- Amankan Pengesahan Warga Baru PSHT Sebanyak 480 Personil Disiagakan
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
Seribu Jurus Untuk Serang Anies, Habis Janji Terbitlah Hutang.
serangan dengan isu yang absrud dan mudah dipatahkan

Keterangan Gambar : Agung Nugroho, Aktivis 98 dan Penggiat Sosial Kemanusiaan
MEGAPOLITANPOS.COM: Opini-Pasca Anies Baswedan mendapat tiket untuk maju dalam pemilihan presiden 2024 dengan dipastikannya dukungan dari partai Demokrat dan PKS dalam koalisi perubahan bersama partai Nasdem, membuat pihak-pihak yang selama ini berusaha menjegal Anies semakin panik.
Tak ayal, kepanikan tersebut memunculkan serangan dengan isu yang absrud dan mudah dipatahkan. Apalagi isu tersebut sebatas dilempar tanpa pernah disertai dengan bukti dan fakta yang shahih. Ibarat cerita persilatan dalam kisah Wiro Sableng, mereka keluarkan jurus "kuyuk melempar buah" yang dapat ditangkis dengan jurus "membuka jendala, menatap rembulan".
Diawali oleh Sandiaga Uno yang melempar isu perjanjian Anies dengan Prabowo, Sandiaga menyebut Anies ingkar janji jika maju pilpres 2024, karena Anies sudah berjanji dihadapan Prabowo tidak akan maju capres jika Prabowo maju capres. Isu janji ini kembali dikuatkan oleh Dasco, salah satu petinggi partai Gerindra untuk menguatkan image Anies yang ingkat janji. Padahal perjanjian itu kaitannya pada pilpres 2019, dimana Anies berjanji tiak akan ikut berkompetisi untuk menghormati Prabowo yang sudah mendukungnya di pilkada DKI 2017, disamping juga Anies ingin menunaikan tugasnya di DKI sampai tuntas 5 tahun.
Isu perjanjian Anies dan Prabowo itu patah dengan mudah karena tidak ada korelasinya dengan kehendak rakyat yang menginginkan Anies maju sebagai capres di pilpres 2024 ini. Apalagi rakyat banyak di grassroot ternyata juga tidak peduli dengan isu yang dilempar Sandiaga Uno tersebut.
Gagal menjatuhkan citra Anies lewat isu perjanjian Anies Prabowo, serangan kembali dilancarkan. Kali ini isu yang dilempar adalah isu Anies hutang pada Sandiaga Uno sebesar 50M , dan lagi-lagi isu dilempar tanpa bukti dan fakta.
Isu Anies hutang pada Sandiaga Uno saat pilkada 2017 itu seperti dongeng yang dibuat untuk menakut-nakuti anak kecil, karena pada dasarnya tidak pernah ada Anies hutang secara pribadi pada Sandiaga Uno sebesar 50M untuk kebutuhan pilkada 2017.
Tidak ada dokumen tercatat yang menyatakan Anies berhutang pada Sandiaga, kapan uang itu diserahkan atau lewat rekening mana uang tersebut ditransfer. Bahkan Sandiaga Uno sendiri mengatakan di salah satu acara podcast bahwa semua uang yang dia keluarkan untuk pilkada DKI 2017 itu adalah dana perjuangan bukan hutang. Belum lagi ketika didesak mana bukti kalau Anies hutang pada Sandiaga Uno, jawabannya ada sama si fulan. Persis seperti saat dilempar isu perjanjiaan Anies dan Prabowo, saat ditanya mana bukti perjanjiaannya selalu dijawab ada sama si fulan.
Sebenarnya isu hutang ini dilempar tujuannya untuk menjatuhkan citra Anies, Anies dianggap sebagai calon presiden yang tidak punya uang sehingga tidak pantas didukung untuk maju pilpres 2024. Namun justru dengan dilemparnya isu hutang ini semakin menguatkan posisi Anies sebagai calon presiden yang tidak terjerat lingkaran setan oligarki yang selama ini mencengkram politik di Indonesia menjadi liberal dan transaksional. Rakyat semakin yakin bahwa Anies Baswedan adalah pilihan yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan nasional yang akan membawa Indonesia berdaulat dan berkeadilan sosial.

















