- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
Study Tour SMPN 14 Memberatkan Orangtua, Aktivis Desak Dindik Beri Sanksi Tegas

Keterangan Gambar : Gedung SMPN 14 Kota Tangerang
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Karya wisata SMPN 14 Kota Tangerang dinilai memberatkan, pasalnya tidak sedikit dari orangtua mengeluhkan kegiatan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan M salahsatu orangtua yang kepada wartawan selasa (23/5/2023) yang menilai kegiatan karya wisata adalah upaya sekolah dalam mencari keuntungan.
"Berangkat ke Jogja hari ini, atuh emang ngga ada tempat selain jogja," keluh M.
Baca Lainnya :
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Maryono Apresiasi Kontribusi Ormas dalam Menjaga Trantibum.
- Evaluasi SAKIP, Maryono: Tak Cuma Terserap, Harus Berdampak.
Menurut dia, untuk membiayai putrinya yang diwajibkan untuk mengikuti karya wisata yang diberangkatkan pada hari ini, dirinya harus meminjam uang dan menjual beberapa barang pribadinya.
"Atuh kira kira berangkat piknik ampe jutaan, kita darimana kalau bukan pinjem sana sini, ampe saya jual tv biar anak berangkat," ungkap M.
Menurut dia, kendati dari kalangan tidak mampu, kegiatan karya wisata dengan tujuan Jogja tersebut terkesan diwajibkan bagi putrinya, pasalnya dalam beberapa kesempatan putrinya mendapat intimidasi dan tekanan dari sekolah.
"Ada bae ancemannya, misalnya kalau ngga ikut tetep bayar atau nanti nilainya dikurangi gimana kita ngga puyeng," ujar M.
Dihubungi terpisah, kepala SMPN 14 Kota Tangerang Blewuk S. Nugroho meminta untuk tidak membesar - besarkan persoalan yang dinilai memberatkan tersebut.
"Nanti kita obrolin aja ya, mohon dukungan dan doa Restu," tulis Blewuk S. Nugroho dalam pesan singkatnya.
Saat disinggung terkait keluhan walimurid yang menilai kegiatan tersebut memberatkan, kepala sekolah yang dikenal juga sebagai dosen disalahsatu Universitas swasta dikota Tangerang dirinya enggan merespon dan meminta pewarta untuk datang dan berbicara secara langsung olehnya.
"Nanti kita obrolin langsung aja ya," tulisnya lagi.
Menanggapi hal tersebut, Suma Wijaya Aktifis sekaligus penggiat sosial menegaskan kegiatan karya wisata yang digelar tersebut sudah dipastikan menyalahi aturan yang berlaku.
"Lain ceritanya kalau dinas pendidikan kota Tangerang tidak mengeluarkan surat edaran terkait larangan kegiatan karya wisata," kata Aktifis berkacamata tersebut.
Selain itu, Suma menilai kegiatan karya wisata tersebut hanya terkesan pemborosan ditengah kondisi perekonomian yang tengah merosot tajam. peningkatan pengetahuan atau kemampuan.
"Apa manfaatnya ?, apakah menambah pengetahuan siswa atau cuma sekedar jalan jalan menghamburkan uang," ujar Suma.
Dengan begitu ia mendesak dinas pendidikan kota Tangerang untuk segera mengambil langkah tegas atas kegiatan yang telah diharamkan oleh kepala dinas.
"Ini sama saja mengabaikan instruksi pemkot tangerang, jadi tidak lagi ada alasan untuk dinas pendidikan tutup mata atas persoalan ini," jelas Suma.
Hal itu dinilai perlu dilakukan lantaran saat ini, berdasarkan data yang dia punya terdapat beberapa sekolah baik ditingkat SD dan SMP yang disinyalir mengabaikan instruksi dari dinas pendidikan.
"Jatuhkan sanksi tegas, biar sekolah lainnya berfikir dua kali jika melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan," pungkasnya.Jhn




.jpg)











