Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor

By Achmad Sholeh(Alek) 22 Sep 2026, 20:53:22 WIB UMKM
Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor

Keterangan Gambar : Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman.


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat kolaborasi untuk memperluas akses pasar ekspor bagi pelaku UMKM Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh yakni mengoptimalkan platform InaExport sebagai National Export Gateway Indonesia.

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Sinergi Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Bidang UMKM dan Perdagangan di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Pemberdayaan dan Peningkatan Daya Saing UMKM dalam rangka Pengembangan Ekspor.

Baca Lainnya :

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan, pelaku UMKM kini dapat memanfaatkan kanal Cek Ekspor di InaExport untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam mengakses pasar luar negeri.

“InaExport menjadi instrumen penting dan strategis dalam ekosistem ekspor Indonesia karena menghubungkan UMKM ke rantai pasar global, menemukan eksportir potensial, meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha, serta memperkuat daya saing produk,” kata Bagus.

Perkuat Ekosistem Ekspor UMKM

Melalui kerja sama tersebut, Kementerian UMKM dan Kemendag sepakat memperkuat pertukaran data UMKM dan informasi pasar, peningkatan kapasitas usaha, perluasan jejaring pemasaran, pendampingan akses pembiayaan, dukungan fasilitas pergudangan dan logistik, hingga pemanfaatan sistem layanan digital untuk pengembangan ekspor nasional.

Kementerian UMKM akan berperan dalam memberikan pendampingan kepada UMKM yang siap ekspor, menyediakan layanan pendukung usaha, serta mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan dari para pemangku kepentingan.

Sementara Kemendag akan menyediakan informasi mengenai pasar luar negeri, memberikan bimbingan teknis, serta memfasilitasi transaksi ekspor.

Smesco Indonesia sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian UMKM juga dilibatkan untuk menyediakan layanan logistik dan pergudangan sekaligus mempertemukan produk UMKM siap ekspor dengan jaringan perdagangan di luar negeri.

Bagus menjelaskan, Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan memiliki kemampuan marketing intelligence untuk memetakan kebutuhan dan tren pasar di berbagai negara.

Di sisi lain, Smesco Indonesia memiliki kemampuan product intelligence untuk mengidentifikasi produk potensial dari dalam negeri. Smesco juga telah menjalin kerja sama perdagangan yang menghubungkan pengusaha UMKM Indonesia dengan sedikitnya 11 negara.

“Marketing intelligence dari Kemendag harus dihubungkan dengan product intelligence Smesco sehingga sanggup memenuhi kebutuhan pasar global dengan ketersediaan produk UMKM potensial dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

SAPA UMKM Terhubung dengan InaExport

Penguatan ekosistem digital juga dilakukan melalui aplikasi SAPA UMKM milik Kementerian UMKM yang terhubung dengan InaExport melalui sistem Open API.

Integrasi tersebut memungkinkan pelaku UMKM memperoleh pendampingan ekspor yang lebih spesifik sesuai dengan kebutuhan masing-masing usaha.

SAPA UMKM juga memberikan akses terhadap berbagai layanan pemberdayaan yang disediakan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait sehingga dukungan bagi pelaku UMKM dapat diperoleh secara lebih terintegrasi.

Bagus optimistis kolaborasi tersebut dapat mempercepat semakin banyak UMKM Indonesia memasuki pasar global. Terlebih, berbagai produk lokal dinilai memiliki potensi dan permintaan di pasar ekspor.

Potensi tersebut antara lain terlihat dari fasilitasi Kementerian UMKM terhadap sekitar 75 UMKM untuk terhubung dengan pasar China. Dari jumlah tersebut, lima UMKM telah menandatangani kontrak kerja sama dengan eksportir untuk sejumlah produk, di antaranya cocopeat, kopi, teripang, dan kerupuk.

“Semua upaya ini dilakukan supaya kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia meningkat 15–17 persen dari posisi saat ini sekitar 60 persen,” kata Bagus.

Produk Lokal Harus Penuhi Standar Ekspor

Menurut Bagus, upaya membawa produk lokal ke pasar dunia harus diikuti dengan penyesuaian terhadap standar dan persyaratan ekspor yang berlaku di masing-masing negara tujuan.

Dengan memenuhi standar tersebut, produk UMKM Indonesia diharapkan tidak hanya mampu masuk ke pasar global, tetapi juga memiliki daya saing dan keberlanjutan.

Di sisi lain, pemerintah tetap mendorong penguatan pasar domestik agar kebutuhan masyarakat yang dapat dipenuhi oleh pelaku UMKM dalam negeri tidak bergantung pada produk impor.

Bagus menegaskan Kementerian UMKM akan terus bersinergi dengan Kemendag untuk melahirkan lebih banyak UMKM berdaya saing global sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi produk lokal menuju pasar ekspor.

“Sinergi ini menunjukkan langkah konkret dan komitmen pemerintah dalam memajukan usaha masyarakat,” kata Bagus.(AS/MP).




  • Kementerian UMKM Integrasikan SAPA UMKM dengan InaExport untuk Perkuat Ekspor

    🕔20:53:22, 22 Sep 2026
  • Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi

    🕔23:05:42, 21 Sep 2026
  • Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja

    🕔22:54:07, 21 Sep 2026
  • Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi

    🕔17:14:54, 20 Sep 2026
  • Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung

    🕔17:26:22, 20 Sep 2026