- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
Sachrudin: Almarhum Uyus Banyak Meninggalkan Karya Nyata Salah Satunya Banksasuci

Keterangan Gambar : Wakil Walikota Tangerang Sachrudin dan Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman, saat melayat ke kediaman Almarhum Uyus Setia Bhakti.
MEGAPOLITANPOS.COM Kabupaten Tangerang - Suasana di komplek TPU Curug Parigi, Desa Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (19/11/2023) siang tampak riuh.
Di tempat itu, sejumlah pria terlihat tengah menggotong jenazah seorang pria yang terbalut kain kafan putih. Perlahan-lahan jenazah tersebut dimasukan ke liang lahat. Tempat peristirahatan terakhir umat manusia. Umat muslim.
Begitulah suasana yang terekam saat prosesi pemakaman Uyus Setia Bhakti, yang dikenal sebagai sosok pejuang lingkungan di Provinsi Banten khususnya wilayah Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan).
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Bupati Eman Pacu Atlet Majalengka, Target Tembus Juara Porprov 2026
- Wabup Dena Resmikan Al Khalifah, Harapan Baru Pendidikan Majalengka
Ya, tepat di usia 43 tahun, Uyus Setia Bhakti tutup usia setelah berjuang melawan penyakit komplikasi yang dideritanya sejak 10 hari terakhir.
Kang Uyus, demikian dia disapa- sempat mendapat perawatan medis di RS Siloam Lippo Karawaci dan RSUD Kota Tangerang, pada Sabtu (18/11/2023).
Namun takdir berkata lain. Pendiri sekaligus Pembina Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) tersebut menghembuskan nafas terakhirnya, tepat pukul 06.00 WIB, di RSUD Kota Tangerang.
Ayah dari Annisa Putri Wijayanti, Intan Cantika Suci dan Bima Suci Ahmad tersebut kini telah menghadap Sang Pencipta.
Isak tangis dari sejumlah keluarga hingga kerabat terdekat pun pecah kala bongkahan tanah perlahan-lahan menimbun liang lahat, tempat peristirahatan terakhir almarhum.
Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran mengiringi proses pemakaman suami dari Euis Supriatin itu.
Sosok yang tulus dan murni
Sebelum prosesi pemakaman, tampak sejumlah pejabat daerah dari Pemkot Tangerang turut melayat ke rumah duka. Di antaranya, Wakil Walikota Tangerang Sachrudin, Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman, Asda I Kota Tangerang Wahyudi serta sejumlah kerabat dan sahabat dekat almarhum.
Dalam kesempatan itu, Sachrudin menyampaikan kesan-kesan sepeninggal almarhum. Menurutnya, Uyus merupakan sosok aktivis yang tulus dan murni dalam karya nyata.
Almarhum, kata Sachrudin, telah banyak memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat, khususnya bidang lingkungan hidup.
“Beliau sosok yang tulus dan murni dalam karya nyata, serta beratitude, rendah hati dan santun,” ucap Sachrudin, di hadapan keluarga dan sahabat almarhum.
Murah senyum dan penuh semangat
Bambang Kurniawan, salah satu sahabat dari almarhum, mengenang sosok Uyus sebagai sosok yang bersahaja. Sosok yang murah senyum serta penuh semangat dalam menjalankan keinginan serta cita-citanya.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Universitas Yupentek Indonesia itu juga menyebut almarhum selalu penuh semangat meski banyak rintangan yang menghadang dalam setiap perjuangan. Utamanya dalam memperjuangkan misi untuk menjaga kelestarian Sungai Cisadane.
“Saya ingat di suatu waktu kami berkumpul dulu, beliau menyampaikan ingin memiliki sebuah wadah yang nantinya bisa bermanfaat bagi lingkungan hidup dan banyak orang. Sekarang, semua harapan dan cita-cita sudah terwujud.
Banksasuci adalah sebuah karya besar dari almarhum,” ucap Bambang, dengan lirih.
Lanjutkan cita-cita almarhum
Dandi, salah satu aktivis 98 yang merupakan sahabat dari mendiang Uyus, menuturkan, Uyus merupakan sosok yang selalu bersemangat dalam menyampaikan setiap ide dan gagasan. Sepeninggal almarhum, Dandi berpesan kepada pendiri dan aktivis Banksasuci agar bisa terus menjaga kekompakan.
Seluruh insan yang terlibat di Banksasuci diharapkan agar tetap menjaga kekompakan demi mewujudkan keinginan serta impian dari almarhum. Banksasuci, kata Dandi, adalah sebuah peradaban yang dibangun dari kerja-kerja ikhlas sang pejuang lingkungan.
“Saya minta, kita tetap menjaga kekompakan. Kita harus terus berjuang untuk mewujudkan cita-cita besar almarhum, menjadikan Banksasuci lebih besar dan bermanfaat bagi semua. Terutama dalam menjaga peradaban dan keseletarian Sungai Cisadane,” ujarnya sambil terisak. 'Menjaga mata air dengan air mata,'
Sementara Ade Yunus, Ketua Banksasuci Foundation yang juga adik dari mendiang dari Uyus, mengatakan bahwa almarhum selalu berpesan kepadanya untuk terus semangat dalam memperjuangkan cita-cita. Membesarkan Banksasuci.
“Beliau selalu berpesan kepada saya, menjaga mata air dengan air mata. Artinya tidak ada perjuangan yang mudah, selalu ada pengorbanan dalam setiap perjuangan yang kita lakukan. Insha Allah, saya akan melanjutkan cita-cita beliau,” tutupnya.
Diketahui Banksasuci didirikan pada 2012 silam oleh sekelompok komunitas pecinta lingkungan hidup Tangerang. Salah satunya Uyus Setia Bhakti.
Pada 2019, Banksasuci ditingkatkan menjadi yayasan yang bergerak di bidang lingkungan dan memiliki nama Banksasuci Foundation.
Banksasuci dikenal luas karena aktivitasnya di bidang lingkungan. Tak sedikit karya yang dihasilkan oleh Banksasuci dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Salah satunya, di Sungai Cisadane.
Tunai sudah segala cita-cita dan impian semasa hidup Uyus Setia Bhakti. Yakni, memiliki sebuah wadah atau komunitas yang dapat berkontribusi nyata dalam menjaga kelestarian Sungai Cisadane.
Sungai yang menjadi sumber kehidupan seluruh mahluk hidup. Khususnya bagi masyarakat di Tangerang Raya.
Selamat jalan kang Uyus Setia Bhakti, Karya dan baktimu akan tetap lestari. ** (Jhn)

















