- DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Bank Mandiri Digugat karena Cairkan Kredit Rp200 Juta dengan Jaminan Aset Milik Orang Lain
- Sineas Indonesia Bongkar Formula Film Drama yang Masih Diminati Penonton
- Menkop Buka Kebumen Travel Mart dan Dorong IWAKK Walet Emas Jadi Koperasi
- Banpres Rp1,2 Triliun untuk UMKM Terdampak Bencana Sumatera Disalurkan Bertahap
- AiMOGA Mornine Raih Tiga Sertifikasi Uni Eropa, Siap Ekspansi ke Pasar Global
- BIMA Apresiasi DPR dan Botok, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026
- Peran Penting Kemitraan dengan BRI Talun Dorong UMKM Usaha Fasiatin Naik Kelas dan Berkembang
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
Siswa SMAN 2 Tangsel Ciptakan Robot Pendeteksi Kebakaran Lahan, Dilirik Kementerian Lingkungan Hidup

Keterangan Gambar : Siswa kelas XI SMAN 2 Tangerang Selatan Imran menciptakan robot pendeteksi awal dan pemadaman awal kebakaran lahan gambut.
MEGAPOLITANPOS.Tangsel- Siswa kelas XI SMAN 2 Tangerang Selatan Imran menciptakan robot pendeteksi awal dan pemadaman awal kebakaran lahan gambut.
Karyanya tersebut dilirik Kementerian Lingkungan Hidup karena robot buatannya kebetulan ada hubungannya dengan kebakaran hutan dan lahan.
Imran mengakui, sudah merancang robot atau alat untuk pendeteksi awal dan pemadaman awal kebakaran buatan lahan gambut.
Baca Lainnya :
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Jalan Sehat jadi Puncak Peringatan HAB ke-80 di Kemenag Tangsel
- Patroli Gabungan TNI–Komduk Tangsel Perkuat Keamanan Malam Hari
- Ziarah Tabur Bunga HUT TNI ke-80 di Tangsel, Peringatan Penuh Makna
Robot ini inovasi sistem kontrol deteksi dini dan pemadaman awal kebakaran bawah tanah lahan gambut berbasis Artivicial Intelligence dan trasmisi teknologi LoRa.
Alat ini menggunakan sensor panas untuk mendeteksi perubahan suhu di bawah tanah yang dapat dipantau melalui aplikasi secara real time yang diupdate setiap 20 detik.
Sensor panas yang mendeteksi kenaikan suhu secara signifikan dapat mengirimkan sinyal sehingga pompa air dapat langsung mengalirkan air pada 8 titik saluran airnya.
"Sebenarnya proyek ini sudah dikerjakan tiga tahun lalu dan sampai saat ini masih diteruskan dan dikembangkan," katanya, Kamis (5/7).
Dari tiga tahun lalu. saat masih SMP, Imran terus mengembangkan alat ciptannya. Inovasi ini akan terus dikembangkan sehingga dapat diterapkan di lapangan.
Alat yang saat ini masih dalam bentuk prototype telah diuji di lapangan yaitu pada lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan tingkat keberhasilan 90 - 100%.
"Jadi alat ini gunanya untuk mendeteksi kebakaran dan pemadaman awal di kebakaran bawah tanah lahan gembut," katanya.
Dia mengakui banyak dukungan datang, untuk bisa menciptakan alat atau robot pemadam lahan gambut.
Pihak sekolah memberikan dispensasi waktu, seperti diperbolehkan keluar sekolah untuk mengurusi lomba-lomba, alat, uji coba, hingga nilai yang dijamin.
"Saya didukung mulai dari presentasi, pembuatan alat, dan juga lain-lainnya," katanya.
Menurut dia, butuh pendanaan luar biasa untuk robot itu. Selain proyek lama juga, di mana pendanaan dilakukan pribadi.
Robot ini baru diikutsertakan dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia pada September mendatang. Meski dulu pernah dilombakan di tahap SMP. Tapi waktu itu masih finalis nasional.
"Sekarang saya lombakan lagi karena diperbolehkan untuk jenjang SMA," ujarnya.
Olimpiade Penelitian tingkat nasional nantinya digelar offline dan akan melakukan presentasi dan diberikan pertanyaan dari juri secara langsung
Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia atau biasa disingkat OPSI adalah ajang kompetisi penelitian ilmiah tahunan bagi siswa SMP dan SMA sederajat, baik berupa karya tulis maupun temuan.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Di SMAN 2 Tangsel, Imran memilih ekskul karya ilmiah di robotika, Imran mengatakan, saat ini sedang mempersiapkan sejumlah tahapan untuk mengikuti lomba olimpiade penelitian siswa Indonesia.
"Alhamdulillah sudah banyak dukungan, dari orang tua, dari kementerian lingkungan hidup dan juga dari sekolah memberikan fasilitas yang luar biasa," katanya. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).








.jpg)







