RS Srengat Disorot Publik Paska Tewasnya Siswa MTs Bacem Pelayanan Dianggap Jelek dan Jadi Tamparan Dunia Medis

By Sigit 29 Sep 2024, 11:43:32 WIB Jawa Timur
RS Srengat Disorot Publik Paska Tewasnya Siswa MTs Bacem Pelayanan Dianggap Jelek dan Jadi Tamparan Dunia Medis

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar – Kejadian tewasnya siswa MTs Plus Al Mahmud Bacem Ponggok menuai kritikan tajam, atas kasus yang menimpa siswa berinisial K hingga meninggal dunia diduga terjadi akibat buruknya pelayanan di Rumah Sakit Umum (RSU) Srengat yang dibanggakan publik. 

Tragis dialami oleh korban yang terluka parah akibat kepalanya terkena lemparan kayu berpaku datang ke IGD rumah sakit tersebut sekitar pukul 07.00 WIB dalam kondisi pendarahan lamban dalam. tindakan pelayanan, tim medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) malah sibuk berdiskusi soal pasien yang kondisinya sedang kritis.

Pengakuan oleh pengantar pasien ( korban) mengaku sangat kecewa karena korban tidak segera mendapatkan perawatan ber jam - jam, sehingga Akhirnya, sekitar pukul 14.00 WIB, yang pada ahirnya korban dirujuk ke RSUD Pare Kediri karena dianggap tidak mampu ditangani oleh tim medis RSUD Srengat.

Baca Lainnya :

 "Seandainya pihak rumah sakit memberikan tindakan dan pelayanan lebih awal, kemungkinan besar nyawa korban bisa diselamatkan."ungkap salah satu ustadz yang mengantar almarmum. 

Ditambahkan pihak rumah sakit di Kediri juga menyayangkan kondisi korban yang belum mendapatkan pertolongan medis sejak pagi, meski kepala korban mengalami pendarahan hebat.

"Kondisi korban seperti ini tidak memungkinkan untuk dilakukan operasi. Mestinya di rumah sakit Srengat korban sudah mendapatkan pertolongan pertama," ujar salah satu tim medis RS Kediri, yang ditirukan oleh ustadz tersebut.

Korban diketahui merupakan siswa MTs Plus Al-Mahmud dan menjadi korban kekerasan oleh gurunya. Insiden ini bermula saat korban masih bermain di halaman sekolah ketika teman-temannya sedang sholat Dhuha, yang membuat sang guru jengkel. Guru tersebut melemparkan kayu berpaku yang biasa digunakan untuk mengumpulkan nota, dan kayu itu mengenai kepala korban hingga berakibat fatal.

Sementara itu, Direktur RSU Srengat, dr. Baihaqi, memberikan klarifikasi terkait lambannya pelayanan.

"Tim IGD sudah melakukan upaya penanganan kegawatdaruratan. Jika harus dirujuk, kami upayakan stabilisasi transportasi pasien, sehingga rujukan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasien," jelasnya.

Kasus ini masih dalam proses hukum dan sedang diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Peristiwa naas itu terjadi pada 15 September sekitar pukul 06.00 WIB, bocah malang yang masih duduk di bangku klas 2 ini meregang nafas akibat tindakan arogansi oknum Ustadz. 

Sisi lain dari pengamat medis di Blitar sebut saja Budi pihaknya menyampaikan, bahwa kalau kondisi korban sudah kritis dan harus di rujuk, katakan kalau posisi korban termasuk lukanya di jaringan saraf dan butuh pertimbangan tindakan medis kenapa dipilih RS yang jauh jangkauanya seperti di kediri.

"Seyognya para medis mengambil langkah yang sesuai SOP, masak di Blitar tidak ada alat dan tenaga ahli, saraf, sehingga minimal korban mendapat layanan kedaruratanya dengan tepat, kami sangat prihatin atas kejadian ini, sehingga citra tenaga. Medis di Blitar kurang profesional, "tuturnya.(za/mp)




  • Dandim 0808/Blitar Pimpin Apel HUT Ke 81 TNI, Tegaskan Komitmen Kawal Kedaulatan Bersama Rakyat.

    🕔13:44:35, 05 Okt 2026
  • Tan Ngi Hing Anggota Komisi II DPRD Kota Blitar Respon Positif Skema Baru BGN untuk SPPG Mulai 5 Oktober.

    🕔17:38:36, 02 Okt 2026
  • Gara Gara Terperosok Limbah Blotong Panas Pabrik Gula Dua Warga Alami Luka Bakar Serius.

    🕔10:11:45, 02 Okt 2026
  • Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.

    🕔21:42:45, 29 Sep 2026
  • Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.

    🕔21:36:58, 29 Sep 2026