- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Respon PUPR Jalan Rusak Kades Kedungbanteng Redakan Emosi Warga Akan Tanam Pohon Pisang

Keterangan Gambar : Kepala Desa Kedungbanteng Marsaid
MEGAPOLITANPOS. COM, Blitar - Gara gara jalan rusak warga desa Kedungbanteng Kecamatan Bakung ancam demo tanam pohon pisang
Kerusakan jalan penghubung antara desa Kedungbanteng jalur menuju Pantai Pasir desa Bululawang, ini sempat memantik emosi warga. Jalan yang rusak parah, penuh lubang dan kubangan air, nyaris ditanami pohon pisang sebagai bentuk protes keras masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung tertangani.
Kepala Desa Kedungbanteng Marsaid akhirnya memberikan pemahaman, Marsaid, berhasil meredam gejolak masyarakat dengan koordinasi intensif kepada tokoh masyarakat serta komunikasi langsung dengan Bupati Blitar, rencana penanaman kebun pisang di badan jalan akhirnya dibatalkan.
Baca Lainnya :
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Aliansi Blitar Bersatu Bakal Gelar Tandingan Apel Akbar Dukung Program MBG
- Ribuan Relawan Penggiat MBG Blitar Raya Akan Melakukan Aksi Damai
Marsaid menegaskan, aksi simbolik tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan lain dan justru menimbulkan persoalan baru. Karena itu, ia memilih jalur dialog dan musyawarah.
“Alhamdulillah warga bisa memahami. Saya sampaikan kepada masyarakat bahwa saya sudah berkoordinasi langsung dengan Pak Bupati Blitar. Khusus wilayah Blitar Selatan, pembangunan jalan akan diprioritaskan,” ujar Marsaid kepada awak media, Selasa ( 27/01/26 )
“Ini awal tahun, tentu ada regulasi dan tahapan pembangunan yang harus dilalui. Semua ditentukan oleh dinas teknis, dalam hal ini PUPR Kabupaten Blitar. Beberapa ruas jalan lain juga sudah mulai dikerjakan. Kami mohon masyarakat bersabar dan tetap berhati-hati saat melintas, karena banyak lubang dan kubangan yang membahayakan,” ungkap Marsaid.
Langkah Marsaid dinilai sebagai bentuk kepemimpinan yang responsif. Ia tak hanya menenangkan warga, tetapi juga aktif menyampaikan aspirasi masyarakat ke tingkat kabupaten. Setelah berkoordinasi dengan Bupati Blitar Rijanto, Marsaid langsung menghubungi para tokoh masyarakat .
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, melalui Kabid Pembangunan Hamdan Zulfikri Kurniawan, menjelaskan bahwa kerusakan jalan di wilayah Blitar Selatan sudah masuk dalam pendataan dan kajian teknis.
“Kerusakan jalan, khususnya yang parah, sudah kami petakan. Tahun 2026 ini menjadi agenda prioritas, tentu dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah pasca pemangkasan anggaran dari pusat,” jelas Hamdan.
Ia menambahkan, penentuan ruas jalan yang akan dikerjakan telah melalui kajian teknis dan skala prioritas oleh pihak PU.
Perlu diketahui beberapa ruas jalan yang rusak tengah menjadi perhatian dinas PUPR, termasuk jalan di desa Kedung Banteng, tersisa kurang lebih 1 km, pihak dinas sudah melakukan pendataan dengan melibatkan tim URC.
Meski sempat memuncak, kemarahan warga akhirnya mereda berkat pendekatan persuasif dan kepemimpinan kepala desa yang mengedepankan komunikasi. Rencana penanaman pohon pisang sebagai bentuk protes pun urung dilakukan, dan masyarakat memilih menunggu realisasi pembangunan jalan sesuai janji pemerintah daerah. Masyarakat diminta bersabar menunggu giliran penanganan dari dinas PUPR. ( za/mp )
















