- Rampas Mobil Taksi Online, Pelaku Berhasil Dibekuk Jatanras PMJ di Rangkasbitung
- Disambut Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Muzafar, Komisi I DPR RI Tegaskan Komitmen Dukung Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit.
- Kantah Kabupaten Tangerang Serahkan 8 Sertipikat Aset BMN untuk Dukung Pembangunan Jalan Tol Tangerang–Merak.
- Sinergi Koramil dan Komduk Gelar Patroli Jaga Kondusifitas Wilayah Binaan.
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kodim 0506/Tgr Sosialisasikan Penerimaan Secaba dan Secata PK TNI AD Gelombang I TA 2027, Tegaskan Gratis Tanpa Biaya.
- Kantor Pertanahan Kabupaten Pandeglang Dorong Percepatan Sertipikasi Tanah, Aset Pemda, dan Tanah Wakaf.
- Sertu Suparman Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau.
- Tim Wasrik Itdam V/Brawijaya Tinjau Proyek Pembangunan Jembatan Di Wilayah Kodim 0808/Blitar.
- Evaluasi Maturitas SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN.
Sumbangan Devisa dari Pekerja Migran Indonesia hingga Tahun 2023 Naik Pesat

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan, sumbangan devisa dari pekerja migran Indonesia (PMI) tahun 2023 mengalami kenaikan. Hal itu disampaikan Benny berdasarkan informasi Bank Indonesia tentang sumbangan devisa para pekerja migran Indonesia yang meningkat pesat hingga akhir tahun 2023.
“Terjadi kenaikan sumbangan (devisa) pekerja migran Indonesia ke negara. Bank Indonesia merilis bahwa di 2023 sumbangan devisa yang masuk ke Indonesia atau remitansi kiriman para pekerja migran Indonesia dari luar negeri adalah sebesar 227 Triliun rupiah, naik 42,2% dari tahun 2019 ke 2023," kata Benny saat melepas 99 orang pekerja migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan bertempat di eL Hotel, Kelapa Gading, Jakarta, Minggu sore (30/6/2024).
Lanjut Benny mengungkapkan, kenapa bisa terjadi kenaikan?
Baca Lainnya :
- Diduga Adu Kekuatan Antarkelompok, 5 Orang Diamankan Polisi
- Warga Cium Bau Tak Sedap, Ustaz Latif Ditemukan Meninggal Diperkirakan Sudah 3 Hari
- 77 Ribu Aduan Bansos Menggunung, Dinsos Majalengka Disorot
- Jamaah Haji 2027 Dapat Subsidi Rp 3 Juta, Pelunasan Jadi Rp 23,24 Juta
- Jaga Jakarta On The Spot, Babinsa-Bhabinkamtibmas Bagikan Sembako kepada Warga.
"(Karena) kesadaran menabung, kesadaran untuk mengirim uang ke keluarganya semakin tinggi, jadi para PMI tersebut tidak konsumtif dan menghabiskan uang yang di dapatnya di luar negeri, dengan uang yang dikirim ke kampung halaman, membuat perputaran ekonomi di kampung masing-masing jadi bergerak," ujar Benny.
Atas capaian sumbangan para pejuang devisa itu, Benny berharap, negara harus hadir dan memberikan pelindungan serta perlakuan hormat kepada para pekerja migran Indonesia.
"Kita inginkan, negara terus memperbaiki dirinya untuk membangun satu mindset dan paradigma baru bahwa tidak boleh merendahkan PMI, tidak boleh memandang sebelah mata terhadap PMI dan tidak boleh lagi ada perlakuan dari oknum negara yang perlakuannya sewenang-wenang terhadap PMI," pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Benny juga mengingatkan para pekerja migran Indonesia untuk mendaftarkan dan melaporkan diri di aplikasi Portal Peduli WNI setiba mereka di Korea Selatan agar keberadaan mereka dapat dipantau oleh perwakilan Indonesia di sana.
Sebagai informasi, pelepasan 99 orang pekerja migran Indonesia (PMI) skema Government to Government (G to G) ke Korea Selatan terdiri dari 90 orang bekerja di sektor manufaktur dan 9 orang di sektor shipbuilding.
Diketahui sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan pekerja migran Indonesia (PMI) setiap tahun menyumbangkan devisa sebesar 14,22 miliar dolar AS.
"Pekerja migran Indonesia setiap tahun menyumbangkan 14,22 billion US dollar sehingga cadangan devisa atau devisa yang berasal dari mereka (PMI) ini nomor dua setelah sektor migas," kata Juda dikutip dari antaranews, Jum'at (31/5).(*/Anton)




.jpg)



.jpg)







