- Politisi Muda Disabilitas BambsoesHadir dalam Buka Puasa Bersama IKAL Lemhannas RI di Kantor Staf Presiden
- PRSI Ucapkan Selamat Nyepi, Perkuat Komitmen Program Robotika untuk Negeri
- Pastikan Kesiapan Lebaran, Bupati Barito Utara Cek Tiga Pos Strategis
- Politisi Nasdem, Hj Nety Herawati Ingatkan Pemudik Utamakan Keselamatan
- Hilal Tak Terlihat, Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 pada 21 Maret
- Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
- Kemenhub Berangkatkan 303 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 Ramah Anak dan Disabilitas Moda Kereta Api
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- DI Pasar, Babinsa Cek Stabilitas Harga Sembako Jelang Lebaran
Sumbangan Devisa dari Pekerja Migran Indonesia hingga Tahun 2023 Naik Pesat

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, sumbangan devisa dari pekerja migran Indonesia (PMI) tahun 2023 mengalami kenaikan. Hal itu disampaikan Benny berdasarkan informasi Bank Indonesia tentang sumbangan devisa para pekerja migran Indonesia yang meningkat pesat hingga akhir tahun 2023.
“Terjadi kenaikan sumbangan (devisa) pekerja migran Indonesia ke negara. Bank Indonesia merilis bahwa di 2023 sumbangan devisa yang masuk ke Indonesia atau remitansi kiriman para pekerja migran Indonesia dari luar negeri adalah sebesar 227 Triliun rupiah, naik 42,2% dari tahun 2019 ke 2023," kata Benny saat melepas 99 orang pekerja migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan bertempat di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu sore (30/6/2024).
Lanjut Benny mengungkapkan, kenapa bisa terjadi kenaikan?
Baca Lainnya :
- Legislator DPR RI Ateng Sutisna Hadirkan Posko Mudik Gratis di Pantura Subang - Pamanukan
- Ateng Sutisna Soroti Target Nol Open Dumping 2026, Dorong Reformasi Total dan Solusi RDF Berbasis Desa
- KNPI Majalengka Konsolidasi Besar, Pemuda Didorong Jadi Motor Pembangunan Daerah
- IR H Ateng Sutisna Tegaskan Peran Strategis Jurnalis, Jadi Penyambung Lidah Rakyat
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
"(Karena) kesadaran menabung, kesadaran untuk mengirim uang ke keluarganya semakin tinggi, jadi para PMI tersebut tidak konsumtif dan menghabiskan uang yang di dapatnya di luar negeri, dengan uang yang dikirim ke kampung halaman, membuat perputaran ekonomi di kampung masing-masing jadi bergerak," ujar Benny.
Atas capaian sumbangan para pejuang devisa itu, Benny berharap, negara harus hadir dan memberikan pelindungan serta perlakuan hormat kepada para pekerja migran Indonesia.
"Kita inginkan, negara terus memperbaiki dirinya untuk membangun satu mindset dan paradigma baru bahwa tidak boleh merendahkan PMI, tidak boleh memandang sebelah mata terhadap PMI dan tidak boleh lagi ada perlakuan dari oknum negara yang perlakuannya sewenang-wenang terhadap PMI," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Benny juga mengingatkan para pekerja migran Indonesia untuk mendaftarkan dan melaporkan diri di aplikasi Portal Peduli WNI setiba mereka di Korea Selatan agar keberadaan mereka dapat dipantau oleh perwakilan Indonesia di sana.
Sebagai informasi, pelepasan 99 orang pekerja migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan terdiri dari 90 orang bekerja di sektor manufaktur dan 9 orang di sektor shipbuilding.
Diketahui sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan pekerja migran Indonesia (PMI) setiap tahun menyumbangkan devisa sebesar 14,22 miliar dolar AS.
"Pekerja migran Indonesia setiap tahun menyumbangkan 14,22 billion US dollar sehingga cadangan devisa atau devisa yang berasal dari mereka (PMI) ini nomor dua setelah sektor migas," kata Juda dikutip dari antaranews, Jum'at (31/5).(*/Anton)

















