Breaking News
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
Sembahyang Imlek di Klenteng Puna Karya Dengan Prokes Yang Ketat

MEGAPOLITANPOS,COM. Kabupaten Tangerang- Warga keturunan Tionghoa, dalam ibadah malam perayaan Imlek di Klenteng Puna Karyà terasa tidak bagitu ramai, pasalnya suasana Imlek masih diselimuti suasana Pandemi Covid Omicron. Senin malam (31/01/2022). Klenteng ini berdiri sejak Tahun 1996 sudah 25 tahun lalu. Jadi klenteng ini dibangun oleh warga khonghucu dan bersifat erbuka, jadi bebas buat umat siapa saja, Moment Ghongxi Fachai tetap menjaga Prokes. Ketua Yayasan Klenteng Puna Karya, Kho An menjelaskan setiap tahun wihara ini merayakan Imlek dengan sukacita, tetapi dua tahun belakangan ini terasa sepi dan ada pembatasan setiap pengunjung, karena adanya musibah Pandemi Covid yang masih melanda dilingkungan Kabupaten Tangerang.
"Dimasa pandemi ini orang yang habis ibadah diharap kembali kerumah masing- masing, jadi tahun ini perayaan imlek di klenteng kami tidak ada acara Barongsay, walau sebenarnya kami akan adakan, dan sudah mendapat persetujuan dari Muspika sini," Ucap Kho An, kepada awak media. Senin (31/01/2022).
Tambah Kho An, sebenarnya puncak acara Imlek ini pada hari kelima belas (Chapgo meh) nah itu hari ramainya imlek ini, dan malam ini yang datang ke klenteng hanya seputar warga sini.
Sementara itu Benly, warga Citra Raya mengatakan bahwa ia bersama Keluarga datang hanya untuk beribadah, karena saat ini masih dalam kondisi Pandemi, maka ia usai bersembahyang akan kembali pulang
Kerumah.
"saya berharap Pandemi ini cepat berlalu, agar aktivitas kita bisa seperti dahulu lagi," pinta Benly.( Estty)


.jpg)














