- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
Slruupp..! Gurih Sedap Pindang Ayam

Keterangan Gambar : Foto: Detikfood
Megapolitanpos.com: Pindang versi Jawa Tengah ini disajikan dalam mangkuk keramik mungil. Kuahnya kecokelatan gurih hangat. Suwiran ayam kampung yang empuk dan daun melinjo muda yang renyah membuat sajian khas ini makin sedap. Enak dihirup panas saat udara dingin bertiup! Hidangan berkuah seperti soto dan pindang merupakan sajian khas Jawa Tengah. Semuanya diracik dalam mangkuk mungil bersama nasi dan disiram kuah panas sehingga jadi nikmat saat disantap. Karena porsinya kecil, biasanya pengunjung selalu memesan semangkuk lagi. Udara berangin panas yang bertiup siang itu membuat saya jadi ingin menikmati yang berkuah hangat seperti soto gaya Jawa Tengah. Maka saat melintas di Jl. Bulevar Kelapa Gading saya memutuskan mampir ke rumah makan Soto Kudus Ayam Kampung dan Pindang Ayam. Rumah makan ini ditata gaya warung soto khas Jawa, meja panjang berjajar plus kursi-kursi plastik pendek. Di meja pun berjajar aneka kerupuk, keripik, usus goreng, kulit goreng, keripik paru dan kerupuk kulit. Tentu saja semangkuk soto dan semangkuk pindang ayam saya pesan buat menuntaskan selera. Rumah makan yang merupakan cabang dari Pasar Baru ini sudah cukup lama ada di kawasan Kelapa Gading. Meskupun ada banyak rumah makan sejenis, rumah makan ini tetap ramai dikunjungi penggemarnya. Soto disajikan dalam mangkuk keramik Cina mungil dengan sendok bebek, khas soto Kudus. Kuahnya bening kecokelatan, tanpa jejak minyak atau lemak, mungkin karena memakai ayam kampung. Bawang putih goreng yang royal menutupi permukaannya juga irisan daun kucai yang menjadi ciri khas soto ini. Kuahnya gurih dengan wangi bawang yang kuat dan tak ada rasa gurih lemak yang berlimpah. Suwiran daging ayamnya sangat halus, diselingi tauge yang renyah segar. Setelah diaduk dengan sambal kecap rawit dan kucuran air jeruk nipis, barulah terasa pedas, gurih dan segar! Meskipun porsinya kecil, soto ini cukup mengenyangkan. Karena ada lauk-pauk pendamping yang bisa dinikmati bersama suapan soto. Telur kecap, satai kerang, perkedel, otak goreng dan tentu saja dengan aneka kerupuk dan keripik yang tersedia di meja. Ini salah satu gaya sajian soto Kudus yang saya suka, komplet dan mantap! Pindang ayam juga disajikan dengan cara sama. Sebetulnya di Kudus yang terkenal adalah pindang kerbau karena memakai potongan daging kerbau atau pindang daging sapi. Di rumah makan ini justru pindang ayam kampung yang jadi unggulannya. Istilah pindang buat orang Sumatera bisa berarti ikan berkuah bening, tetapi di Kudus, pindang khusus buat sajian yang mirip rawon karena berkuah kecokelatan dan memakai tambahan daun melinjo muda sebagai pelengkapnya. Santan encer yang ditambahkan selain menambah gurih juga membedakan dengan rawon. Kuah encer pindang ayam kampung ini terasa tidak terlalu pekat, gurih ringan dengan sapuan aroma kluwek dan sedikit semburat manis. Suwiran halus daging ayam melengkapi kuah yang gurih hangat. Taburan bawang merah melengkapi sajian sedap khas Kudus ini. Sayang sekali daging ayamnya tidak direbus bersama kuahnya sehingga kurang meresap rasa bumbu di dalam daging ayamnya. Padahal dengan tambahan sambal rawit rasa gurihnya jadi sedikit pedas dan enak. Harga yang dipatok buat racikan khas Kudus ini juga tak terlalu mahal. Semangkok soto dan pindang ayam dihargai Rp. 12.000,00 (tanpa nasi). Cukup buat menumpas rasa kangen racikan khas kota kretek!(DETIK FOOD)

















