- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- Kementerian UMKM Gandeng Bank Sumut Salurkan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana
- Kemenkop Berikan Klarifikasi Terkait Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi.
- Intensifkan Patroli Malam, Babinsa bersama Komduk Sasar Lokasi Rawan.
- Kepala Kantah Kab Tangerang Ikuti Monitoring, Evaluasi dan Pembinaan Kinerja di Lingkungan Kanwil BPN Banten.
- Bedah Masalah, Sachrudin: Bahas Tuntas dan Segera Ditangani.
- HUT ke-31, Tirta Benteng Genjot Pelayanan dan Tawarkan Sambungan Baru Rp237 Ribu.
- Jiham Nur Hadiri Groundbreaking Jembatan Lahei, Dorong Infrastruktur Buka Akses Ekonomi Masyarakat
- Jembatan Lahei Dibangun, Plt Damang Apresiasi, Sebut Jembatan Jadi Kebutuhan Masyarakat
- Titiek Soeharto Dorong Pemerintah Serap Telur Peternak dan Atasi Kelangkaan Jagung
TPU Jadi Kandang Ternak dan Tempat Jemuran, PSI: Dinas Tak Becus Urus Aset

Keterangan Gambar : Anggota DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian
MEGAPOLITANPOS.COM DKI Jakarta - (14/06/2023) – Viral video memperlihatkan kondisi area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Prumpung, Jakarta Timur, jadi kandang ternak hingga untuk menjemur pakaian.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian angkat bicara tentang hal tersebut. Menurutnya, kasus TPU Prumpung ini bentuk ketidakseriusan Pemprov DKI, khususnya Dinas Pertamanan dan Hutan kota dalam mengelola aset-aset yang dimilikinya.
Baca Lainnya :
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Polisi Turun Tangan, Harga Beras di Majalengka Dipantau Ketat
- Bank Jakarta Buka Peluang Duplikasi Program CSR Biodigester di Seluruh Wilayah
- Pansus CSR DPRD DKI Apresiasi Program CSR Biodigester Sampah Organik Komunal Bank Jakarta, Ubah Sampah Jadi Energi Biogas
"Nampak ketidakbecusan dinas dalam mengelola asetnya sendiri. Banyak aset diabaikan, tidak terkelola dengan baik dan justru Dinas sibuk sendiri belanja lahan baru dengan jumlah anggaran yang besar," ucapnya.
“Ratusan milyar digelontorkan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk membeli lahan baru, mereka mnghamburkan uang dan memilih cara tersebut dibanding mengelola aset tanah yang sudah ada ini," lanjut Justin.
Anggota Komisi D itu juga menduga kuat ada oknum yang bermain dalam hal penguasaan aset daerah oleh pihak lain.
“Saya yakin dinas tersebut tahu dari awal. Ada petugas TPU, unit pengelolanya juga ada, tentu pendudukan ini tidak terjadi tiba-tiba tanpa sepengetahuan mereka, bahkan jangan-jangan memang disewakan oleh oknum” pungkasnya.
Dia juga berharap mestinya dinas bisa mencegah lebih awal agar hal-hal tersebut tidak terjadi. “Apabila dinas profesional dalam pengelolaan aset, maka kasus seperti ini mestinya tidak akan terulang lagi,” tutup Justin. ** (Jhn)




.jpg)











