- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Dari GBK ke Lapangan Daerah, Gema Sasmita: Sepak Bola Indonesia Harus Dibangun dari Bawah
- Sinergi Babinsa dan Komduk, Perketat Patroli Malam.
- Pimpin HUT ke-81 TNI, Prabowo Ingatkan Prajurit Selalu Hadir untuk Rakyat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Bupati Tangerang Tegaskan Pergantian Kepsek Harus Bawa Semangat dan Gagasan Baru Tingkatkan Pengelolaan Sekolah.
- Kaskogabwilhan II Pimpin Laporan Korps Rapor Kenaikan Pangkat Prajurit: Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Tanggung Jawab.
- Gusmardi Bustami: Dari Order Menjadi Ekspor Nyata, Tantangan UKM Indonesia
Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok

Keterangan Gambar : Becak listrik bantuan presiden Prabowo.
MEGAPOLITANPOS.COM, Depok— Sebanyak 120 unit becak listrik dan tablet pintar bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disalurkan kepada masyarakat Kota Depok. Bantuan tersebut diberikan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dan diserahkan secara simbolis di Aula Teratai, Balai Kota Depok, Senin (5/10/2026).
Penyerahan bantuan dilakukan Ketua Yayasan GSN Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko bersama Wali Kota Depok Supian Suri.
Becak listrik diprioritaskan bagi para pengemudi becak, khususnya yang telah berusia lanjut. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban fisik pengemudi sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan keluarga penerima manfaat.
Baca Lainnya :
- Rocky Gerung: Koperasi Harus Jadi Pilar Utama Kekuatan Ekonomi Nasional
- Ringankan Beban Pengemudi Lansia, 120 Becak Listrik Bantuan Prabowo Hadir di Depok
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- BAZNAS Majalengka Raih Penghargaan, Gerakan Zakat Makin Berdampak
- Polisi Bongkar Curat di Maja, Pelaku Ditangkap di Sumedang
Ketua Yayasan GSN Teguh Arief Indratmoko mengatakan, penggunaan tenaga listrik membuat pengemudi tidak lagi sepenuhnya mengandalkan kekuatan fisik untuk mengangkut penumpang.
“Tenaga para pengemudi sedikit yang dipakai, tapi waktu menggunakan becak listrik termasuk mengangkut penumpangnya bisa berlipat ganda. Dengan harapan pendapatannya bertambah,” ujar Teguh.
Menurut Teguh, program becak listrik diberikan secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia. Prioritas penerima diberikan kepada pengemudi lanjut usia, sebelum diperluas kepada kelompok usia yang lebih muda.
Ia menyebut hingga saat ini sekitar 12.410 unit becak listrik telah disalurkan. Program tersebut ditargetkan terus berjalan hingga sekitar 25.000 unit pada 2026.
Teguh juga mengingatkan penerima agar merawat becak listrik yang telah diberikan. Kendaraan tersebut merupakan bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan.
“Becak listrik bantuan Pak Presiden tidak boleh dijual,” tegasnya.
Apabila penerima yang sudah lanjut usia tidak lagi mampu mengoperasikan becak, kendaraan tersebut dapat diteruskan kepada anak kandung penerima.
Teguh juga menegaskan tidak ada pungutan dalam penyaluran bantuan tersebut. Masyarakat diminta melapor apabila menemukan pihak yang meminta uang kepada penerima manfaat.
“Para pengemudi becak tidak ada pemungutan uang satu perak pun. Kalau ada, laporkan kepada kita,” ujarnya.
Selain meringankan beban kerja, penggunaan becak listrik dinilai dapat mendukung pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap dari pembakaran bahan bakar.
Selain becak listrik, Yayasan GSN juga menyalurkan tablet pintar untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah dasar. Tablet tersebut telah dilengkapi program pembelajaran dan kurikulum pendidikan dasar.
Teguh mengatakan, tablet diberikan terutama kepada sekolah yang belum memiliki akses jaringan internet memadai. Perangkat tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan akses teknologi bagi para siswa.
Ia meminta tablet digunakan secara bersama-sama untuk kepentingan pembelajaran, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Gunakan secara kebersamaan, karena di sekolah itu bukan untuk perorangan. Biasanya digunakan semacam di lab sekolah atau perpustakaan, nanti bergantian cara menggunakannya,” jelasnya.
Teguh berharap seluruh bantuan dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Becak dirawat, tablet juga dirawat,” tandasnya.(AS/MP).


.jpg)

.jpg)

.jpg)








