai pameran untuk mempromosikan produk hasil karyanya. "Jadi, produk utamanya adalah tas berbahan kain goni ramah lingkungan karena dari serat alam.
Baca Lainnya :
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- Gusmardi Bustami: Dari Order Menjadi Ekspor Nyata, Tantangan UKM Indonesia
- Kementerian UMKM Dorong Flobamorata Creative Expo Jadi Pintu Perluasan Pasar UMKM NTT
- Patroli Malam, Babinsa Bersatu Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
Keistimewaannya adalah kami kombinasikan goni dengan kain endek atau kain tradisional khas Bali," katanya di arena TEI, Rabu, (18/10).
Dian menjelaskan, usaha kecil menengah (UKM) miliknya yang berdiri sejak tahun 2020 hingga kini telah menciptakan enam koleksi dengan total 36 desain sendiri. Rata-rata produksi berbagai item mencapai 600 buah per bulan.
Produk yang dijual berkisar Rp150 ribu-Rp2,2 juta. Khusus tas dan sandal berkisar Rp620 ribu--Rp3 juta per pasang.Dian mengaku sangat senang mengikuti pameran di TEI. Sebab, produk hasil kreasinya bisa dilihat para buyer mancanegara. "Buyer yang telah datang dari Prancis. Buyer tersebut merupakan seorang trader yang menawarkan kerja sama. Untuk penjajakan, buyer Prancis itu membeli tas dan sandal yang akan dijajaki di negaranya terlebih dahulu,” jelasnya.
Dian mengatakan, tas buatannya pernah menjadi suvenir untuk agenda utama KTT G20. Sebelumnya, Dian juga mendapat kepercayaan untuk memproduksi suvenir pada agenda tambahan G20. Menurutnya, KTT G20 juga menjadi ajang bagi para UMKM untuk menunjukkan produk lokal dan kebudayaan Indonesia.

Dari segi penjualan, Dian menyebut, pembeli produknya banyak yang berasal dari Jakarta hingga Malaysia dan Singapura. "Rata-rata omzet bulanan paling rendah seingat saya ada di kisaran Rp60 juta per bulan dan tertingginya bisa sampai Rp100 jutaan," imbuhnya.
TEI merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia yang digelar Kementerian Perdagangan setiap tahun. TEI ke-38 berlangsung secara luring di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten pada 18—22 Oktober 2023. (Reporter: Achmad Sholeh)



.jpg)

.jpg)


.jpg)






