- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
Sambo Sebut Kejadian di Magelang Lebih Fatal Dari Pelecehan Seksual

Megapolitanpos.com, Jakarta (10/01): Tersangka Pembunuhan berencana Brigadir Joshua (Brigadir J) Ferdy Sambo Sebut Kejadian di Magelang yang menimpa Putri Cendrawati(PC) bukan sekedar pelecehan tapi lebih dari itu.
" Pada saat tiba, istri saya menghampiri saya di ruang kerja, menyampaikan "saya sudah tiba". saya sampaikan "kamu mau cerita apa? saya makan dulu nanti kita bicara di lantai 3". Setelah selesai makan istri saya naik ke lt 3 kemudian menceritakan kejadian di Magelang yang bukan pelecehan tapi lebih fatal dari itu," demikian dikatakan Ferdi Sambo dalam menjawab pertanyaan Majelis Hakim tentang kapan PC menceritakan kejadian di Magelang, dalam sidang di PN Jaksel, Selasa(10/01/2023).
Sambo mengaku saat itu dalam keadaan emosi, sehingga tidak berpikir logis sehingga segala tindakannya menjadi fatal.
Baca Lainnya :
- Dugaan Kasus Korupsi bansos, DPRD Akan Panggil Perumda Pasar Jaya
- Terbukti Bersalah, Jaksa Juga Tuntut Terdakwa Ricky Rizal Hukuman 8 Tahun Penjara
- JPU, Kuat Maruf dituntut 8 tahun Penjara
- Demo di PN Jaksel, AMPPUH Dorong Masyarakat Awasi Jalannya Sidang Kasus Sambo
- Tim PH Richard Eliezer Berharap Tuntutannya Harus Sesuai Fakta Persidangan
" waktu itu saya emosi, saya marah kemudian saya tidak perkirakan ini akan terjadi sefatal itu kemudian kalau saya diceritakan itu semalam, pasti saya akan jemput semalam yang mulia," terang Sambo.
Setelah mendengar cerita PC, Sambo akhirnya meminta pertanggung jawaban ajudan yang bertugas menjaga PC.
" kemudian saya harus meminta pertanggungjawaban ajudan yang menjaga keluarga saya di sana, saya panggil lah Ricky Rizal ke lantai 3," kata dia.
Majelis hakim kemudian mempertanyakan mengapa Ferdi Sambo tidak menyarankan istrinya (PC) untuk melakukan visum ke dokter.
" saat saudara mendapat cerita dari istri saudara, tentang tadi disampaikan ada pelecehan seksual bahkan lebih dari pelecehan seksual itu sendiri. Apakah saudara tidak bertanya, atau paling tidak menyarankan "ayok kita visum lebih dulu," atau paling enggak saudara selaku suami, ayo kita ke dokter dulu untuk memeriksa barangkali ada sangkutannya, ada mohon maaf PMS atau yang lain2, kenapa sodara tidak lakukan itu dulu?," Tanya hakim.
Menjawab pertanyaan hakim Sambo mengaku menyesal tidak melakukan hal tersebut dan tidak berfikir logis setelah mengetahui peristiwa yang dialami PC.
" itulah yang saya sesali yml, saya tidak berpikir logis pada saat itu setelah mendengar pukulan berat yang diderita istri saya," katanya.(ASl/Red/Mp)


.jpg)
.jpg)












