- Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan dan Tindak 20 Korporasi terkait Kasus Karhutla
- Raffi Ahmad Bareng Ratusan Mahasiswa, Polisi dan TNI Deklarasi Pemuda Indonesia
- BGN Klaim Kembalikan Anggaran MBG hingga Rp 44 Triliun ke Kas Negara
- Industri Olahraga Indonesia Dinilai Belum Optimal, KADIN Dorong Wirausaha Muda Naik Kelas
- Gun Sriwitanto Apresiasi Penghargaan Pemkab Barito Utara, Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
- Tajeri Dorong Penghargaan SKK Migas Jadi Momentum Perkuat Iklim Investasi Barito Utara
- Parmana Setiawan Harapkan Penghargaan SKK Migas Berdampak bagi Masyarakat Barito Utara
- Nurul Anwar Apresiasi Penghargaan SKK Migas untuk Pemkab Barito Utara
- Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera
- Sumpah Pemuda Bukan Sekadar Seremoni, Gun Sriwitanto Dorong Aksi Nyata Generasi Muda
Sahuti Aspirasi Masyarakat, Wakil Bupati Tinjau Kondisi Bantaran Sungai Liga Asahan

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos MSi saat melakukan peninjauan dibantaran sungai
MEGAPOLITANPOS.COM, Asahan - Sepanjang lebih kurang 3 Km aliran Sungai Sei Liga Asahan yang membelah Desa Pulau Pule dengan Desa Hessa Perlompongan Kecamatan Air Batu, dari Jembatan Tani Jaya menuju Jembatan Hessa Perlompongan akan dinormalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Asahan.
“Normalisasi ini merupakan arahan dari Bupati Asahan H Surya BSc menyahuti aspirasi masyarakat desa tersebut, yang mengalami kerugian akibat terendamnya lahan pertanian mereka,” ucap Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar S.Sos MSi saat melakukan peninjauan dibantaran sungai tersebut, didampingi Asisten Administrasi Umum, Sekretaris Diskominfo Kabupaten Asahan serta Camat Air Batu, Kamis (23/02/2023).
Lebih lanjut, Taufik mengatakan normalisasi ini akan dilaksanakan setelah mendapat surat pernyataan, tidak meminta ganti rugi dari masyarakat di bantaran sungai, yang tanahnya terkena dampak dari normalisasi.
Baca Lainnya :
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
- Kementerian UMKM Fasilitasi 1.000 Pengusaha Mikro di Sumatera Barat
- Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Digital bagi UMKM Pascabencana
- Wamen UMKM Helvi Moraza Dorong UMKM Sumbar Bangkit dan Naik Kelas Pascabencana
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
“Normalisasi akan segera kami laksanakan, tetapi sebelumnya kami meminta surat pernyataan dari masyarakat untuk tidak meminta ganti rugi, apabila tanahnya terkena dampak dari normalisasi, dan segera memperbaiki administrasi dari permohonan tersebut,” terang Taufik.
Ditambahkannya, pelaksanaan normalisasi nantinya akan menggunakan alat berat excavator yang berguna untuk mengeruk sungai, agar mengurangi pendangkalan dan mengembalikan fungsi sungai sebagai pengendali banjir, untuk mengoptimalkan saat menghadapi debit air yang meningkat pada musim hujan.
“Kepada masyarakat agar tidak menanam kembali sawit di bantaran sungai setelah dilakukan normalisasi, untuk menjaga sungai tetap dalam keadaan baik. Dan saling bergotong royong membantu pekerja yang melakukan normalisasi,” harap Taufik. (DS)











.jpg)




