- Menkop Kunjungi Kantor Agrinas, Bahas Perkembangan Rencana Operasional Kopdes Merah Putih
- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
Sektor Pekerjaan PMI di Jerman Bakal Diperluas, Kepala BP2MI : Selain Perawat juga Untuk Kontruksi

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan bakal ada potensi penambahan sektor konstruksi pada skema penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) antar pemerintah atau Government to Government (G to G) Jerman.
Hal itu dikatakan Benny saat melepas keberangkatan 85 pekerja migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan (Korsel), di Kantor BP2MI, Jakarta, Senin (13/5/2024).
Dijelaskan Benny, akan adanya penambahan sektor pekerjaan itu setelah pihaknya bernegosiasi dengan pihak Jerman pada awal Mei 2024 saat kunjungan kerja ke negara tersebut. Dia juga mengatakan pembahasan perluasan sektor sudah dilakukan dengan pihak Jerman.
Baca Lainnya :
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
"Bahkan mereka challenge bagaimana kalau technical agreement (perjanjian kerjasama)-nya bisa ditandatangani paling lambat bulan Juli, saya perintahkan staf mempersiapkan segala sesuatunya," imbuh Benny.
"Jadi (PMI) yang ke Jerman punya pilihan, tidak hanya perawat tapi juga untuk konstruksi," jelas Benny.
Lanjut Benny mengungkapkan, salah satu tantangan dalam meningkatkan penempatan PMI ke Jerman adalah persyaratan bahasa, yakni dibutuhkan sertifikat bahasa level B2 untuk dapat bekerja di negara tersebut. Meski demikian, Benny mengaku berupaya keras agar persyaratan bahasa dapat menjadi pertimbangan dalam kerjasama perluasan sektor pekerjaan.
"Kemarin kita bernegosiasi dengan GIZ (Badan Kerjasama Internasional Jerman) bagaimana jika diturunkan levelnya A1 atau A2 untuk B1 dan B2 cukup dilakukan di Jerman sambil PMI bekerja," kata Benny.
"Artinya, dengan modal A2 dia (PMI) bisa ke Jerman kemudian dia (PMI) bisa bekerja mengisi kekosongan jabatan dan sektor yang dibutuhkan oleh Jerman dan itu sedang dinegosiasikan," papar Benny.
Sekedar diketahui pada tahun 2023 BP2MI menempatkan sebanyak 84 PMI ke Jerman dalam skema penempatan G to G sektor perawat. ** (Anton)













