- Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games 2026, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI
- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
Tampil Apik di Medica 2023, Alkes Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp338,98 Miliar

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta-– Produk alat kesehatan Indonesia(Alkes) mampu tampil apik di Pameran Medica 2023 dengan mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 21,98 juta atau setara Rp338,98miliar. Pameran internasional yang dilaksanakan di Düsseldorf, Jerman pada 13—16 November 2023 ini, diikuti lebih dari 6.200 perusahaan multinasional dengan menampilkan lebih dari 22.000 jenis produk alat kesehatan.
Termasuk dalam potensi transaksi tersebut yaitu tujuh kesepakatan perusahaan Indonesia dengan negara mitra mitra bisnis internasional dari Jerman, Swiss, Prancis, Belanda, Tiongkok, dan Vietnam.
Perusahaan Indonesia tersebut yaitu PT Graha Tekno Medika, PT Forsta Kalmedic Global, PT Kalgen DNA, PT Swayasa Prakarsa, PT Prima Alkesindo Nusantara, dan PT IDBH Utama Jaya.
Baca Lainnya :
- Kemenag Kab Tangerang Terus Perkuat Pembinaan Madrasah.
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Dari Celengan ke Buku Rekening, Siswa Sekolah Rakyat Belajar Menabung bersama BNI
- Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor
“Capaian ini patut membuat kita bangga sekaligus menjadi motivasi bagi pelaku usaha Indonesia dari berbagai sektor lainnya. Dengan kapabilitas mumpuni perusahaan Indonesia, produk kita menjadi pilihan konsumen dunia,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi dalam rilisnya di Jakarta, Kamis(23/11).
Partisipasi Paviliun Indonesia pada Medica 2023 merupakan hasil kerja sama Kementerian Perdagangan dengan Kedutaan Besar RI Berlin, Kementerian Kesehatan, dan Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (Aspaki).
Paviliun Indonesia menampilkan beragam produk alat kesehatan unggulan dalam negeri yang telah memenuhi standar internasional. Adapun produk yang ditampilkan yaitu peralatan cangkok tulang, mesin kolposkopi, ICU ventilator, sekrup sistem tulang belakang, ranjang elektrik rumah sakit, jarum suntik, peralatan bedah, peralatan pemindaian kardiografi, mesin proses dialisis, mesin humidifier, sarung tangan bedah, peralatan tes reagen, dan perlengkapan bedah sekali pakai.
Pada kegiatan tersebut ditampilkan transformasi kesehatan Indonesia dan potensi kerja sama internasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri serta menciptakan inovasi di sektor kesehatan.
“Partisipasi Indonesia pada ajang bergengsi sektor alat kesehatan ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mendorong ekspor produk-produk bernilai tambah tinggi. Keikutsertaan kembali Indonesia pada Medica 2023 sekaligus menjadi upaya mendorong penetrasi produk alat kesehatan ke pasar Eropa. Selain itu, sebagai momentum menampilkan kapabilitas perusahaan Indonesia dalam memproduksi alat kesehatan berkualitas di mata dunia,” kata Didi.
Pada 2022, produk alat kesehatan (HS90) menempati urutan ke-5 sebagai kelompok produk yang paling banyak diimpor oleh Jerman dengan nilai impor mencapai USD 46,9 miliar dari total perdagangan sebesar USD 125,8 miliar untuk sektor ini. Pada tahun tersebut, ekspor produk alat kesehatan Indonesia ke Jerman tercatat sebesar USD 53,8 juta.
“Konsistensi keikutsertaan Indonesia di ajang internasional Medica diharapkan dapat mendorong pengembangan sektor kesehatan dalam negeri dan memperluas jejaring bisnis dengan mitra potensial di tingkat global,” pungkas Didi.(Reporter: Achmad Sholeh)

.jpg)

.jpg)
.jpg)











